Harga emas dunia mulai menunjukkan pemulihan pada perdagangan hari ini. Harga emas dunia pada Rabu, 25 Maret 2026 tercatat menguat 0,69% ke level USD4.504,49 per troy ons. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 24 Maret 2026 lalu harga emas ditutup di posisi USD4.473,59 per troy ons.
Harga emas dunia kemarin ditutup menguat sebesar 1,54%. Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah emas mengalami tekanan panjang. Kondisi tersebut menjadi kabar positif bagi pasar, mengingat sebelumnya harga emas sempat mengalami penurunan selama sembilan hari berturut-turut dengan total pelemahan mencapai sekitar 15%.
Tekanan yang cukup dalam tersebut kini mulai mereda seiring munculnya sentimen baru di pasar global. Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan emas datang dari perkembangan geopolitik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Selasa, 24 Maret 2026, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat kemajuan dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah memperoleh sejumlah konsesi penting dari pihak Teheran.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap tepat di Iran guna mencapai kesepakatan damai. Ia juga menambahkan bahwa Iran disebut memiliki keinginan kuat untuk mencapai penyelesaian konflik tersebut.
Namun, pihak Iran masih membantah adanya kesepakatan atau perkembangan signifikan terkait upaya tersebut. Perbedaan pernyataan ini menunjukkan bahwa situasi masih belum sepenuhnya jelas, meskipun pasar mulai merespons secara positif.
Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, Nicky Shiels, menyebut bahwa laporan terkait potensi gencatan senjata telah memberikan dorongan sentimen yang cukup kuat di pasar. Pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg News, mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap kemungkinan stabilisasi kondisi geopolitik.
Harapan akan perdamaian di Timur Tengah juga berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah jenis Brent dan light sweet dilaporkan turun tajam, masing-masing sekitar 4% pada pagi hari. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi bahwa pasokan energi global akan kembali stabil jika konflik mereda.
Jika situasi di kawasan Teluk benar-benar membaik, lonjakan harga energi diperkirakan akan mereda. Kondisi ini berpotensi menekan risiko inflasi global, sekaligus membuka kembali peluang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Harapan tersebut turut menjadi faktor yang mendukung penguatan harga emas.
Harga Emas di Indonesia Hari Ini Rabu, 25 Maret 2026
Setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, harga emas hari ini di Indonesia akhirnya kembali menunjukkan kenaikan. Pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, harga beli emas Antam tercatat naik sebesar Rp7.000. Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam bergerak dari posisi sebelumnya Rp2.843.000 per gram menjadi Rp2.850.000 per gram.
Hal serupa juga terjadi pada harga buyback yang ditawarkan oleh Antam. Setelah sebelumnya mengalami penurunan ketika harga beli stagnan, pada hari ini harga buyback justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp27.000 dari Rp2.480.000 per gram menjadi Rp2.507.000 per gram.
Di sisi lain, pasar emas digital juga menunjukkan tren yang sejalan. Berdasarkan data pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.627.192 per gram. Jika dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.575.482 per gram, maka terjadi kenaikan sekitar Rp51.710.
Secara umum, pergerakan harga emas di Indonesia memang cenderung mengikuti arah harga emas dunia yang dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, termasuk kondisi geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter.
Baca Juga: Masih di Zona Bearish, Harga Emas Hari Ini Selasa, 24 Maret 2026 Kembali Melemah – Treasury
Prediksi Harga Emas Mendatang
Konflik yang terjadi di kawasan Iran telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global. Perang tersebut secara efektif mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia yang melewati Selat Hormuz, sehingga mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, bank-bank sentral utama dunia menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah kebijakan jika lonjakan harga akibat konflik berkembang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa risiko makroekonomi masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Analis dari Commerzbank menilai bahwa pergerakan harga emas belakangan ini menunjukkan dinamika yang cukup ekstrem. Mereka menyebut bahwa penurunan harga terbaru kemungkinan sama berlebihannya dengan kenaikan tajam yang terjadi pada awal tahun. Artinya, pergerakan emas saat ini mencerminkan perubahan dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya.
Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek, menilai bahwa jika konflik terus berlanjut dan harga energi tetap meningkat, kondisi tersebut justru tidak menguntungkan bagi emas. Ia memperkirakan bahwa emas masih berpotensi mengalami tekanan pada kuartal kedua tahun ini.
Meski demikian, Bart Melek juga menyampaikan bahwa prospek emas diperkirakan akan kembali menarik menjelang akhir tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan jangka pendek masih ada, potensi jangka panjang emas tetap diperhitungkan oleh pelaku pasar.
Dari sisi teknikal, emas masih berada di dalam zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 35, yang menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi. Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 26, yang menunjukkan bahwa emas masih berada di area jual atau short yang cukup kuat.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun harga mulai pulih, pergerakan ke depan masih berpotensi diwarnai fluktuasi sebelum tren yang lebih jelas terbentuk.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


