Setiap orang tentu ingin memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Ada yang ingin memiliki rumah, membangun bisnis, bepergian tanpa khawatir soal biaya, atau sekadar merasa lebih aman ketika menghadapi kebutuhan yang tidak terduga layaknya orang “have”. Istilah ini sedang populer digunakan untuk menyebut orang yang memiliki kondisi finansial yang baik.
Memiliki kondisi finansial yang baik bukan hanya soal berapa banyak uang yang ada di rekening. Cara seseorang memandang uang, mengambil keputusan, dan menentukan prioritas juga ikut membentuk kondisi finansialnya. Inilah yang membuat mindset orang “have” penting untuk mulai dipahami, terutama jika Sobat sedang membangun karier.
Cara berpikir dan kebiasaan dalam mengelola uang juga ikut menentukan arah perjalanan finansial seseorang. Mindset tersebut tentu tidak terbentuk dalam semalam. Ada kebiasaan dan cara berpikir yang perlu dilatih secara konsisten. Lantas, mindset orang “have” seperti apa yang bisa Sobat pelajari dan terapkan di kehidupan sehari-hari? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!
1. Berani Menunda Kesenangan demi Tujuan yang Lebih Besar
Salah satu mindset orang “have” adalah mampu membedakan antara keinginan yang ingin dipenuhi sekarang dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan. Bukan berarti Sobat tidak boleh menikmati hasil kerja, tetapi ada kalanya kesenangan yang sifatnya hanya sesaat perlu ditunda demi sesuatu yang nilainya lebih besar.
Misalnya, ketika mendapatkan bonus atau penghasilan tambahan, Sobat mungkin tergoda untuk langsung membeli barang yang sudah lama diincar. Namun, jika memiliki tujuan seperti menyiapkan dana darurat, membeli rumah, atau membangun investasi, sebagian uang tersebut bisa dialokasikan terlebih dahulu untuk tujuan tersebut.
Menunda kesenangan juga bukan berarti harus hidup serba hemat. Sobat tetap bisa menikmati hasil kerja selama pengeluaran tersebut tidak mengganggu kebutuhan utama dan target finansial. Kuncinya ada pada kemampuan menentukan mana yang perlu didahulukan melalui prioritas pengeluaran
2. Bangun Aset, Bukan Sekadar Gaya Hidup
Bagi orang dengan mindset orang “have”, keberhasilan finansial bukan soal seberapa mahal barang yang bisa dibeli atau seberapa mewah gaya hidup yang ditampilkan. Mereka lebih memikirkan bagaimana uang yang dimiliki bisa memberikan manfaat dan membentuk kondisi keuangan yang lebih kuat.
Gaya hidup memang boleh dinikmati, tetapi jangan sampai seluruh penghasilan habis untuk mengejar standar hidup tertentu. Memiliki barang bermerek, sering makan di tempat mahal, atau rutin liburan bisa terlihat menyenangkan, tetapi semua itu belum tentu menunjukkan bahwa seseorang sudah memiliki fondasi finansial yang sehat.
Daripada hanya mengejar apa yang bisa dibeli hari ini, Sobat bisa mulai memikirkan apa yang bisa dimiliki untuk jangka panjang. Menabung, berinvestasi, membangun bisnis, atau mengumpulkan aset lainnya merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan secara bertahap.
Inilah salah satu hal yang membedakan mindset orang “have”. Fokusnya bukan sekadar terlihat kaya, tetapi benar-benar memiliki sesuatu yang bernilai. Tidak harus dimulai dari nominal besar, yang terpenting adalah mulai menyisihkan uang secara konsisten sesuai kemampuan Sobat.
3. Jadikan Uang sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan
Memiliki mindset orang “have” juga berarti memahami bahwa uang bukan sekadar sesuatu yang harus dikumpulkan. Uang dapat menjadi alat untuk membantu Sobat mendapatkan kehidupan yang diinginkan. Misalnya, uang dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan, memulai bisnis, atau mempersiapkan masa pensiun.
Karena itu, sebelum menentukan bagaimana uang digunakan, penting bagi Sobat untuk mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Cara pandang ini membantu Sobat lebih selektif dalam menggunakan uang. Bukan hanya mempertimbangkan apakah uangnya cukup, tetapi apakah hal yang dibeli memang memberikan manfaat dan sejalan dengan prioritas yang sedang dibangun.
Baca Juga: 4 Mindset Ini Membuat Perjalanan Investasi Emas Sobat Lebih Tenang – Treasury
4. Berani Mengambil Risiko dan Belajar dari Kegagalan
Tidak semua keputusan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan. Dalam perjalanan finansial, Sobat mungkin pernah mengalami investasi yang tidak sesuai ekspektasi, bisnis yang gagal, atau keputusan karier yang ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Memiliki mindset orang “have” bukan berarti berani mengambil semua risiko tanpa perhitungan.
Justru, keberanian tersebut perlu disertai pemahaman terhadap potensi keuntungan dan kerugian. Sobat perlu tahu risiko apa yang siap ditanggung dan apa dampaknya terhadap kondisi keuangan. Kegagalan juga tidak selalu berarti sebuah keputusan adalah kesalahan. Ada pengalaman yang justru memberikan pelajaran berharga untuk membuat keputusan berikutnya.
