Berita, Emas, Kabar Emas
Kenaikan Suku Bunga dan Aksi Profit Taking Membuat Harga Emas Hari Ini Senin, 21 September 2026 Terkoreksi
Dayinta
Senin, 21 September 2026
Harga Emas Hari Ini 21

Pergerakan harga emas dunia kembali mengalami perubahan arah pada awal pekan. Setelah mencatat penguatan cukup signifikan menjelang akhir pekan lalu, harga emas hari ini mulai terkoreksi. Pada Senin, 21 September 2026 harga emas dunia berada di posisi USD4.369,88 per troy ons atau turun 0,16%.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan pada perdagangan akhir pekan lalu. Pada Jumat, 18 September 2026, harga emas ditutup di level USD4.376,91 per troy ons setelah melesat 0,84%. Kenaikan tersebut sekaligus membuat harga emas menguat 2,7% dalam dua hari perdagangan terakhir.

Jika dilihat dalam satu pekan, kinerja emas masih mencatat hasil positif. Harga emas secara keseluruhan meningkat 0,68% sepanjang pekan lalu. Penguatan tersebut menjadi titik balik setelah sebelumnya harga emas mengalami penurunan selama tiga pekan berturut-turut.

Penguatan harga emas pada pekan lalu mulai memberikan sinyal perubahan tren secara teknikal. Analis StoneX Fawad Razaqzada menilai emas telah mulai menunjukkan tanda-tanda bullish. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat pasar terbebas dari risiko tekanan.

Harga minyak dan imbal hasil obligasi AS masih menjadi dua faktor yang perlu diperhatikan. Apabila harga minyak kembali mengalami lonjakan, tekanan inflasi berpotensi meningkat. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat pasar kembali memperkirakan bahwa suku bunga akan bertahan pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama, sehingga ruang penguatan harga emas dapat ikut terbatas.

Sebaliknya, perkembangan harga minyak dunia dalam sepekan terakhir memberikan sentimen yang lebih positif bagi emas. Harga minyak jenis Brent tercatat turun 0,72% sepanjang pekan lalu. Penurunan tersebut turut berkaitan dengan meredanya kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia akibat perkembangan kondisi di Timur Tengah.

Arab Saudi, misalnya, mulai melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada jalur pipa pengiriman Timur-Barat yang mengarah ke Laut Merah. Jalur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone dari Iran. Perbaikan ini menjadi salah satu perkembangan yang membantu meredakan kekhawatiran pasar mengenai pasokan energi.

Perhatian pasar juga tertuju pada agenda Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara-negara Teluk di New York pada pekan ini. Trump menyampaikan bahwa pertemuan tersebut akan menghasilkan “keputusan besar”.

Di sisi lain, Bloomberg News melaporkan bahwa China telah meminta Iran untuk meredam aksi militan Houthi. Setelah perkembangan tersebut, sejumlah kapal disebut telah dapat kembali melintasi Selat Hormuz. Berbagai perkembangan tersebut ikut mendorong harga minyak dunia bergerak lebih rendah.

Penurunan harga energi menjadi penting bagi pasar emas karena dapat membantu mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi. Jika harga energi tidak kembali mengalami kenaikan, tekanan inflasi di dunia berpotensi mereda. Kondisi ini kemudian dapat membuka ruang bagi bank sentral di berbagai negara untuk tidak perlu menerapkan kebijakan moneter yang terlalu ketat melalui kenaikan suku bunga.

Bagi emas, kemungkinan tersebut menjadi sentimen yang mendukung karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Dengan demikian, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga dan pergerakan harga energi masih menjadi bagian penting dalam menentukan arah harga emas berikutnya.

Harga Emas Hari Ini Senin, 21 September 2026 di Indonesia

Pergerakan harga emas di Indonesia pada awal pekan ini mengikuti arah harga emas dunia. Setelah mencatat penguatan pada akhir pekan lalu, harga emas domestik mulai mengalami koreksi pada perdagangan Senin, 21 September 2026.

Harga beli emas Antam pada hari ini berada di level Rp2.628.000 per gram. Posisi tersebut lebih rendah Rp10.000 dibandingkan harga pada akhir pekan lalu yang sempat menguat hingga mencapai Rp2.638.000 per gram.

