Mengambil keputusan finansial sering kali terasa membingungkan, terutama ketika Sobat dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari mengatur pengeluaran, menentukan porsi tabungan, hingga memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi. Padahal, tidak semua keputusan keuangan harus dihitung menggunakan rumus yang rumit.
Ada berbagai pedoman sederhana yang dapat membantu Sobat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan terarah. Dalam dunia keuangan, pedoman tersebut dikenal sebagai Rule of Thumb. Meski bukan aturan yang bersifat mutlak, konsep ini telah lama digunakan sebagai acuan praktis untuk membantu mengelola keuangan sehari-hari.
Berbagai Rule of Thumb juga banyak digunakan oleh perencana keuangan karena mudah dipahami dan diterapkan oleh pemula. Lalu, apa sebenarnya Rule of Thumb dalam dunia keuangan, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
Apa Itu Rule of Thumb?
Rule of Thumb adalah pedoman praktis atau aturan sederhana yang digunakan untuk membantu seseorang mengambil keputusan finansial tanpa harus melakukan perhitungan yang terlalu kompleks. Aturan ini umumnya disusun berdasarkan pengalaman, penelitian, maupun praktik yang telah digunakan secara luas dalam dunia keuangan.
Perlu dipahami bahwa Rule of Thumb bukanlah rumus yang selalu berlaku untuk semua orang. Kondisi keuangan setiap individu tentu berbeda, mulai dari tingkat pendapatan, jumlah tanggungan, tujuan finansial, hingga profil risiko. Karena itu, aturan ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal dalam menyusun strategi keuangan, bukan sebagai ketentuan yang harus diikuti secara mutlak.
Meski begitu, berbagai Rule of Thumb tetap bermanfaat karena mampu memberikan gambaran yang lebih jelas ketika Sobat harus menentukan prioritas keuangan. Pedoman ini juga membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih disiplin sehingga keputusan finansial dapat diambil secara lebih rasional.
Berikut adalah 10 Rule of Thumb yang paling populer dan dapat Sobat terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Atur Keuangan dengan Metode 50/30/20
Salah satu Rule of Thumb yang paling dikenal dalam dunia keuangan adalah 50/30/20 Budgeting Rule. Aturan ini membagi pendapatan menjadi tiga kategori utama, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan maupun investasi. Pembagian ini membantu Sobat menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan finansial di masa depan.
Kategori kebutuhan pokok mencakup berbagai pengeluaran yang wajib dipenuhi, seperti biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan listrik, air, maupun kebutuhan dasar lainnya. Sementara alokasi 30% dapat digunakan untuk hiburan, hobi, atau aktivitas yang meningkatkan kualitas hidup selama tetap sesuai kemampuan finansial.
Bagian yang tidak kalah penting adalah alokasi 20% untuk tabungan dan investasi. Menyisihkan dana di awal akan membantu membangun kebiasaan keuangan yang lebih disiplin dibandingkan menunggu sisa pengeluaran di akhir bulan. Sobat bisa mulai dengan berinvestasi emas digital melalui aplikasi Treasury.
Selain dapat dimulai dari nominal yang terjangkau, investasi emas digital di aplikasi Treasury lebih praktis karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja melalui handphone Sobat. Harga emas yang ditawarkan juga bersaing dan diperbarui setiap menit sehingga Sobat dapat memantau pergerakan harga secara real-time.
Meski angka 50/30/20 tidak selalu cocok untuk setiap orang, prinsip utamanya tetap relevan, yaitu memastikan setiap pendapatan memiliki tujuan yang jelas. Cara ini dapat membantu Sobat mengambil keputusan finansial dengan lebih terarah sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap seimbang.
2. Gunakan Rule of 72 untuk Memahami Pertumbuhan Investasi
Jika Sobat ingin mengetahui seberapa cepat nilai investasi dapat berkembang, The Rule of 72 merupakan salah satu pedoman yang mudah dipahami. Aturan ini digunakan untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar nilai investasi menjadi dua kali lipat berdasarkan tingkat imbal hasil tahunan.
Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu membagi angka 72 dengan estimasi tingkat keuntungan tahunan. Sebagai contoh, apabila suatu investasi memberikan imbal hasil rata-rata 8% per tahun, maka waktu yang dibutuhkan agar nilainya menjadi dua kali lipat diperkirakan sekitar 9 tahun karena 72/8 = 9.
Meski hanya berupa estimasi, The Rule of 72 membantu Sobat memahami pentingnya memulai investasi sejak dini. Semakin cepat investasi dimulai, semakin panjang pula waktu yang dimiliki untuk memanfaatkan pertumbuhan nilai aset. Bagi pemula, investasi emas digital di aplikasi Treasury dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi secara konsisten sesuai kemampuan finansial.
Memahami konsep ini membuat Sobat tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga melihat bagaimana waktu berperan penting dalam membangun aset. Hal tersebut menjadi bekal yang berguna dalam mengambil keputusan finansial untuk jangka panjang.
