Investasi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan. Dari berbagai pilihan instrumen yang tersedia, emas masih menjadi salah satu aset yang banyak dipertimbangkan karena telah digunakan sebagai penyimpan nilai sejak lama.
Namun, tahukah Sobat kalau emas untuk investasi tidak selalu berbentuk batangan? Ada juga perhiasan emas seperti cincin, gelang, kalung, atau anting yang sama-sama terbuat dari emas. Meski begitu, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dari sisi tujuan pembelian, kadar emas, hingga harga jual kembali.
Lantas, kalau Sobat ingin investasi jangka panjang, lebih baik membeli perhiasan emas atau emas batangan? Sebelum menentukan pilihan, yuk kenali dulu perbedaan keduanya!
Selain Jadi Aksesori, Bisakah Perhiasan Emas untuk Investasi Jangka Panjang?
Perhiasan emas mungkin menjadi bentuk emas yang paling familiar bagi banyak orang. Selain memiliki nilai material, perhiasan juga memiliki nilai estetika sehingga bisa digunakan untuk menunjang penampilan.
Misalnya, Sobat membeli cincin emas untuk digunakan sehari-hari. Selama memilikinya, Sobat tidak hanya menyimpan aset dalam bentuk emas, tetapi juga bisa menikmati manfaatnya sebagai aksesori.
Inilah salah satu kelebihan utama perhiasan emas. Fungsinya tidak hanya sebagai aset, tetapi juga sebagai barang yang bisa digunakan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Sobat membeli perhiasan dengan tujuan utama investasi. Apa saja?
1. Ongkos Pembuatan
Harga perhiasan emas tidak hanya ditentukan oleh berat dan kadar emas. Biasanya, ada pula ongkos pembuatan yang ikut masuk ke dalam harga beli. Besarnya ongkos pembuatan dapat berbeda-beda, tergantung pada desain, tingkat kerumitan, dan toko tempat Sobat membeli perhiasan.
Semakin rumit desainnya, biaya pembuatannya bisa semakin tinggi. Nah, biaya inilah yang perlu diperhatikan ketika Sobat berencana menjual kembali perhiasan tersebut. Saat menjual perhiasan emas, harga jual kembali umumnya lebih banyak mempertimbangkan berat dan kadar emas.
Dengan begitu, ongkos pembuatan yang dibayarkan ketika membeli belum tentu ikut kembali dalam harga jual. Artinya, harga beli dan harga jual kembali perhiasan bisa memiliki selisih yang cukup berbeda.
2. Kadar Emas Bisa Beragam
Tidak semua perhiasan memiliki kadar emas yang sama. Kadar emas menunjukkan seberapa besar kandungan emas dalam sebuah produk. Contohnya, emas 18 karat memiliki kandungan emas yang berbeda dengan emas 22 karat.
Sementara itu, emas 24 karat memiliki kadar yang lebih tinggi dan umumnya digunakan pada produk emas batangan. Kadar ini penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi nilai emas ketika dijual kembali.
Karena itu, sebelum membeli perhiasan, Sobat sebaiknya mengetahui kadar emas dan beratnya. Jangan hanya memilih berdasarkan desain atau tampilannya saja.
3. Punya Nilai Estetika
Meski perlu memperhatikan ongkos pembuatan, perhiasan emas tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki emas batangan, yaitu bisa digunakan secara langsung.
Sobat bisa memakai cincin, gelang, kalung, atau anting emas untuk melengkapi penampilan. Jadi, selain memiliki nilai sebagai aset, emas tersebut juga memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, perhiasan emas bisa menjadi pilihan bagi Sobat yang ingin mendapatkan manfaat ganda dari pembelian emas.
Baca juga: Mengapa Banyak Orang Beli Perhiasan Emas untuk Investasi? – Treasury
Apakah Logam Mulia Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?
Berbeda dengan perhiasan, emas batangan lebih banyak digunakan sebagai aset untuk disimpan. Emas batangan umumnya memiliki kadar kemurnian tinggi, seperti 24 karat atau sekitar 99,99%.
Produk ini juga tersedia dalam berbagai ukuran sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Karena fungsi utamanya bukan sebagai aksesori, nilai emas batangan lebih berfokus pada berat dan kadar emasnya.
