Harga emas hari ini kembali menguat pada awal pekan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada Senin, 27 Juli 2026 harga emas dunia berada di level USD4.086,64 per troy ons atau melambung 0,85%. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif yang mulai terlihat pada akhir pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, harga emas ditutup di posisi USD4.052,56 per troy ons atau menguat 0,13%. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas sebelumnya turun secara signifikan 2% pada perdagangan Kamis. Secara mingguan, harga emas masih berhasil menguat 0,89%. Kenaikan tersebut sekaligus memutus tren penurunan selama dua pekan berturut-turut sebelumnya.
Pergerakan positif tersebut tidak terlepas dari perkembangan terbaru di Timur Tengah. Setelah selama 13 hari berturut-turut melancarkan serangan ke Iran, Amerika Serikat tidak lagi melakukan serangan sejak Jumat lalu. Hingga kini, Washington belum memberikan penjelasan mengenai keputusan untuk menghentikan serangan tersebut.
Di sisi lain, Iran juga terlihat menahan diri untuk tidak melakukan aksi militer lanjutan. Sikap tersebut muncul setelah Teheran melakukan pembicaraan dengan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pembicaraan tersebut membuka peluang terciptanya rute alternatif untuk pengiriman minyak.
Perkembangan ini memberikan harapan bahwa ketegangan di kawasan dapat mulai memasuki fase yang lebih terkendali. Chief Global Strategist di Tokai Tokyo Intelligence Lab, Shoji Shirakawa, menilai tidak adanya serangan baru dapat membuka peluang bagi kedua negara untuk memasuki tahap perundingan.
Meredanya ketegangan tersebut juga langsung tercermin pada pasar energi. Harga minyak mengalami penurunan karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai berkurang. Pada akhir pekan lalu, harga minyak Brent bahkan ambruk lebih dari 2%. Penurunan harga minyak menjadi perkembangan yang cukup penting bagi harga emas.
Sebelumnya, kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil. Dengan tensi geopolitik yang mulai mereda dan harga minyak yang ikut turun, tekanan terhadap harga emas dari sisi inflasi juga berpotensi berkurang.
Namun, penguatan harga emas mulai kehilangan tenaga pada akhir pekan lalu karena perhatian investor kembali beralih pada prospek kebijakan The Fed, data ekonomi, serta risiko geopolitik lainnya. Artinya, investor masih memiliki sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan. Arah kebijakan moneter The Fed dan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi penentu penting.
Harga Emas Hari Ini Senin, 27 Juli 2026 di Indonesia
Sejalan dengan penguatan harga emas dunia, harga emas di Indonesia juga ikut naik pada awal pekan. Meredanya ketegangan geopolitik yang turut mendorong penurunan harga energi memberikan sentimen positif bagi pasar emas.
Pada Senin, 27 Juli 2026, harga beli emas Antam naik Rp10.000 per gram dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.612.000 per gram menjadi Rp2.622.000 per gram. Kenaikan yang lebih besar terjadi pada harga buyback emas Antam. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.370.000 per gram atau naik Rp18.000 dibandingkan harga pada akhir pekan lalu.
Tidak hanya harga emas dunia dan harga emas Antam, harga emas digital di aplikasi Treasury juga menguat pada awal pekan ini. Pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di level Rp2.455.782 per gram. Harga tersebut naik Rp34.570 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di posisi Rp2.421.212 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pekan ini menjadi salah satu periode penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya. Pasar akan menyoroti rapat The Fed, rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat, serta data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi salah satu acuan utama bank sentral Amerika Serikat.
Data-data tersebut akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga. Pelaku pasar kini semakin memperkirakan bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September, meskipun suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan pada rapat pekan depan.
Selain kebijakan moneter, kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump terhadap sekitar 60 negara juga turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi. Jika tarif tersebut mendorong kenaikan harga barang, tekanan inflasi dapat kembali meningkat dan memengaruhi keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya.
Oleh karena itu, data ekonomi yang lebih lemah berpotensi memperkuat peluang pelonggaran moneter dan memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat memperkuat sikap hawkish The Fed sehingga memberikan tekanan terhadap emas.
Dari sisi permintaan, China juga memberikan sentimen positif bagi pasar emas. Impor emas China melonjak menjadi sekitar 173 ton pada Juni, menjadi level tertinggi sejak Maret 2024. Namun, peningkatan impor tersebut belum sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan domestik secara keseluruhan.
Secara teknikal, harga emas masih tersangkut di zona bearish. Hal tersebut terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 40 menandakan bahwa suatu aset sedang berada dalam posisi bearish. Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 19 menunjukkan bahwa emas sudah tergolong jenuh jual atau oversold.
Kondisi oversold tersebut membuka peluang terjadinya pemulihan harga apabila muncul sentimen positif yang cukup kuat. Namun, selama tekanan dari kebijakan moneter dan data ekonomi Amerika Serikat masih membayangi pasar, investor tetap perlu mencermati risiko bahwa harga emas dapat kembali bergerak volatil.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


