Berita, Emas, Kabar Emas
Meski Tekanan Global Masih Membayangi, Harga Emas Hari Ini Senin, 8 Juni 2026 Berhasil Menguat Tipis di Awal Pekan
Dayinta
Senin, 08 Juni 2026
Harga Emas Hari Ini 8

Harga emas hari ini masih bergerak terbatas di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar. Pada Senin, 8 Juni 2026 harga emas dunia berada di level USD4.325,41 per troy ons atau melemah tipis 0,08%. Sebelumnya, pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat, 5 Juni 2026 harga emas dunia ditutup di posisi USD4.328,80 per troy ons.

Angka penurunan harga emas di pekan lalu mencerminkan penurunan tajam sebesar 3,24% dalam sehari. Koreksi tersebut menjadi salah satu pelemahan harian terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan tersebut juga menyeret harga emas ke titik terendah sejak 31 Desember 2025.

Vice President EBG Commodity & Currency Research JM Financial Services Ltd, Pranav Mer, menilai bahwa pergerakan logam mulia seperti emas dan perak saat ini masih berada dalam fase koreksi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar masih belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan harga secara signifikan.

Pandangan serupa disampaikan oleh VP Research Analyst Commodity and Currency LKP Securities, Jateen Trivedi. Menurutnya, kinerja emas sepanjang pekan lalu relatif lemah karena perhatian investor beralih ke pasar energi setelah harga minyak mentah mengalami kenaikan. Akibatnya, daya tarik emas sebagai aset safe haven menjadi berkurang.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan, terutama dari sektor manufaktur dan pasar tenaga kerja, ikut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan di level tinggi dalam waktu yang lebih lama. Di saat yang sama, arus keluar dana dari instrumen ETF berbasis emas memberikan tekanan tambahan.

Salah satu faktor utama yang memicu tren penurunan harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Indeks dolar tercatat berada di level 100,14, yang merupakan posisi tertinggi sejak akhir Maret 2026. Penguatan mata uang tersebut membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, terutama dari negara-negara konsumen besar seperti India.

Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan baru pada hari Minggu. Peristiwa ini terjadi setelah kawasan tersebut sempat menikmati gencatan senjata yang disepakati pada awal April lalu. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dirinya masih menginginkan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan negosiasi.

Konflik yang kini telah memasuki bulan keempat tersebut terus mengganggu distribusi energi global melalui Selat Hormuz. Gangguan tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi ini membuat bank sentral di berbagai negara lebih cenderung mempertahankan bahkan menaikkan suku bunganya.

Harga Emas Hari Ini Senin, 8 Juni 2026 di Indonesia

Setelah mengalami tren penurunan sepanjang pekan lalu, harga emas hari ini di Indonesia dibuka dengan penguatan tipis. Pada Senin, 8 Juni 2026 harga beli emas Antam tercatat naik Rp5.000 dari posisi sebelumnya Rp2.738.000 per gram menjadi Rp2.743.000 per gram. Kenaikan yang lebih besar justru terjadi pada harga buyback. Hari ini, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.540.000 per gram, meningkat Rp9.000.

Sejalan dengan pergerakan emas fisik, harga emas digital di aplikasi Treasury juga sempat menunjukkan penguatan meskipun masih terbatas. Pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital tercatat berada di level Rp2.565.257 per gram. Angka tersebut naik sekitar Rp609 dibandingkan harga penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di posisi Rp2.564.648 per gram.

Meski demikian, kenaikan yang terjadi pada awal pekan ini masih belum cukup kuat untuk mengindikasikan perubahan tren secara keseluruhan. Pergerakan harga emas di Indonesia masih relatif terbatas sehingga pasar masih berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu sentimen baru dari pasar global.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Ke depan, Jateen Trivedi memperkirakan harga emas dan perak masih berpotensi bergerak di bawah kisaran USD4.400 hingga USD4.500 per troy ons. Proyeksi tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan dari faktor suku bunga tinggi dan penguatan dolar Amerika Serikat yang membebani pasar emas.

Meski demikian, lembaga riset asal Inggris, Metals Focus, dalam laporan Gold Focus 2026 menilai tekanan yang terjadi saat ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Menurut mereka, perubahan ekspektasi suku bunga global serta konflik yang melibatkan Iran memang menjadi faktor yang menekan harga emas dalam beberapa bulan terakhir, namun belum mengubah prospek jangka panjang emas.

Metals Focus meyakini bahwa setelah dampak konflik Iran mulai mereda, harga emas berpotensi kembali melanjutkan tren kenaikannya. Lembaga tersebut juga menilai faktor-faktor yang mendorong reli emas sepanjang tahun lalu masih akan tetap relevan sepanjang 2026 bahkan hingga beberapa tahun mendatang.

Dukungan terhadap harga emas juga datang dari aktivitas pembelian bank sentral. Para pelaku pasar saat ini mencermati langkah People's Bank of China (PBoC) yang menambah sekitar 10 ton emas ke dalam cadangannya pada bulan lalu. Angka tersebut menjadi pembelian bulanan terbesar sejak 2024 dan memperpanjang tren akumulasi emas oleh bank sentral China menjadi 19 bulan berturut-turut.

Sementara itu, Head of Investment Strategy Wisdom Tree, Kevin Flanagan, memperkirakan The Fed akan mulai menghilangkan nada dovish atau kecenderungan penurunan suku bunga dalam pertemuan 16-17 Juni mendatang. Jika skenario tersebut terjadi, maka kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menjadi tantangan tambahan bagi harga emas.

Secara teknikal, harga emas masih berada di area bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 35 menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga. Namun, indikator Stochastic RSI yang berada di level 11 menandakan kondisi jenuh jual (oversold).

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun tren utama masih cenderung melemah, peluang terjadinya technical rebound atau pemantulan harga dalam jangka pendek tetap terbuka apabila muncul sentimen positif yang mampu mendorong minat beli investor.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
ciri tanah yang mengandung emas
Trivia
5 Ciri-Ciri Tanah Yang Mengandung Emas Tapi Banyak Yang Ga Sadar!
Rabu, 30 April 2025
Tips Keuangan
Harga BBM Beneran Naik, Dompet Aman Nggak Nih
Selasa, 06 September 2022
Promo Meriah 2026
Promo
Mei Banyak Promo, Hadiah, dan Diskon Emas hingga 99%! 🥳
Jumat, 01 Mei 2026