Lalu, apa saja yang perlu Sobat ketahui jika memilih emas batangan untuk investasi jangka panjang?
1. Memiliki Kadar Kemurnian Tinggi
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membeli emas untuk investasi jangka panjang adalah kadar kemurniannya.
Emas batangan umumnya memiliki kadar 99,99% atau 24 karat. Dengan kadar tersebut, kandungan emas dalam produk menjadi salah satu faktor utama yang menentukan nilainya.
Hal ini berbeda dengan perhiasan yang juga memiliki nilai dari desain dan proses pembuatannya. Karena itu, ketika membeli emas batangan, Sobat perlu memperhatikan informasi mengenai berat dan kadar emasnya. Pastikan juga membeli dari sumber yang terpercaya agar keaslian dan kualitas produk dapat dipastikan.
2. Harga Lebih Berfokus pada Kandungan Emas
Pada emas batangan, harga tidak ditentukan oleh desain seperti pada perhiasan. Nilainya lebih berkaitan dengan berat, kadar emas, serta kondisi harga emas saat transaksi.
Meski tidak ada ongkos pembuatan perhiasan, bukan berarti tidak ada selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Selisih tersebut tetap perlu diperhitungkan ketika Sobat ingin menjual emas.
Karena itu, untuk investasi jangka panjang sebaiknya pembelian emas dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan serta jangka waktu yang jelas. Sobat juga perlu memahami bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan.
3. Bisa Disimpan dalam Jangka Panjang
Karena tidak digunakan sebagai aksesori sehari-hari, emas batangan biasanya disimpan untuk jangka waktu tertentu.
Misalnya, Sobat membeli emas secara bertahap untuk membantu mempersiapkan kebutuhan beberapa tahun mendatang. Dengan tujuan yang jelas, Sobat dapat menentukan berapa banyak emas yang ingin dikumpulkan dan berapa nominal yang perlu disisihkan secara rutin.
Saat ini, mengumpulkan emas juga tidak harus selalu dimulai dengan membeli emas batangan dalam jumlah besar.
Jadi, Perhiasan Emas atau Emas Batangan?
Sobat bisa memilih antara perhiasan emas dan emas batangan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika Sobat ingin memiliki emas yang bisa digunakan sebagai aksesori sekaligus memiliki nilai aset, perhiasan emas bisa menjadi pilihan. Sobat dapat menikmati manfaatnya secara langsung sambil tetap memiliki barang berharga.
Sementara itu, jika tujuan utama Sobat adalah mengumpulkan emas sebagai bagian dari rencana keuangan jangka panjang, emas batangan bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan tujuan tersebut. Namun, bukan berarti Sobat harus selalu memilih salah satunya. Keduanya dapat memiliki fungsi yang berbeda dalam pengelolaan keuangan.
Misalnya, Sobat bisa membeli perhiasan karena memang ingin menggunakannya. Sementara, untuk investasi jangka panjang, Sobat dapat membeli emas secara terpisah yang sudah disesuaikan dengan tujuan finansial.
Yang terpenting, jangan memilih emas hanya karena bentuknya terlihat menarik atau karena sedang ramai dibicarakan. Pahami karakteristik produknya, perhatikan harga beli dan jual kembali, serta sesuaikan dengan kemampuan finansial.
Harga emas batangan biasanya membutuhkan dana yang lebih besar, terutama jika Sobat ingin membeli dalam ukuran tertentu. Namun, jika ingin mulai memiliki emas dengan biaya yang lebih terjangkau, Sobat bisa mempertimbangkan emas digital di Treasury.
Emas digital di Treasury disimpan dengan dukungan emas fisik secara 1:1. Jadi, setiap emas digital yang dimiliki, Sobat memiliki emas batangan sebagai underlying asset. Dengan begitu, Sobat bisa menyesuaikan cara berinvestasi emas dengan kebutuhan dan kondisi keuangan, baik untuk mulai dari nominal yang lebih terjangkau maupun untuk memiliki emas fisik di kemudian hari.
Yuk, mulai menabung emas dari sekarang untuk mempersiapkan masa depan bersama Treasury!