Jangan sampai satu kegagalan membuat Sobat berhenti mencoba selamanya. Sebelum mengambil risiko, pastikan kebutuhan utama dan fondasi finansial sudah cukup aman. Dana darurat, pengelolaan utang, dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih dapat menjadi bekal agar Sobat lebih siap menghadapi kemungkinan yang tidak sesuai rencana.
5. Percaya pada Diri Sendiri, Bukan Sibuk Membandingkan
Media sosial membuat pencapaian finansial orang lain terlihat begitu dekat. Sobat mungkin melihat teman yang sudah membeli rumah, memiliki kendaraan baru, menjalankan bisnis, atau bepergian ke berbagai negara. Tanpa disadari, hal tersebut bisa membuat pencapaian sendiri terasa kurang.
Padahal, setiap orang memiliki titik awal dan kondisi yang berbeda. Penghasilan, tanggung jawab keluarga, kebutuhan, hingga tujuan hidup tidak bisa disamakan. Oleh karena itu, mindset orang “have” juga berkaitan dengan kemampuan untuk fokus pada perjalanan finansial sendiri.
Daripada membandingkan pencapaian, Sobat dapat melihat apakah kondisi finansial saat ini sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Berhasil mengurangi utang, meningkatkan tabungan, mulai berinvestasi, atau mendapatkan penghasilan tambahan juga merupakan bentuk perkembangan.
Percaya pada diri sendiri bukan berarti menutup diri dari masukan. Sobat tetap bisa belajar dari orang lain, tetapi tidak perlu menjadikan pencapaian mereka sebagai standar yang harus dikejar.
6. Utamakan Nilai, Bukan Sekadar Harga
Harga sering kali menjadi pertimbangan utama ketika membeli sesuatu. Padahal, harga murah belum tentu memberikan nilai terbaik, sementara barang yang lebih mahal belum tentu selalu lebih berkualitas. Mindset orang “have” mendorong Sobat untuk melihat manfaat yang akan diperoleh sebelum mengeluarkan uang.
Misalnya, membeli laptop yang sedikit lebih mahal bisa menjadi keputusan yang masuk akal jika perangkat tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih produktif dan dapat digunakan dalam waktu lama. Hal yang sama berlaku ketika Sobat mengeluarkan uang untuk pengembangan diri.
Kursus, buku, sertifikasi, atau pengalaman tertentu mungkin membutuhkan biaya, tetapi manfaatnya bisa jauh lebih besar jika mampu meningkatkan kemampuan dan membuka peluang baru. Jadi, jangan hanya berpaku pada, berapa harganya?, namun pertimbangkan juga, apa nilai yang bisa didapatkan?
Cara berpikir seperti ini membuat setiap pengeluaran lebih terarah dan menjadi bagian dari mindset orang “have” yang berorientasi pada manfaat jangka panjang.
7. Terus Belajar, Bahkan Setelah Berhasil
Perjalanan finansial tidak berhenti ketika Sobat sudah memiliki penghasilan tinggi atau berhasil mencapai target tertentu. Kondisi ekonomi, peluang investasi, teknologi, dan kebutuhan hidup terus berubah. Untuk itu, kemampuan untuk terus belajar tetap penting meski kondisi finansial sudah semakin baik.
Sobat bisa mulai memperluas pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan, seperti budgeting, investasi, pajak, bisnis, hingga perkembangan ekonomi. Tidak perlu mempelajari semuanya sekaligus. Pilih topik yang paling relevan dengan kebutuhan dan tujuan Sobat.
Pengetahuan yang terus berkembang juga dapat membantu Sobat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan. Semakin memahami suatu hal, semakin kecil kemungkinan Sobat mengambil keputusan hanya karena ikut tren atau rekomendasi orang lain. Inilah mindset orang “have” yang sering kali terlupakan.
Mulai Tanamkan Mindset Orang “Have” dari Sekarang
Tujuh mindset orang “have” di atas bukanlah aturan mutlak yang harus langsung Sobat terapkan. Sobat bisa mulai dari hal sederhana, seperti belajar menunda pembelian yang tidak mendesak, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk membangun aset, atau berhenti membandingkan kondisi finansial dengan orang lain.
Tidak perlu menunggu penghasilan besar untuk mulai menerapkan mindset orang “have”. Sobat bisa memulainya dari kebiasaan kecil yang sesuai kemampuan hari ini. Salah satunya dengan mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk membangun aset melalui investasi emas digital di Treasury.
Treasury merupakan salah satu platform investasi emas digital yang menawarkan berbagai fitur yang memudahkan Sobat berinvestasi di mana dan kapan saja. Selain bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang terjangkau, Sobat juga bisa mendapatkan berbagai edukasi dan kabar terbaru seputar keuangan untuk menambah pengetahuan.
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai langkah kecil Sobat hari ini bersama Treasury dan jadikan kebiasaan finansial yang lebih baik sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan yang Sobat inginkan!


