Emas selalu menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik perhatian, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Pergerakannya yang dinamis membuat banyak investor terus memantau peluang terbaik untuk masuk atau menambah portofolio. Banyak investor mulai bertanya-tanya, kapan harga emas naik?
Pertanyaan soal kapan harga emas naik memang jadi topik hangat, terutama setelah beberapa waktu terakhir pergerakannya cenderung negatif akibat konflik di Timur Tengah yang masih penuh ketidakpastian. Tidak sedikit yang menahan keputusan beli karena masih menunggu momen terbaik.
Namun, memahami kapan harga emas naik tidak cukup hanya melihat grafik harian. Ada banyak faktor besar yang ikut memengaruhi arah harga emas ke depan. Untuk memaksimalkan investasi emas Sobat, Treasury telah merangkum berbagai pandangan ahli terkait kapan harga emas naik dan faktor apa yang bisa mendorong harga emas naik. Simak selengkapnya di sini!
Kapan Harga Emas Naik Menurut Para Ahli
1. Risiko Koreksi Jangka Pendek Masih Terbuka
Marc Chandler, Managing Director di Bannockburn Global Forex, justru melihat adanya potensi tekanan dalam jangka pendek. Ia menyoroti bahwa momentum pemulihan harga emas mulai kehilangan tenaga. Menurutnya, harga emas yang sempat bangkit dari area USD4.510 per ons gagal mempertahankan posisinya di level USD4.647 per ons.
Hal ini menjadi sinyal bahwa pasar belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan lanjutan. Chandler juga menyebut bahwa emas berpotensi kembali menguji area USD4.495 per ons. Jika level tersebut tidak mampu bertahan, harga bisa turun lebih dalam hingga menyentuh kisaran USD4.400 per ons.
Melihat kondisi ini, pertanyaan kapan harga emas naik dalam jangka pendek masih belum menemukan jawaban yang meyakinkan karena tekanan teknikal masih cukup kuat.
2. Kebijakan Hawkish Jadi Tekanan dari Sisi Makro
Selain faktor teknikal, kapan harga emas naik juga sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global. Adam Button, Head of Currency Strategy di ForexLive, menyoroti kebijakan bank sentral yang cenderung agresif atau hawkish. Kebijakan ini biasanya diambil saat inflasi masih tinggi, sehingga suku bunga tetap dipertahankan atau bahkan dinaikkan.
Dampaknya, instrumen berbasis bunga menjadi lebih menarik dibanding emas. Dalam situasi seperti ini, minat investor terhadap emas cenderung berkurang karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito. Hal ini membuat harga emas sulit untuk naik dalam waktu cepat.
Artinya, untuk menjawab kapan harga emas naik, Sobat perlu memperhatikan arah kebijakan bank sentral, terutama dari Amerika Serikat.
3. Prospek Jangka Menengah Masih Positif
Berbeda dengan pandangan jangka pendek, Lorenzo Portelli, Head of Cross Asset Strategy di Amundi Investment Institute, justru melihat peluang yang lebih cerah. Ia menilai tekanan yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Portelli menyebut bahwa gejolak energi akibat konflik di Iran kemungkinan hanya berdampak sementara terhadap inflasi.
Dalam pandangannya, pasar akan kembali menemukan keseimbangan dalam beberapa waktu ke depan. Ia bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai USD5.500 dalam 12 bulan ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa peluang kenaikan tetap terbuka lebar.
Menariknya, ia juga menekankan bahwa penurunan harga sekitar 15% dari puncak Januari lalu membuat banyak sentimen negatif sudah tercermin di pasar. Hal ini memperbesar peluang rebound dan memberi petunjuk kapan harga emas naik bisa terjadi.
4. Proyeksi Stabil dengan Potensi Kenaikan Bertahap
Proyeksi dari Citi memberikan gambaran yang lebih moderat. Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan bergerak stabil di sekitar USD4.300 per ons. Meski terlihat konservatif, Citi tetap melihat adanya potensi kenaikan dalam jangka menengah. Dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan, harga emas diproyeksikan bisa mencapai USD5.000 per ons.
Kenaikan ini diperkirakan terjadi seiring pulihnya kepercayaan pasar terhadap aset safe-haven, terutama jika ketidakpastian global masih berlanjut. Dari proyeksi ini, Sobat bisa melihat bahwa jawaban kapan harga emas naik cenderung mengarah pada periode menengah, bukan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kapan Investasi Emas Untung? Simak Cara dan Strategi Mendapat Keuntungan dari Emas – Treasury
Faktor yang Bisa Mendorong Harga Emas Naik
1. Situasi Geopolitik Bisa Menjawab Kapan Harga Emas Naik
Situasi geopolitik sering jadi pemicu utama yang langsung terasa dampaknya ke pasar. Saat ini, perhatian global tertuju pada hubungan Amerika Serikat dan Iran yang masih menyisakan ketegangan. Konflik yang belum benar-benar mereda membuat pasar energi bergerak tidak stabil.
