Harga emas hari ini masih berada di bawah tekanan kuat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Berdasarkan data perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 harga emas dunia berada di level USD4.059,64 per troy ons atau melemah 0,33%.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, harga emas ditutup di posisi USD4.073,46 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam sebesar 4,43% dalam sehari. Koreksi tersebut sekaligus membawa harga emas ke level terendah sejak November 2025 atau sekitar tujuh bulan terakhir.
Pelemahan ini juga memperpanjang tren negatif harga emas menjadi empat hari perdagangan berturut-turut. Dalam periode tersebut, harga emas telah terkoreksi sekitar 9,28% secara point-to-point. Salah satu sentimen utama yang menekan harga emas datang dari meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bernegosiasi dan harus menerima konsekuensinya. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan besar apabila kesepakatan damai gagal tercapai.
Ketegangan semakin meningkat setelah United States Central Command mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat kembali melakukan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu sore waktu setempat. Dalam pernyataannya, militer Amerika Serikat menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas agresi Iran yang dinilai terus berlanjut.
Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar berbagai fasilitas strategis milik Iran, termasuk pusat komando dan kendali, gudang amunisi, hingga fasilitas logistik militer. Langkah tersebut menjadi babak terbaru dari eskalasi konflik Washington-Teheran yang semakin memanas setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas aksi militer Amerika terhadap berbagai target Iran di sekitar Selat Hormuz.
Memanasnya konflik di kawasan tersebut mendorong harga energi kembali meningkat. Harga minyak Brent pada perdagangan kemarin ditutup naik 1,8% ke level USD93,1 per barel. Sementara pada perdagangan pagi ini, harga Brent kembali menguat 2,39% menjadi USD95,32 per barel.
Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Jika tekanan inflasi terus meningkat, bank sentral di berbagai negara akan semakin sulit untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Bahkan, opsi yang lebih mungkin diambil adalah mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga acuan.
Harga Emas Hari Ini Kamis, 11 Juni 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas di Indonesia hari ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di pasar global. Setelah beberapa hari terakhir terus melemah, harga emas Antam kembali mengalami koreksi yang cukup signifikan. Pada Kamis, 11 Juni 2026 harga beli emas Antam turun sebesar Rp24.000 per gram.
Sebelumnya harga beli emas Antam berada di angka Rp2.713.000 per gram, dan hari ini berada di level Rp2.689.000 per gram. Penurunan yang lebih tajam terjadi pada harga buyback. Hari ini, harga buyback yang ditawarkan Antam berada di angka Rp2.395.000 per gram atau turun Rp92.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.487.000 per gram.
Perbedaan besaran koreksi antara harga beli dan harga buyback mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah volatilitas yang sangat tinggi. Penurunan buyback yang jauh lebih dalam juga dapat mencerminkan upaya penyesuaian risiko oleh pihak penyedia emas terhadap potensi fluktuasi harga yang masih besar dalam jangka pendek.
Koreksi tidak hanya terjadi pada emas fisik, tetapi juga merambat ke emas digital. Pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.434.935 per gram. Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya, maka harga emas digital mengalami penurunan sebesar Rp9.564 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pelaku pasar saat ini masih mencari sentimen positif yang mampu menghentikan tekanan beruntun terhadap harga emas. Trader logam independen Tai Wong mengatakan bahwa pasar sangat membutuhkan kabar baik setelah kuatnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu serta meningkatnya ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus mengalami peningkatan. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 67% bahwa bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Meski begitu, data inflasi inti Amerika Serikat terbaru menunjukkan hasil yang relatif moderat. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan inflasi inti yang tidak memasukkan komponen energi dan pangan naik 0,2% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan.
Data inflasi yang relatif terkendali membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan 17 Juni mendatang. Meski peluang kenaikan suku bunga masih tetap terbuka, pasar saat ini memperkirakan langkah tersebut baru akan dipertimbangkan pada akhir tahun.
Di tengah tekanan jangka pendek yang masih kuat, analis strategi pasar Sprott Asset Management, Paul Wong, menilai bahwa sejumlah faktor fundamental seperti, inflasi global, pembelian emas oleh bank sentral, serta kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang, masih mendukung prospek emas dalam jangka panjang.
Secara teknikal, harga emas masih berada dalam zona bearish yang sangat kuat. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 24. Sinyal tersebut diperkuat oleh indikator Stochastic RSI yang telah jatuh ke level 0. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual sudah berada pada titik ekstrem.
Oleh karena itu, meskipun tren utama masih cenderung menurun, harga emas berpeluang mengalami technical rebound dalam jangka pendek setelah mengalami koreksi yang sangat dalam selama beberapa hari terakhir.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


