Harga emas hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah sentimen pasar berbalik ke arah negatif. Pada Rabu, 8 Juli 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD4.096,72 per troy ons atau melemah 0,22%. Koreksi tersebut membuat harga emas kembali bergerak di kisaran USD4.000 per troy ons setelah sebelumnya sempat menguat pada awal pekan.
Tekanan terhadap emas juga terlihat pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Selasa, 7 Juli 2026 harga emas dunia berakhir di posisi USD4.105,7 per troy ons atau turun 1,39%. Pelemahan tersebut membuat harga emas terkoreksi dengan total sekitar 1,7% dalam dua hari perdagangan terakhir.
Perubahan arah harga emas dipengaruhi oleh kembali memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan laporan Bloomberg News, Kementerian Keuangan Amerika Serikat memutuskan mencabut pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran, sehingga minyak asal Iran kembali menghadapi hambatan untuk dipasarkan ke internasional.
Pemicu utama perubahan kebijakan tersebut adalah kembali memanasnya situasi keamanan di Selat Hormuz. Serangan yang diduga dilakukan Iran dilaporkan menyasar tiga kapal komersial yang tengah berlayar di kawasan tersebut.
Sebagai respons atas insiden itu, Pusat Komando Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Dalam pernyataannya melalui platform X, militer Amerika Serikat menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap serangan yang menyasar kapal-kapal komersial dengan awak sipil di perairan internasional.
Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah Brent melonjak 5,8% pada perdagangan sebelumnya hingga mencapai USD76,15 per barel. Kenaikan harga energi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi meningkatnya tekanan inflasi global.
Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Senin setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut sempat mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Namun, sentimen tersebut tidak bertahan lama. Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan kepada Reuters bahwa pelaku pasar mulai menyadari fokus utama The Fed masih tertuju pada upaya mengendalikan inflasi. Menurutnya, skenario suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama masih menjadi arah kebijakan yang paling mungkin ditempuh oleh bank sentral Amerika Serikat.
Harga Emas Hari Ini Rabu, 8 Juli 2026 di Indonesia
Koreksi harga emas dunia diikuti oleh penyesuaian harga emas di pasar domestik. Pada Rabu, 8 Juli 2026, harga beli emas Antam berada di level Rp2.641.000 per gram. Angka tersebut turun Rp14.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang masih berada di posisi Rp2.655.000 per gram.
Penurunan yang lebih besar justru terjadi pada harga buyback yang ditawarkan oleh Antam. Hari ini, harga buyback emas Antam tercatat sebesar Rp2.393.000 per gram atau lebih rendah Rp21.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.414.000 per gram.
Penyesuaian harga di dalam negeri tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat kembali memanasnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kemudian memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah kebijakan moneter.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury juga mengalami penyesuaian meski relatif terbatas. Berdasarkan data Rabu, 8 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital berada di level Rp2.471.731 per gram. Angka tersebut hanya naik tipis Rp456 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.471.275 per gram.
Meskipun perubahan harga pada hari ini tidak terlalu signifikan, emas digital Treasury sempat diperdagangkan di level Rp2.488.122 per gram pada perdagangan sebelumnya sebelum akhirnya kembali terkoreksi mengikuti pelemahan harga emas di pasar global.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Prospek harga emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Apabila ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat, harga energi diperkirakan akan tetap berada pada level tinggi sehingga berpotensi memicu tekanan inflasi secara global.
Apabila inflasi kembali meningkat, bank sentral di berbagai negara diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut cenderung kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Selain itu, perhatian investor kini juga tertuju pada risalah rapat The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu dan diperkirakan bisa memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral.
Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan harga emas memang lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed. Kini, kenaikan kembali harga minyak dunia semakin memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama.
Dari sisi teknikal, harga emas masih bergerak dalam tren bearish. Hal tersebut tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 43 sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI telah mencapai level 75 yang menandakan emas masih berada di area beli (long) yang cukup kuat.
Kondisi tersebut menunjukkan peluang pemulihan harga masih terbuka, meskipun arah pergerakan emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