Koreksi juga terjadi pada harga buyback Antam. Pada akhir pekan lalu, harga buyback sempat mengalami kenaikan Rp15.000 hingga mencapai Rp2.473.000 per gram. Namun, pada perdagangan hari ini harga tersebut turun Rp10.000 menjadi Rp2.463.000 per gram.

Harga emas digital di aplikasi Treasury turut bergerak melemah. Pada Senin, 21 September 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.555.964 per gram.

Jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.561.235 per gram, harga tersebut mengalami penurunan sebesar Rp5.271 per gram.

Koreksi yang terjadi di pasar emas domestik berlangsung setelah harga emas mencatat penguatan pada pekan sebelumnya. Di tengah sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik yang masih memberikan dukungan terhadap emas, kenaikan suku bunga yang baru ditetapkan oleh The Fed tetap memberikan dampak terhadap pergerakan logam mulia.

Selain itu, penguatan harga emas pada pekan lalu juga dapat menjadi pertimbangan bagi investor. Setelah harga mengalami kenaikan, sebagian investor melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan profit taking atau merealisasikan keuntungan.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Pergerakan harga emas kini memasuki area penting yang akan menentukan arah selanjutnya. Level USD4.400 menjadi batas yang perlu dilewati untuk membuka ruang bagi penguatan berikutnya. Jika level tersebut berhasil ditembus, area resistance selanjutnya berada di sekitar USD4.500 dan USD4.565.

Sebaliknya, tekanan jual dapat kembali meningkat apabila emas kehilangan level support USD4.235. Dalam kondisi tersebut, harga emas berisiko bergerak turun menuju kisaran USD4.100 hingga USD4.000.

Di tengah sejumlah level penting tersebut, pelaku pasar tampaknya masih mengambil sikap wait and see. Penguatan yang telah terjadi sepanjang pekan lalu membuat investor cenderung menahan diri sembari menunggu perkembangan sentimen baru yang dapat menentukan arah harga berikutnya.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pertemuan antara pejabat AS dan China. Menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini, delegasi kedua negara telah lebih dahulu bertemu di New York. Delegasi AS dipimpin Menteri Keuangan Scott Bessent, sedangkan delegasi China dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng.

Bessent menyampaikan bahwa pertemuan tersebut telah menghasilkan ikatan yang kuat dalam bidang perdagangan serta pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perkembangan tersebut menjadi bagian dari sentimen yang turut diperhatikan pasar menjelang pertemuan Trump dan Xi.

Strategist MLive Bloomberg Mark Cranfield menyebut bahwa investor memperkirakan pertemuan kedua pemimpin tersebut akan membawa narasi yang pro-bisnis sekaligus optimistis. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu perkembangan yang akan dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah harga emas.

Sementara itu, UniCredit mempertahankan proyeksi harga emas yang berada pada posisi netral hingga sedikit positif untuk akhir 2026. Bank tersebut memperkirakan harga emas berada dalam kisaran USD4.300 hingga USD5.000. Permintaan dari bank sentral dan investor masih menjadi faktor yang menopang emas, meskipun tingkat suku bunga yang tinggi tetap membatasi ruang kenaikan.

Dari perspektif teknikal harian (daily time frame), emas saat ini berada di zona bullish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari tercatat di level 50. Namun, posisi tersebut tepat berada pada ambang batas 50 sehingga kondisi emas sebenarnya masih cenderung netral.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 62. Posisi tersebut menempatkan emas di area beli (long) dengan kekuatan yang cukup terlihat. Dengan kondisi teknikal tersebut, pelaku pasar masih perlu mencermati pergerakan harga di sekitar level support dan resistance yang menjadi batas penting bagi arah emas selanjutnya.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Harga emas hari ini 20
Berita, Emas, Kabar Emas
Kembali Berada di Bawah USD4.000, Harga Emas Hari Ini Senin, 20 Juli 2026 Tertekan Dolar dan Harga Minyak
Senin, 20 Juli 2026
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
Cara menemukan perhiasan hilang
Trivia
5 Cara Menemukan Perhiasan yang Hilang: Jangan Panik, Coba Ini Dulu!
Kamis, 19 Juni 2025