Harga emas dunia hari ini Kamis, 1 Januari 2026 hingga pukul 07.30 WIB, terpantau masih stagnan karena pasar global libur seiring perayaan pergantian tahun, sehingga acuan tetap mengarah pada penutupan terakhir di kisaran USD4.317,64 per troy ons tanpa perubahan harian berarti bagi pengamatan awal tahun ini oleh pasar global.
Sehari sebelumnya, pada Rabu, 31 Desember 2025, harga emas dunia di pasar spot ditutup di kisaran USD4.317,64 per troy ons, turun sekitar 0,48% dari sesi sebelumnya dan menjadi level terendah dua pekan, mengakhiri perjalanan perdagangan menjelang pergantian tahun yang penuh gejolak namun tetap mengesankan kinerjanya.
Meski berada di zona negatif pada penutupan terakhir, performa emas sepanjang 2025 tetap mencolok, karena berhasil mencatat kenaikan sekitar 64% setahun dan menjadi lonjakan tahunan tertinggi sejak 1979, sehingga menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang semakin diperhitungkan investor di berbagai pasar keuangan dunia kini.
Dorongan kuat tersebut banyak dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat, ketika The Fed memangkas suku bunga acuan total 75 basis poin sepanjang tahun, menurunkan imbal hasil aset berbunga dan membuat kepemilikan emas yang tidak menawarkan bunga terasa semakin menarik bagi investor global di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, perkembangan geopolitik sepanjang 2025 turut mendukung harga emas, mulai ketegangan perdagangan Amerika Serikat dengan berbagai mitra, konflik Rusia-Ukraina, dinamika Timur Tengah hingga hubungan Washington dan Venezuela, sehingga permintaan terhadap emas sebagai aset aman tetap kuat memasuki periode berikutnya di tengah risiko global yang berlanjut.
Harga Emas Hari Ini Kamis, 1 Januari 2025 di Indonesia
Pergerakan harga emas domestik hari ini tidak mengalami perubahan, karena aktivitas perdagangan yang tutup seiring perayaan pergantian tahun. Pada Kamis, 1 Januari 2026 pukul 08.30 WIB, harga emas Antam tetap berada di level Rp2.501.000 per gram, sama seperti posisi sehari sebelumnya sehingga pasar berada pada fase jeda alami.
Harga buyback emas Antam pun masih stabil di Rp2.360.000 per gram, belum menunjukkan penyesuaian apa pun dari level sebelumnya. Kondisi ini membuat selisih antara harga jual dan harga buyback tetap berada di kisaran Rp141.000 per gram, mencerminkan situasi pasar yang masih tenang seiring penutupan layanan resmi pada momentum libur pergantian tahun.
Di sisi lain, pergerakan harga emas digital Treasury hari ini terlihat sedikit melemah seiring penyesuaian pasar terhadap dinamika harga emas global. Pada Kamis, 1 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, harga emas digital Treasury berada di Rp2.424.349 per gram, turun dari posisi penutupan sebelumnya yang tercatat di kisaran Rp2.428.110 per gram.
Koreksi yang terjadi masih tergolong terbatas, sementara kinerja jangka panjangnya tetap solid. Dalam satu tahun terakhir, emas treasury telah mencatat imbal hasil sekitar Rp1.002.186 atau setara 70,47%, mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap emas digital sebagai aset lindung nilai yang praktis dan relevan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Emas saat ini masih berada dalam tren bullish yang kuat, dengan arah pergerakan yang cenderung naik dan volatilitas yang relatif terjaga. Sentimen pasar masih positif, sehingga dalam jangka pendek hingga menengah peluang kenaikan harga tetap terbuka dan cukup meyakinkan bagi investor di pasar global saatnya.
Faktor penting yang mendorong penguatan emas datang dari pembelian besar-besaran bank sentral berbagai negara. Mereka terus menambah cadangan, termasuk Serbia, Madagaskar, dan Korea Selatan. Data World Gold Council menunjukkan akumulasi ratusan ton, sehingga permintaan terasa kuat dan berkelanjutan bagi pasar emas dunia ke depan juga.
Selain itu, kebijakan moneter yang cenderung longgar, kebutuhan diversifikasi dari dolar, serta risiko geopolitik ikut menjaga daya tarik emas. Kondisi pasokan yang ketat membuat emas dipandang sebagai aset aman yang relevan, baik untuk investor ritel maupun institusi di berbagai kondisi pasar beberapa waktu mendatang global.
Sejalan dengan itu, berbagai lembaga keuangan masih melihat peluang kenaikan lanjutan. Goldman Sachs memproyeksikan harga sekitar USD4.900 per troy ons, JPMorgan membuka peluang mendekati USD5.000 per troy ons, sementara ANZ memperkirakan puncak di sekitar USD4.800 per troy ons sebelum kemungkinan koreksi pada fase pertengahan tahun sehingga kewaspadaan tetap diperlukan investor global.
Secara keseluruhan, ekspektasi jangka pendek hingga menengah masih condong bullish dengan peluang rekor baru. Beberapa survei internasional juga menempatkan emas sebagai aset favorit pada 2026, sehingga pasar melihat potensi harga bertahan tinggi dan berpeluang melanjutkan tren kenaikan dalam periode mendatang secara lebih konsisten dari sebelumnya.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna .
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan.


