Harga emas yang terus berubah sering kali membuat calon investor bimbang menentukan waktu pembelian. Saat harganya turun, muncul kekhawatiran bahwa harga akan kembali merosot. Sebaliknya, ketika harga emas naik, ada rasa takut kehilangan kesempatan sebelum harganya melonjak semakin tinggi.
Lalu, sebenarnya kapan waktu terbaik untuk membeli emas? Apakah menunggu harga turun atau mulai membeli meskipun harganya sedang naik?
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, inflasi, hingga kebijakan suku bunga. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa memastikan kapan harga emas akan mencapai titik terendah atau terus mengalami kenaikan.
Sobat bisa mulai mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, dan jangka waktu penyimpanan emas, daripada terus menunggu momen yang dianggap paling tepat. Selain itu, Sobat juga bisa mulai menentukan strategi pembelian yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Seperti apa strateginya?
Kapan Waktu Beli Emas Terbaik, Saat Harga Turun atau Naik?
Harga emas dapat bergerak naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Kedua situasi ini tentunya memiliki pertimbangan tersendiri, terutama bagi Sobat yang ingin mulai mengumpulkan emas untuk tujuan keuangan jangka panjang.
1. Menentukan Waktu Membeli Emas Saat Harga Turun
Ketika harga emas mengalami penurunan, Sobat berkesempatan membeli emas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Strategi ini sering dikenal sebagai buying the dip, yaitu membeli aset ketika harganya terkoreksi.
Sebagai ilustrasi, jika harga emas turun dan anggaran pembelian tetap sama, Sobat berpotensi mendapatkan gramasi yang lebih besar. Apabila harga kembali meningkat di kemudian hari, emas yang sudah dikumpulkan berpeluang mengalami kenaikan nilai.
Harga emas yang lebih rendah memang dapat menjadi peluang untuk membeli emas dengan harga lebih terjangkau. Akan tetapi, jangan sampai Sobat terus menunggu sampai waktu yang tidak ditentukan hingga harga emas mencapai titik terendah.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, hingga nilai tukar mata uang. Tidak ada yang bisa memastikan kapan harga emas akan mencapai titik terendah atau kembali naik.
Untuk investasi jangka panjang, harga emas hari ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk mulai berinvestasi, selama pembelian disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan investasi Sobat.
2. Tentukan Waktu Beli Saat Harga Emas Sedang Naik
Di sisi lain, membeli emas ketika harganya sedang naik juga tidak selalu menjadi keputusan yang keliru. Hal ini berlaku terutama bagi Sobat yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan mulai ingin mengumpulkan aset secara bertahap.
Kenaikan harga emas juga dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti meningkatnya ketidakpastian ekonomi, permintaan terhadap aset safe haven, serta perubahan kebijakan moneter.
Namun, kenaikan harga pada masa lalu tidak menjamin harga emas akan terus meningkat pada periode berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset sebelum membeli, dan memperhatikan naik turunnya harga emas secara berkala.
Salah satu hal yang perlu Sobat perhatikan adalah menghindari keputusan impulsif karena takut kehilangan kesempatan atau fear of missing out (FOMO). Jika ingin membeli emas ketika harga sedang naik, pastikan keputusan tersebut tetap didasarkan pada rencana yang matang, bukan sekadar mengikuti tren pasar.
Baca juga: Beli Emas Saat Harga Naik? Tunggu Dulu! Simak 9 Tips, Keuntungan, dan Kerugiannya – Treasury
Strategi Membeli Emas agar Lebih Terencana
Setelah memahami perbedaan membeli emas saat harga naik dan turun, Sobat bisa mempertimbangkan beberapa strategi berikut untuk membangun kebiasaan investasi.
1. Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging
Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan strategi membeli aset secara rutin menggunakan nominal yang telah ditentukan, tanpa melihat posisi harga emas di waktu tertentu. Cara ini efektif untuk membangun kebiasaan investasi secara konsisten.