3. Buat Rencana Anggaran hingga Setiap Rupiah Memiliki Tujuan
Berbeda dengan aturan 50/30/20, Zero-Based Budget mengharuskan setiap rupiah yang diterima memiliki fungsi yang jelas. Artinya, seluruh pendapatan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan seperti pengeluaran rutin, tabungan, investasi, dana darurat, atau hiburan hingga tidak ada dana yang tersisa tanpa memiliki tujuan yang jelas.
Konsep ini bukan mengharuskan saldo rekening Sobat menjadi nol, melainkan seluruh pemasukan telah direncanakan penggunaannya sejak awal. Cara tersebut membantu Sobat lebih sadar terhadap setiap pengeluaran sekaligus mengurangi kebiasaan menggunakan uang secara impulsif.
Zero-Based Budget juga mendorong Sobat melakukan evaluasi terhadap setiap pos pengeluaran setiap bulan. Jika terdapat biaya yang kurang penting, dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih produktif seperti investasi atau dana darurat.
Melalui metode ini, Sobat akan lebih mudah menyusun prioritas keuangan dan mengambil keputusan finansial berdasarkan rencana yang telah dibuat, bukan karena kebiasaan atau dorongan sesaat.
Baca Juga: 7 Cara Menyusun Anggaran Keuangan agar Bisa Berinvestasi Emas – Treasury
4. Buat Anggaran hingga Setiap Rupiah Memiliki Tujuan
The Age in Bonds Rule merupakan pedoman klasik dalam dunia investasi yang menyarankan agar persentase alokasi aset berisiko rendah disesuaikan dengan usia investor. Sebagai contoh, seseorang yang berusia 40 tahun dapat mengalokasikan sekitar 40% portofolionya pada aset yang lebih stabil.
Konsep ini lahir dari anggapan bahwa semakin bertambah usia seseorang, semakin penting menjaga kestabilan nilai aset dibandingkan mengejar pertumbuhan yang tinggi. Sebaliknya, investor yang masih berusia muda umumnya memiliki waktu lebih panjang untuk menghadapi fluktuasi pasar.
5. Siapkan Dana Darurat Minimal 6 Bulan
Salah satu Rule of Thumb yang paling sering disarankan oleh perencana keuangan adalah memiliki dana darurat sebesar 6 bulan biaya hidup. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Besarnya dana darurat tentu dapat berbeda pada setiap orang. Namun, pedoman 6 bulan dianggap mampu memberikan ruang yang cukup untuk menghadapi berbagai kondisi tanpa harus menjual aset atau menggunakan utang. Meski persiapannya membutuhkan waktu, Sobat dapat menyisihkannya sedikit demi sedikit setiap bulan sesuai kemampuan.
6. Kurangi Belanja Impulsif dengan Aturan 7 Masuk, 1 Keluar
Mengelola keuangan bukan hanya soal menambah penghasilan atau berinvestasi, tetapi juga mengendalikan kebiasaan konsumsi. Salah satu Rule of Thumb yang dapat membantu adalah 7 Items In, 1 Out Rule, yaitu aturan sederhana untuk mengurangi pembelian yang tidak diperlukan.
Prinsip ini mendorong Sobat untuk menahan diri membeli barang baru sebelum benar-benar mengevaluasi barang yang sudah dimiliki. Setiap kali beberapa barang baru untuk dimasukan ke rumah, biasakan mengeluarkan atau mendonasikan barang yang sudah tidak digunakan.
Cara ini membantu mengurangi penumpukan barang sekaligus mendorong kebiasaan belanja yang lebih sadar. Selain menjaga rumah tetap rapi, aturan ini juga mengajak Sobat lebih selektif sebelum berbelanja. Tidak semua barang yang diinginkan harus langsung dibeli, terutama jika manfaatnya hanya bersifat sementara..
7. Mulai Rencanakan Dana Pensiun dengan Metode 10/4/80
Aturan 10/4/80 merupakan pedoman sederhana yang membantu Sobat mulai mempersiapkan dana pensiun sejak usia produktif. Angka 10 mengacu pada anjuran menyisihkan sekitar 10% dari pendapatan secara rutin untuk investasi atau tabungan pensiun.
Kemudian angka 4 menggambarkan asumsi tingkat pertumbuhan investasi rata-rata sekitar 4% di atas inflasi dalam jangka panjang. Meskipun angka ini bukan jaminan hasil investasi, konsep tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan aset dan efek compounding dapat membantu meningkatkan nilai dana pensiun apabila dilakukan secara konsisten.
Terakhir angka 80 mengacu pada target memiliki dana yang mampu menggantikan sekitar 80% dari penghasilan sebelum pensiun agar gaya hidup tetap dapat dipertahankan setelah tidak lagi bekerja. Besaran ini merupakan acuan yang banyak digunakan dalam perencanaan keuangan karena sebagian kebutuhan umumnya akan berkurang saat memasuki masa pensiun.
