Harga emas dunia mengawali pekan dengan penguatan tipis setelah mengalami tekanan besar sepanjang pekan sebelumnya. Pada Senin, 26 Oktober 2026, harga emas berada di USD3.999,16 per troy ons atau naik 0,1%. Sebelumnya, pada Jumat, 23 Oktober 2026, harga emas ditutup melemah 0,7% ke USD3.995,52 per troy ons.
Level penutupan harga emas di pekan lalu menjadi terendah sejak 16 Juli 2026. Secara jika dilihat secara mingguan, harga logam emas telah mengalami penurunan sebesar 4,1%. Tekanan terhadap emas terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak dan prospek suku bunga acuan.
Ryan McKay, Commodity Strategist di TD Securities, menilai arus modal di pasar emas sedang berada dalam kondisi negatif dengan aksi jual yang tinggi. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat harga emas kesulitan mempertahankan posisinya. Kenaikan harga minyak dunia juga ikut memperburuk kekhawatiran pasar.
Konflik di Timur Tengah yang belum mereda mendorong harga minyak jenis Brent melonjak 6,24% secara point-to-point sepanjang pekan lalu. Harga energi yang tinggi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi global, sehingga bank sentral, termasuk The Fed menghadapi tantangan untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Perhatian investor kini tertuju pada keputusan kebijakan The Fed yang akan diumumkan pada Rabu waktu Amerika Serikat atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Selama ini, kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka panjang atau higher for longer menjadi salah satu tantangan utama bagi emas.
Berbeda dengan aset yang menghasilkan bunga, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga bertahan tinggi. Jika The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar Amerika Serikat berpotensi menguat dan kembali menekan harga emas.
Sebaliknya, sinyal pelonggaran moneter dapat melemahkan dolar dan membuka ruang bagi pemulihan logam mulia. Selain keputusan The Fed, pasar juga akan mencermati kebijakan bank sentral lain, termasuk Bank of Japan (BOJ), European Central Bank (ECB), Bank of Canada (BoC), dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Di tengah tekanan jangka pendek, pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi salah satu penopang permintaan dalam jangka panjang. Polandia menambah 97,8 ton emas hingga Agustus, sehingga total cadangannya mencapai 647,98 ton. China juga melanjutkan akumulasi emas hingga kepemilikannya mencapai 2.386,55 ton setelah menambah 80,2 ton.
Harga Emas Hari Ini Senin, 26 Oktober 2026 di Indonesia
Berbeda dengan harga emas dunia yang mulai menguat, harga emas Antam di Indonesia belum menunjukkan perubahan pada awal pekan. Pada Senin, 26 Oktober 2026, harga beli emas Antam tetap berada di Rp2.540.000 per gram, sama seperti penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.
Harga buyback Antam juga tidak mengalami perubahan. Harga jual kembali emas tersebut masih berada di Rp2.335.000 per gram, mempertahankan level yang sama seperti pada akhir pekan lalu. Maka, baik harga beli maupun buyback Antam belum mengikuti penguatan tipis yang terjadi di pasar emas dunia.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury bergerak naik. Pada Senin, 26 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.386.264 per gram. Angka tersebut meningkat Rp12.527 per gram dibandingkan harga perdagangan sebelumnya sebesar Rp2.373.737 per gram.
Perbedaan pergerakan harga tersebut berkaitan dengan frekuensi pembaruan harga masing-masing produk. Harga emas digital Treasury diperbarui setiap menit sehingga lebih cepat mencerminkan perubahan harga dan sentimen pasar secara real time. Sementara harga emas Antam diperbarui satu kali sehari pada awal perdagangan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Prospek harga emas pada pekan ini masih dipengaruhi oleh tarik-menarik antara tekanan jual dari spekulan jangka pendek dan minat investor jangka panjang yang tetap mempertahankan kepemilikannya. Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menilai level USD4.000 per troy ons menjadi ujian psikologis penting bagi pasar.
Level support berikutnya yang perlu dicermati apabila tekanan jual berlanjut adalah USD3.970 per troy ons. Menurut Hansen, posisi jual spekulatif berpotensi mendekati level ekstrem. Kondisi ini dapat membuka peluang pemulihan apabila indikator teknikal mulai membaik. Namun, harga emas perlu kembali menembus USD4.230 per troy ons untuk memperkuat sinyal bahwa fase koreksi telah berakhir.
Pemulihan yang lebih berkelanjutan juga berpotensi menunggu berakhirnya kontrak berjangka emas Desember pada akhir November, ketika tekanan akibat penyesuaian posisi perdagangan dan likuiditas diperkirakan mereda.
Dari sisi fundamental, Kepala Divisi Logam Britannia Global Markets, Neil Welsh, menilai pelemahan emas saat ini lebih mencerminkan perubahan momentum pasar daripada hilangnya seluruh faktor yang mendukung emas dalam jangka panjang.
Namun, Direktur Pengembangan Bisnis XS.com, Simon-Peter Massabni, menekankan pentingnya stabilitas di Timur Tengah untuk meredakan tekanan secara berkelanjutan, terutama melalui pengurangan risiko lonjakan harga energi dan gangguan pasokan.
Kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi salah satu faktor utama yang dapat menentukan arah pergerakan emas. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 4% hingga 4,25% pada rapat Oktober hanya mencapai 9,4%. Sementara itu, probabilitas kenaikan pada pertemuan Desember tercatat sebesar 72,1%.
Analis Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menilai investor masih perlu berhati-hati dalam waktu dekat. Aksi jual besar-besaran yang terjadi belakangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa risiko inflasi masih membayangi pasar. Apabila tekanan inflasi bertahan dan mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi, emas berpotensi kembali menghadapi tekanan.
Secara teknikal, emas masih berada di zona bearish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) berada di level 38 yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, Stochastic RSI berada di level 11 yang menandakan kondisi jenuh jual atau oversold.
Kondisi jenuh jual tersebut membuka peluang terjadinya pemulihan teknikal, meskipun belum memastikan bahwa tren penurunan telah berakhir. Harga emas masih berpeluang naik pada pekan ini, tetapi keberlanjutan penguatannya akan bergantung pada kemampuan harga bertahan di sekitar USD4.000 per troy ons, perkembangan inflasi, serta sinyal kebijakan suku bunga The Fed.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