Misalnya, Sobat mulai mengalokasikan Rp500.000 setiap bulannya untuk membeli emas. Berdasarkan riwayat harga emas hingga 26 Oktober, harga tertinggi tercatat sekitar Rp2.597.000 per gram pada 12 Oktober, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp2.500.000 per gram pada 24 – 26 Oktober.
Dengan Rp500.000, Sobat bisa memperoleh sekitar 0,192 gram emas saat harga emas berada pada level tertinggi. Namun, ketika harga emas turun ke level terendah, nominal yang sama bisa menghasilkan sekitar 0,2 gram emas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa nominal pembelian yang sama dapat menghasilkan gramasi berbeda mengikuti pergerakan harga emas.
Cara ini membantu Sobat agar tidak perlu terus-menerus menebak arah pergerakan harga untuk menentukan kapan harus membeli. Strategi ini juga membuat harga rata-rata aset Sobat lebih stabil.
3. Pilih Tempat Membeli Emas yang Terpercaya
Keamanan transaksi menjadi hal utama yang perlu Sobat perhatikan saat memilih tempat membeli emas. Pastikan Sobat memilih penyedia dengan legalitas yang jelas, informasi harga yang transparan, serta ketentuan pembelian dan penjualan kembali yang mudah dipahami.
Sobat juga perlu mempertimbangkan cara membeli dan menyimpan emas yang paling sesuai dengan kebutuhan Sobat. Jika ingin mengumpulkan emas tanpa harus menyimpan logam mulia secara mandiri, emas digital bisa menjadi salah satu alternatif yang praktis.
Sebagai aplikasi emas digital pertama yang berizin BAPPEBTI, Treasury menyediakan layanan investasi emas digital yang didukung emas fisik dengan rasio 1:1, sehingga aset Sobat sudah pasti aman.
4. Diversifikasikan Portofolio Investasi
Emas bisa menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang untuk membantu mempertahankan nilai kekayaan. Harga emas cenderung stabil dalam jangka panjang, membuat emas kerap dipilih sebagai aset untuk menjaga nilai kekayaan dari waktu ke waktu.
Selain itu, emas juga dikenal relatif tahan terhadap inflasi. Ketika harga barang dan kebutuhan sehari-hari meningkat, emas berpotensi membantu menjaga daya beli sehingga nilai aset yang Sobat miliki tidak mudah tergerus.
Sobat bisa mulai membangun aset untuk kebutuhan di masa depan, dengan membeli emas secara rutin. Hal ini pun dapat menjadi salah satu langkah Sobat untuk mempersiapkan keuangan dalam jangka waktu yang panjang.
Jadi Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Beli Emas?
Tidak ada waktu yang bisa dipastikan sebagai momen terbaik untuk membeli emas. Harga yang terlihat murah hari ini belum tentu menjadi harga terendah, begitu pula harga yang sedang naik belum tentu terus meningkat.
Emas umumnya lebih sesuai untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu panjang karena harga jualnya dapat berfluktuasi dalam jangka pendek dan terdapat selisih antara harga beli dengan harga jual kembali.
Jika Sobat memiliki tujuan seperti menyiapkan dana pendidikan, merencanakan biaya perjalanan besar, atau membangun tabungan untuk masa depan, tentukan terlebih dahulu target dana dan perkiraan waktu penggunaannya.
Sobat juga bisa menyusun anggaran pembelian emas secara berkala, sehingga keputusan investasi tidak sepenuhnya bergantung pada tebakan mengenai kapan harga akan naik atau turun.
Menentukan waktu terbaik untuk membeli emas memang membutuhkan pertimbangan, terutama ketika harga pasar terus berubah. Namun, Sobat tidak harus selalu menunggu harga turun atau mengejar kenaikan harga untuk mulai membangun kebiasaan investasi.
Yuk, mulai bangun kebiasaan investasi emas bersama Treasury dan rencanakan masa depan finansial dengan lebih baik dari sekarang!
