Berita, Emas, Kabar Emas
Konflik Geopolitik Kembali Memanas, Harga Emas Hari Ini Senin, 6 April 2026 Terkoreksi
Dayinta
Senin, 06 April 2026
Harga Emas Hari Ini 6

 Harga emas hari ini Senin, 6 April 2026 kembali menunjukkan tekanan signifikan di awal perdagangan. Harga emas dunia tercatat berada di level USD4.614,43 per troy ons atau turun tajam 1,31% hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah pasar dibuka. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang, tepatnya Kamis, 2 April 2026 harga emas juga tercatat merosot 1,72%. Sementara itu, perdagangan pada hari Jumat ditutup karena perayaan Jumat Agung. Secara keseluruhan, tekanan terhadap emas memang sudah berlangsung cukup lama.

Sepanjang Maret 2026, harga emas tercatat anjlok lebih dari 11% dan bahkan telah turun sekitar 26% dari posisi puncaknya pada 29 Januari 2026. Penurunan tajam ini menghapus nilai pasar lebih dari USD 2 triliun, menandakan perubahan besar dalam persepsi pasar terhadap emas, dari aset safe haven menjadi sumber likuiditas bagi investor.

Dari sisi geopolitik, situasi di Timur Tengah justru semakin memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperpanjang tenggat pembukaan Selat Hormuz sekaligus melontarkan ancaman terhadap infrastruktur strategis.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan menyebut akan menghadirkan “neraka” bagi Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Namun di sisi lain, Iran tetap pada posisinya dan terus melanjutkan aksi militer di kawasan, termasuk terhadap wilayah yang menjadi basis kepentingan Amerika Serikat.

Kondisi ini menciptakan dinamika pasar yang cukup kompleks. Di satu sisi, adanya perpanjangan tenggat membuka peluang diplomasi. Namun di sisi lain, eskalasi retorika dan ancaman terhadap infrastruktur energi meningkatkan risiko gangguan besar terhadap pasokan minyak global.

Aktivitas militer yang terus berlangsung juga memperkuat indikasi bahwa konflik berpotensi berlangsung lebih lama, sehingga pelaku pasar kini terus menimbang antara peluang de-eskalasi dan risiko krisis energi yang lebih luas. Meski ketegangan geopolitik biasanya menjadi pendorong kenaikan emas, kondisi kali ini justru berbeda.

Penurunan harga emas lebih dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi. Lonjakan harga minyak mendorong permintaan dolar secara global, sehingga memperkuat mata uang tersebut dan membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga Emas Hari Ini Senin, 6 April 2026 di Indonesia

Sejalan dengan harga emas dunia, harga emas di Indonesia hari ini juga mengalami penurunan. Pada Senin, 6 April 2026 harga beli emas Antam tercatat di level Rp2.831.000 per gram, turun Rp26.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp2.857.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback yang ditawarkan oleh Antam. Kini posisinya berada di angka Rp2.550.000 per gram, atau terkoreksi Rp27.000 dari posisi di pekan sebelumnya yaitu Rp2.577.000 per gram.

Koreksi serupa juga terjadi pada emas digital. Harga emas digital di aplikasi Treasury pada pukul 10.00 WIB tercatat sebesar Rp2.651.225 per gram. Angka ini turun sekitar Rp16.600 dibandingkan dengan harga penutupan pekan sebelumnya yang berada di Rp2.667.825 per gram.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Ke depan, pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan sinyal sikap yang lebih hawkish dengan menegaskan bahwa risiko inflasi masih cukup tinggi. Hal ini membuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin menurun.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor cenderung beralih ke obligasi atau instrumen berbasis kas. Meski demikian, dukungan terhadap emas belum sepenuhnya hilang. Permintaan dari bank sentral global masih terjaga kuat, yang menjadi penopang penting bagi harga dalam jangka panjang.

Fokus pasar saat ini juga tertuju pada berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk data inflasi dan indikator tenaga kerja yang akan menjadi penentu arah kebijakan berikutnya. Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa bank sentral masih bersikap hati-hati.

The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga serta merevisi proyeksi pertumbuhan dan inflasi sedikit lebih tinggi. Data inflasi berbasis pengeluaran pribadi (PCE) yang akan dirilis dalam waktu dekat menjadi sorotan utama, mengingat tekanan inflasi diperkirakan masih akan meningkat, terutama akibat kenaikan harga energi.

Dari sisi proyeksi, sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan pandangan positif terhadap emas dalam jangka panjang. Goldman Sachs, tetap optimis harga emas dapat mencapai USD5.400 per troy ons pada akhir tahun. Sementara UBS sedikit merevisi proyeksi harga emas jangka pendeknya ke kisaran USD 5.200 per ons pada akhir Juni.

Secara teknikal, emas masih berada dalam zona bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 45, menandakan tren lemah. Namun di sisi lain, indikator Stochastic RSI berada di level 77, yang menunjukkan bahwa emas sudah mendekati area overbought.

Kondisi ini menandakan potensi pergerakan yang masih fluktuatif dalam jangka pendek, dengan risiko koreksi lanjutan tetap terbuka meski peluang rebound juga mulai muncul.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan! 

Artikel Populer
Tips Keuangan
Ciri Unik Zodiak Gemini Ketika Mengelola Uang, Apa Saja
Kamis, 18 Mei 2023
Kenapa Harga Emas Naik
Trivia
Kenapa Harga Emas Naik? Simak 5 Alasannya Di sini!
Minggu, 25 Agustus 2024
why gold is valuable why gold is expensive Gold Facts Why Gold Matters digital gold investment gold investments
Trivia
Apa Itu Emas? Kenali Berbagai Jenis dan Fungsi Emas di Kehidupan
Selasa, 19 November 2024