Harga minyak dan energi lain cenderung naik karena risiko gangguan pasokan. Kondisi ini memicu inflasi sekaligus meningkatkan ketidakpastian global. Dalam kondisi seperti ini, emas justru bisa tertekan. Investor cenderung menahan pembelian karena ekspektasi suku bunga tinggi membuat instrumen lain lebih menarik.
Jadi, berbeda dari asumsi klasik, konflik yang memanas tidak selalu langsung mendorong harga emas naik. Sebaliknya, ketika tensi geopolitik mulai mereda dan harga energi lebih terkendali, tekanan inflasi bisa menurun. Kondisi ini akan membuka ruang bagi bank sentral untuk lebih fleksibel terhadap suku bunga.
2. Pergerakan Nilai Dolar Amerika Serikat
Pergerakan dolar Amerika Serikat menjadi indikator penting dalam menjawab kapan harga emas naik. Hubungan antara keduanya cenderung berlawanan, sehingga perubahan pada dolar langsung berdampak ke harga emas. Saat ekonomi global tidak menentu dan harga energi meningkat, dolar biasanya menguat.
Namun, kondisi ini justru membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor di luar Amerika Serikat. Akibatnya, permintaan emas bisa menurun dan harga cenderung tertekan dalam jangka pendek. Sebaliknya, ketika dolar mulai melemah, emas menjadi lebih terjangkau secara global.
3. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Faktor berikutnya yang tidak kalah penting dalam menentukan kapan harga emas naik adalah kebijakan suku bunga, terutama dari bank sentral seperti The Fed. Saat inflasi tinggi, bank sentral cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Tujuannya untuk menekan laju inflasi agar tidak semakin tinggi.
Namun, kebijakan ini berdampak langsung pada daya tarik emas. Instrumen berbasis bunga seperti obligasi dan deposito menjadi lebih menarik karena menawarkan imbal hasil yang jelas lebih tinggi. Sementara emas tidak memberikan bunga, sehingga kalah kompetitif dalam kondisi ini.
Namun situasinya bisa berubah ketika inflasi mulai terkendali dan suku bunga diturunkan. Kondisi tersebut, bisa membawa emas kembali dilirik karena biaya peluangnya menurun. Momen ini bisa menjadi jawaban awal kapan harga emas naik.
4. Pembelian Emas oleh Bank Sentral
Permintaan emas dari bank sentral menjadi salah satu faktor fundamental yang cukup kuat dalam menentukan kapan harga emas naik. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembelian emas oleh bank sentral terus meningkat. Negara seperti China menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset.
Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dan menjaga stabilitas cadangan devisa. Pembelian dalam jumlah besar oleh bank sentral memberikan efek langsung pada sisi permintaan global. Ketika permintaan meningkat secara konsisten, harga emas cenderung terdorong naik secara bertahap.
Selain itu, langkah bank sentral ini juga sering diikuti oleh investor lain sebagai sinyal kepercayaan terhadap emas. Hal ini memperkuat peluang kapan harga emas naik, terutama dalam jangka menengah hingga panjang.
Melihat berbagai analisis dan faktor yang memengaruhi, kapan harga emas naik tidak bisa ditentukan secara pasti dalam waktu dekat. Ada tekanan jangka pendek dari sisi teknikal dan kebijakan global, namun peluang kenaikan tetap terbuka seiring membaiknya sentimen pasar. Kombinasi antara kondisi geopolitik, arah suku bunga, hingga pergerakan dolar akan terus menjadi penentu utama.
Namun, Sobat tidak perlu terpaku hanya pada pertanyaan kapan harga emas naik. Sobat perlu memahami momentum dan strategi yang tepat. Lihatlah gambaran besar dan jangan terburu-buru mengambil keputusan. Salah satu langkah bijak berinvestasi adalah dengan mempertahankan konsistensi.
Emas sudah terkenal sejak lama menjadi instrumen investasi yang stabil dan tahan terhadap inflasi. Sobat justru bisa memanfaatkan momen koreski ini untuk menambah investasi emas agar mendapatkan keuntungan jangka panjang. Jadi jangan ragu lagi, yuk kembali rutin berinvestasi emas digital di aplikasi Treasury!