Aturan ini bukanlah rumus yang harus diikuti secara mutlak karena kebutuhan setiap orang tentu berbeda. Namun, aturan 10/4/80 memberikan gambaran bahwa mempersiapkan masa pensiun sebaiknya dimulai sedini mungkin. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan berinvestasi secara rutin, misalnya melalui emas digital di aplikasi Treasury.
8. Jangan Hanya Melihat Harga, Lihat Juga Nilai Manfaatnya
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi belanja impulsif adalah menerapkan The Price Tag Rule. Sebelum melihat label harga atau mencarinya secara online, coba tanyakan pada diri sendiri berapa harga yang menurut Sobat pantas untuk barang tersebut. Setelah mengetahui harga sebenarnya, bandingkan dengan perkiraan yang telah dibuat.
Jika harganya masih sesuai atau bahkan lebih rendah dari nilai yang Sobat bayangkan, pembelian tersebut bisa dipertimbangkan karena manfaatnya dinilai sepadan dengan uang yang akan dikeluarkan. Namun, jika harganya jauh lebih tinggi, tidak ada salahnya menunda pembelian atau mencari alternatif lain yang menawarkan nilai lebih baik.
Aturan ini membantu mengubah cara pandang dalam berbelanja.Daripada menjadikan harga sebagai faktor utama, Sobat diajak untuk lebih fokus pada nilai yang benar-benar diperoleh dari suatu barang. Pendekatan ini juga dapat mengurangi pengaruh diskon, promosi, maupun tren yang sering mendorong pembelian secara spontan.
9. Gunakan Aturan 20/4/10 Sebelum Membeli Kendaraan
Membeli kendaraan sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam kehidupan seseorang. Agar tidak membebani kondisi keuangan, terdapat pedoman yang dikenal dengan aturan 20/4/10.
Aturan ini menyarankan untuk menyiapkan uang muka minimal 20% dari harga kendaraan, memilih tenor pinjaman tidak lebih dari 4 tahun, serta memastikan total biaya kendaraan, termasuk cicilan, asuransi, dan operasional, tidak melebihi 10% dari pendapatan bulanan.
Meski aturan ini lebih banyak diterapkan pada pembelian kendaraan melalui pembiayaan, prinsip utamanya tetap relevan, yaitu memastikan nilai cicilan tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun target keuangan lainnya.
Pedoman seperti ini membantu Sobat menjaga keseimbangan antara memiliki aset yang dibutuhkan dan tetap mampu memenuhi berbagai kewajiban keuangan. Hasilnya, keputusan finansial yang diambil akan terasa lebih aman dan sesuai kemampuan.
10. Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak
Kartu kredit dapat menjadi alat pembayaran yang praktis sekaligus membantu pengelolaan keuangan apabila digunakan secara bijak. Selain memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi, beberapa kartu kredit juga menawarkan berbagai manfaat seperti cashback, poin reward, diskon di merchant tertentu, hingga promo cicilan 0% untuk transaksi yang memenuhi syarat.
Apabila dimanfaatkan dengan tepat, berbagai keuntungan tersebut dapat membantu Sobat menghemat pengeluaran. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan dalam mengelola penggunaannya. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan yang telah direncanakan dalam anggaran bulanan, bukan untuk memenuhi gaya hidup.
Pastikan tagihan dibayar lunas sebelum jatuh tempo agar terhindar dari bunga dan denda yang dapat membebani kondisi keuangan. Selain itu, menjaga rasio penggunaan limit kartu kredit tetap rendah juga dapat membantu membangun riwayat kredit yang baik.
Hal ini dapat menjadi nilai tambah apabila di kemudian hari Sobat membutuhkan akses terhadap produk pembiayaan, seperti kredit pemilikan rumah atau pinjaman usaha. Jika digunakan secara bertanggung jawab, kartu kredit dapat memberikan berbagai manfaat sekaligus mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efisien.
Setelah memahami berbagai Rule of Thumb dalam artikel ini, Sobat tidak perlu terburu-buru menerapkan semuanya sekaligus. Setiap orang memiliki kondisi keuangan, tujuan, dan prioritas yang berbeda, sehingga tidak ada satu aturan yang dapat diterapkan untuk semua situasi.
Jadikan berbagai pedoman tersebut sebagai acuan untuk membantu mengambil keputusan finansial yang lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing. Mulailah dari langkah yang paling relevan dengan kondisi Sobat saat ini, baik itu menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, maupun merencanakan dana pensiun.
Ingat, kondisi keuangan yang sehat tidak dibangun dari satu keputusan besar, melainkan dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Salah satu kebiasaan yang dapat mulai dibangun sejak sekarang adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk membangun aset.
Investasi emas digital melalui aplikasi Treasury dapat menjadi salah satu pilihan karena dapat dimulai dari nominal yang terjangkau, sekaligus menawarkan kemudahan bertransaksi kapan saja dan di mana saja langsung melalui handphone. Yuk, mulai biasakan mengambil keputusan finansial yang bijak hari ini sebagai bekal untuk mewujudkan tujuan finansial di masa depan!


