Harga emas hari ini langsung mengalami tekanan signifikan pada awal pekan. Pada Senin, 20 April 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD4.769,13 per troy ons, atau melemah sebesar 1,23%. Penurunan ini membuat emas kembali terlempar dari level psikologis USD4.800 per troy ons, yang sebelumnya sempat berhasil ditembus.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan kinerjanya pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat, 17 April 2026 harga emas justru menguat sebesar 0,85% ke posisi USD4.828,3 per troy ons. Secara mingguan, emas bahkan masih mencatatkan kenaikan sebesar 1,7%, sekaligus melanjutkan tren positif yang telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut.
Tekanan terhadap harga emas hari ini dipicu oleh kembali melonjaknya harga minyak mentah. Kenaikan harga energi ini memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi inflasi global yang lebih tinggi. Dalam kondisi seperti ini, bank sentral Amerika Serikat cenderung menahan atau menunda rencana pemangkasan suku bunga.
Sebelumnya, menjelang akhir pekan, sempat muncul harapan meredanya ketegangan setelah Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial. Salah satu kapal yang berhasil melintasi jalur strategis tersebut adalah milik Pertamina International Shipping (PIS). Pembukaan ini sempat memberikan optimisme terhadap stabilitas pasokan energi global.
Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup setelah Israel masih melanjutkan serangan di Lebanon. Penutupan jalur vital ini kembali meningkatkan ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi.
Di sisi lain, Israel juga menetapkan jalur kuning di Lebanon, serupa dengan kebijakan yang sebelumnya diterapkan di Jalur Gaza. Melalui kebijakan ini, militer Israel melakukan operasi untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Langkah ini semakin memperkeruh situasi dan memperbesar risiko konflik berkepanjangan.
Juru Bicara Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa keputusan untuk kembali memblokade Selat Hormuz diambil karena adanya pelanggaran kepercayaan yang terjadi berulang kali. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa tensi geopolitik masih jauh dari kata mereda.
Sejalan dengan eskalasi tersebut, harga minyak mentah melonjak tajam pada perdagangan awal pekan. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 6,9% ke level USD89,61 per barel, sementara minyak Brent internasional menguat 5,6% ke posisi USD95,49 per barel. Lonjakan ini menjadi katalis utama yang menekan harga emas hari ini.
Selain itu, kenaikan harga minyak juga turut mendorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat. Pada Senin pagi, indeks dolar berada di level 98,24, meningkat dari posisi sebelumnya di 98,08. Penguatan dolar ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga turut menekan permintaan terhadap logam mulia.
Harga Emas Hari Ini Senin, 20 April 2026 di Indonesia
Sejalan dengan tekanan yang terjadi di pasar global, harga emas hari ini di Indonesia juga mengalami penurunan. Pada Senin, 20 April 2026, harga beli emas Antam tercatat berada di level Rp2.840.000 per gram, turun sebesar Rp44.000 dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp2.884.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback yang ditawarkan oleh Antam, meskipun nilainya tidak sebesar penurunan pada harga beli. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.640.000 per gram, atau turun Rp41.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.681.000 per gram. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga terjadi secara merata.
Tren koreksi juga dialami oleh harga emas digital. Pada Senin, 20 April 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di angka Rp2.736.009 per gram, turun sekitar Rp14.460 dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp2.750.469 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan akan berakhir pada 22 April mendatang. Wacana ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar. Pranay Mer dari JM Financial Services menyebut bahwa investor ETF mulai kembali masuk ke logam mulia dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya terjadi aksi likuidasi besar pada Maret.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati pergerakan harga minyak mentah serta sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti penjualan ritel, data sektor perumahan, hingga sentimen konsumen. Data awal PMI manufaktur dan jasa dari negara-negara besar juga akan menjadi perhatian utama investor dalam menentukan arah pasar.
Tidak hanya itu, pelaku pasar juga sedang menantikan sidang konfirmasi Senat Amerika Serikat untuk Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa. Warsh diperkirakan akan memberikan sinyal dovish terkait kebijakan moneter, yang berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Namun jika konflik terus berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, maka tekanan inflasi global akan sulit dihindari. Kondisi ini membuat bank sentral di berbagai negara menghadapi keterbatasan dalam menurunkan suku bunga, yang pada akhirnya menjadi tantangan bagi pergerakan harga emas.
Secara teknikal, harga emas saat ini masih berada di zona bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 49 menunjukkan bearish yang belum terlalu dalam sehingga masih tergolong netral. Sementara itu, indikator Stochastic RSI yang berada di level 43 menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada meski belum terlalu kuat.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


