Pada perdagangan awal pekan ini Senin, 23 Maret 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD 4.462,49 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,56% dibandingkan posisi sebelumnya. Hal ini menandakan tekanan jual masih berlanjut di pasar logam mulia.
Penurunan ini semakin memperpanjang tren negatif emas yang telah berlangsung selama delapan hari berturut-turut, dengan total koreksi mencapai 13,43%. Rentetan pelemahan ini menggambarkan bahwa sentimen pasar terhadap emas masih belum pulih. Jika ditarik lebih jauh ke belakang, sepanjang pekan lalu harga emas tercatat merosot hingga 10,58%.
Penurunan tersebut menjadi yang paling dalam sejak 4 Maret 1983, atau sekitar 43 tahun silam, sekaligus mencerminkan tekanan luar biasa dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat ditutup di posisi 99,56, sedikit lebih rendah dibandingkan level 99,64 pada penutupan Jumat pekan sebelumnya.
Meski mengalami sedikit pelemahan, pergerakan dolar tetap memberikan pengaruh signifikan terhadap dinamika harga emas. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan arah sentimen pasar. Jika sebelumnya faktor geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan emas, kini fokus beralih ke faktor makroekonomi.
Di sisi lain, harga minyak mentah terpantau naik pada Senin pagi. Kenaikan harga minyak mendorong permintaan terhadap dolar karena transaksi energi dilakukan dalam mata uang tersebut. Akibatnya, dolar menguat dan memberikan tekanan tambahan pada emas.
Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberikan tenggat waktu dua hari kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak dipenuhi, ia mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran. Iran pun merespons dengan ancaman balasan berupa penutupan total jalur tersebut.
Pada saat yang sama, Ketua The Fed, Jerome Powell, mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih ketat dengan memperingatkan potensi kenaikan inflasi. Dampaknya, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada Mei turun drastis dari 60% menjadi hanya 16%. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi membuat emas menjadi kurang menarik.
Harga Emas Hari Ini Senin, 23 Maret 2026 di Indonesia
Penurunan harga emas global turut berdampak pada pasar dalam negeri. Pada Senin, 23 Maret 2026 harga beli emas Antam dibuka di level Rp2.843.000 per gram, turun Rp50.000 dibandingkan harga penutupan pekan sebelumnya yang mencapai Rp2.893.000 per gram.
Hal serupa juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Nilainya ikut terkoreksi sebesar Rp50.000, dari Rp2.610.000 per gram menjadi Rp2.560.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan tekanan yang sejalan antara pasar global dan domestik.
Berbeda dengan tren tersebut, harga emas digital di aplikasi Treasury justru mengalami kenaikan. Pada Senin, 23 Maret 2026, harga beli emas digital tercatat di Rp2.630.551 per gram, naik sekitar Rp11.000 jika dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang berada di Rp2.619.062 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Walaupun mengalami tekanan cukup dalam dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas masih ditopang oleh permintaan yang kuat dari bank sentral. Salah satunya datang dari Bank Sentral China (PBOC) yang terus menambah cadangan emas selama 16 bulan berturut-turut sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset.
Saat ini, cadangan emas China telah mencapai 74,22 juta troy ounce dengan nilai mendekati USD387 miliar. Pembelian yang konsisten ini dinilai mampu menjadi penopang kuat bagi harga emas, bahkan di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Namun, tekanan terhadap emas diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat, terutama setelah perkembangan geopolitik terbaru. Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran dalam waktu 48 jam jika Selat Hormuz tidak segera dibuka sepenuhnya.
Menurut David Wilson, pola pergerakan emas saat ini memiliki kemiripan dengan periode krisis sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tiga siklus besar pada tahun 2008, 2020, dan 2022 lalu, emas sempat melemah di awal karena investor beralih ke dolar Amerika Serikat, sebelum akhirnya mengalami kenaikan yang berkelanjutan.
Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan penurunan hingga berada di bawah level 30. Kondisi ini sering diartikan sebagai fase oversold, yang membuka peluang terjadinya pemulihan harga dalam jangka menengah.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


