Harga emas hari ini bergerak nyaris stagnan setelah mencatatkan lonjakan signifikan pada akhir pekan lalu. Pada Senin, 10 Agustus 2026 harga emas dunia berada di posisi USD4.340,68 per troy ons atau melemah tipis 0,02%. Pergerakan tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan di pekan sebelumnya.
Pekan lalu di Jumat, 7 Agustus 2026 harga emas dunia naik secara signifikan sebesar 2,41% ke level USD4.341,71 per troy ons. Jika dihitung dalam sepekan, harga emas bahkan telah melesat 7,4%. Penguatan tersebut tidak terlepas dari pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya imbal hasil riil Amerika Serikat.
UBS dalam laporan prospek mingguannya menilai momentum penguatan dolar Amerika Serikat mulai kehilangan tenaga seiring kepercayaan pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan The Fed yang semakin berkurang. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi emas.
Dolar Amerika Serikat yang melemah membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sementara imbal hasil riil Amerika Serikat yang lebih rendah turut meningkatkan daya tarik emas. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed juga berpotensi mendorong investor kembali mencari aset safe haven seperti emas.
Sentimen terhadap kebijakan moneter tersebut semakin kuat setelah pasar mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi tenaga kerja Amerika Serikat. Pada akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa perekonomian Negeri Paman Sam kehilangan 28.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Juli.
Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan perekonomian Amerika Serikat akan menambah sekitar 80.000 lapangan kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja mulai mendingin dan dapat memberikan alasan tambahan bagi The Fed untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga.
Menurut UBS, apabila para pembuat kebijakan semakin menjadikan indikator inflasi dan pasar tenaga kerja tersebut sebagai pertimbangan utama, alasan untuk kembali menaikkan suku bunga akan menjadi jauh lebih lemah. Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi menjadi salah satu penopang harga emas dalam beberapa waktu ke depan.
Harga Emas Hari Ini Senin, 10 Agustus 2026 di Indonesia
Setelah mengikuti tren kenaikan harga emas dunia dalam sepekan terakhir, harga emas di Indonesia justru bergerak stagnan pada awal pekan. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih menunggu sentimen baru untuk menentukan arah harga berikutnya. Pada Senin, 10 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di level Rp2.690.000 per gram.
Harga tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan penutupan perdagangan pada akhir pekan lalu. Kondisi serupa juga terlihat pada harga buyback emas Antam. Pada akhir pekan sebelumnya, harga buyback berada di posisi Rp2.511.000 per gram dan masih bertahan di level yang sama hingga perdagangan hari ini.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury justru mengikuti pergerakan harga emas dunia yang mengalami koreksi pada awal pekan. Hari ini Senin, 10 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di posisi Rp2.558.908 per gram. Harga tersebut terkoreksi Rp12.148 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan pekan lalu.
Koreksi pada awal pekan ini masih tergolong wajar mengingat harga emas telah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Setelah mencatatkan reli yang cukup tinggi, sebagian investor berpotensi mengambil keuntungan melalui aksi profit taking, sehingga harga emas dapat mengalami sedikit tekanan meskipun tren besarnya masih positif.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Setelah mencatatkan penguatan lebih dari 7% dalam sepekan, ruang kenaikan harga emas masih terbuka cukup lebar. Analis UBS bahkan melihat potensi kenaikan yang signifikan dalam satu tahun ke depan. Dalam proyeksinya, UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai USD5.200 per troy ons pada Juni 2027.
Emas saat ini telah kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari dan 50 hari. Namun, posisinya masih berada di bawah tren 200 hari dan cukup jauh dari rekor Januari yang berada di atas USD5.590 per troy ons. Meski sempat mengalami koreksi tajam dari level tertinggi pada awal 2026, harga emas dalam 12 bulan terakhir masih mencatatkan kenaikan lebih dari 28%.
Sepanjang tahun ini saja, harga emas telah bergerak dalam rentang lebih dari USD1.600. Artinya, volatilitas yang tinggi masih menjadi bagian dari perjalanan emas menuju target tersebut. Pemulihan terbaru kembali membuka peluang bagi emas untuk mencapai target UBS sebesar USD5.200 per troy ons pada Juni 2027.
Salah satu sentimen utama yang akan menentukan arah harga emas pekan ini adalah data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026. Data inflasi tersebut menjadi penting karena pasar tengah mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan The Fed setelah data ketenagakerjaan Juli menunjukkan pelemahan.
Apabila inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, peluang The Fed untuk mempertahankan kebijakan yang lebih longgar dapat semakin terbuka dan menjadi sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, tekanan inflasi yang masih tinggi dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan membatasi ruang penguatan logam mulia.
Secara teknikal, emas masih berada di zona bullish. Hal tersebut terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 50. Meski berada di area bullish, RSI yang tepat di ambang batas 50 menunjukkan kondisi emas masih cenderung netral. Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 10.
Posisi yang jauh di bawah 20 menunjukkan emas sudah berada dalam kondisi sangat oversold. Kondisi tersebut dapat menjadi sinyal adanya peluang pemulihan harga, tetapi investor tetap perlu memperhatikan volatilitas setelah emas mencatatkan kenaikan tajam dalam sepekan terakhir.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


