Harga emas hari ini Senin, 2 Maret 2026 kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga emas dunia tercatat naik 1,4% ke level USD5.360,49 per troy ons. Capaian ini menandai pertama kalinya emas kembali menyentuh area USD5.300 sejak Desember 2025 lalu.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, harga emas global berada di posisi USD5.277,29 per troy ons, menguat 1,74% dalam sehari. Level tersebut juga menjadi yang tertinggi dalam sebulan terakhir atau sejak 30 Januari 2026. Secara mingguan, emas bahkan mencatat kenaikan 3,41%, mencerminkan kuatnya sentimen positif pada emas.
Lonjakan harga emas dipicu oleh meningkatnya tensi di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia.
Sebagai respons, Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Perkembangan konflik yang memanas sejak Sabtu, 28 Februari 2026 memicu kekhawatiran global.
Laporan mengenai korban jiwa dan kerusakan infrastruktur terus bertambah, meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan internasional. Dalam situasi seperti ini, emas kembali menjadi sorotan sebagai aset safe haven yang diburu investor untuk melindungi nilai portofolio.
Selain faktor geopolitik, terdapat sejumlah pendorong lain yang menopang harga emas. Salah satunya datang dari langkah agresif bank sentral, khususnya di negara berkembang, yang terus menambah kepemilikan emasnya. Rata-rata pembelian mencapai sekitar 60 ton setiap bulan, mencerminkan upaya diversifikasi cadangan devisa.
Di sisi lain, meningkatnya kekhawatiran atas defisit fiskal serta beban utang pemerintah Amerika Serikat membuat emas semakin dilirik sebagai instrumen lindung nilai. Investor institusi menilai logam mulia ini mampu menjadi pelindung portofolio dari potensi risiko sistemik yang bisa muncul akibat tekanan fiskal tersebut.
Sentimen positif lainnya berasal dari ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga. Ditambah dengan ketegangan geopolitik yang belum mereda serta ketidakpastian politik menjelang pemilu sela di Amerika Serikat, kondisi ini terus menjaga posisi emas sebagai aset safe haven pilihan di tengah dinamika global.
Harga Emas Hari Ini Senin, 2 Maret 2026 di Indonesia
Kenaikan harga emas dunia langsung tercermin di pasar dalam negeri di awal pekan ini. Pada Senin, 2 Maret 2026 harga beli emas Antam melonjak ke level Rp3.135.000 per gram, naik Rp50.000 dibandingkan harga akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp3.058.000 per gram. Harga buyback Antam juga ikut terkerek naik ke posisi Rp2.914.000 per gram.
Tren penguatan juga terlihat pada emas digital. Pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di Rp3.013.819 per gram, naik sekitar Rp59.000 dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di Rp2.954.888 per gram.
Kenaikan serempak ini terjadi seiring meningkatnya konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam kondisi ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman seperti emas, sehingga permintaan meningkat dan mendorong harga emas naik.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pelaku pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan kenaikan selama konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran belum mereda. Berdasarkan rangkuman berbagai laporan lembaga keuangan internasional oleh Kitco, pandangan terhadap prospek emas dalam jangka pendek menunjukkan variasi, meskipun mayoritas masih cenderung positif.
JPMorgan Chase memproyeksikan bahwa permintaan kuat dari bank sentral dan investor dapat mendorong harga emas mencapai USD6.300 per troy ons pada akhir 2026. Sementara itu, ANZ memperkirakan emas berpotensi menembus USD5.800 per troy ons pada kuartal kedua tahun ini.
Meski prospek emas terlihat kuat, tidak semua analis memandangnya secara optimistis. HSBC mengingatkan bahwa walaupun emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat, pergerakan harganya tetap berpotensi mengalami fluktuasi yang signifikan.
Senada dengan itu, Citigroup juga menyampaikan pandangan yang lebih berhati-hati. Bank tersebut memperkirakan terdapat kemungkinan sebesar 50% harga emas terkoreksi hingga menyentuh level USD3.650 per troy ons, apabila ekonomi Amerika Serikat memasuki fase pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, dan risiko geopolitik mereda secara substansial.
Secara teknikal, emas masih berada dalam tren bullish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 64, menunjukkan momentum penguatan masih dominan karena berada di atas level 50. Namun, indikator Stochastic RSI telah mencapai level 96, jauh di atas ambang 80 yang menandakan kondisi overbought.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


