Tips Keuangan
7 Saran Finansial yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Umur 30
Dayinta
Jumat, 25 September 2026
Saran Finansial Sebelum Umur 30

Memasuki usia 30 tahun sering membuat seseorang mulai melihat kembali kondisi hidupnya, termasuk soal keuangan. Apakah tabungan sudah cukup? Apakah masih punya banyak utang konsumtif? Sudah punya dana darurat atau belum? Pertanyaan seperti ini wajar muncul ketika mulai memiliki lebih banyak tanggung jawab dan tujuan hidup.

Karena itu, berbagai saran finansial sejak usia 20-an bisa membantu Sobat membangun kebiasaan yang lebih sehat sebelum memasuki usia 30 tahun. Tidak perlu menunggu punya penghasilan besar untuk mulai memperbaiki kondisi keuangan.

Justru, usia 20-an bisa menjadi waktu untuk belajar mengatur pemasukan, mengendalikan pengeluaran, meningkatkan kemampuan menghasilkan uang, sampai mulai mengenal investasi. Kebiasaan yang dibangun sejak sekarang bisa menjadi bekal ketika kebutuhan finansial semakin beragam di kemudian hari.

Lantas, apa saja saran finansial yang bisa mulai diterapkan sebelum umur 30 tahun? Yuk, simak tujuh langkah berikut!

1. Saran Finansial Pertama Adalah Siapkan Dana Darurat

Salah satu saran finansial yang sebaiknya mulai dilakukan sejak usia muda adalah menyiapkan dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika Sobat menghadapi pengeluaran yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, atau kebutuhan kesehatan yang muncul secara tiba-tiba.

Besarnya dana darurat tentu bisa berbeda untuk setiap orang. Sobat yang masih lajang dan belum memiliki tanggungan mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan seseorang yang sudah menikah atau memiliki anak. Karena itu, tidak perlu membandingkan nominal dana darurat dengan milik orang lain. Yang penting, mulai menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin sampai jumlahnya terasa cukup untuk menjadi bantalan keuangan.

Dana darurat juga sebaiknya dipisahkan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuannya agar dana tersebut tidak mudah terpakai untuk belanja atau keperluan yang sebenarnya masih bisa ditunda. Simpan pada tempat yang mudah diakses ketika dibutuhkan, tetapi tidak terlalu mudah digunakan untuk pengeluaran impulsif.

Memiliki dana darurat membuat Sobat punya ruang bernapas ketika kondisi keuangan sedang tidak sesuai rencana. Jadi, sebelum mengejar berbagai target finansial lainnya, saran finansial ini bisa menjadi salah satu fondasi yang perlu diprioritaskan.

2. Sebelum Membeli Barang, Saran Finansial Menganjurkan Punya 3 Kali Harganya

Belanja sesuatu yang diinginkan memang menyenangkan, apalagi ketika barang tersebut sedang diskon atau sudah lama masuk wishlist. Namun, Sobat bisa mencoba aturan sederhana sebelum membeli barang yang harganya cukup besar: pastikan memiliki dana sekitar tiga kali lipat dari harga barang tersebut.

Misalnya, Sobat ingin membeli sepatu seharga Rp1 juta. Jika ingin menggunakan aturan ini, pastikan ada sekitar Rp3 juta dana yang tersedia sebelum melakukan pembelian. Angka tersebut bukan aturan mutlak dan tidak harus diterapkan untuk setiap pengeluaran. Konsepnya lebih kepada memberi batas agar pembelian barang tidak langsung menghabiskan seluruh uang yang tersedia.

Cara ini juga bisa membantu Sobat berhenti sejenak sebelum checkout. Tanyakan kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan, apakah sudah masuk dalam budget, dan apakah pembeliannya akan mengganggu kebutuhan lain. Kalau jawabannya masih belum jelas, tidak ada salahnya menunda pembelian beberapa hari.

Kebiasaan memberi jeda sebelum berbelanja merupakan saran finansial yang sederhana, tetapi bisa membantu mengurangi pembelian impulsif. Sobat jadi punya kesempatan untuk memastikan bahwa uang yang dikeluarkan memang sejalan dengan kondisi dan prioritas keuangan.

3. Jangan Gunakan Paylater untuk Membiayai Liburan

Liburan bisa menjadi cara untuk melepas penat setelah sibuk bekerja. Namun, Sobat perlu berhati-hati jika harus menggunakan paylater untuk membiayai perjalanan. Ketika liburan sudah selesai, cicilan dan kewajiban pembayarannya masih akan mengikuti sampai beberapa waktu ke depan.

Pengeluaran liburan juga biasanya tidak berhenti pada harga tiket. Ada biaya transportasi, penginapan, makanan, tiket masuk tempat wisata, sampai oleh-oleh. Ketika semua pengeluaran tersebut dibayar menggunakan paylater, total kewajiban setelah liburan bisa menjadi lebih besar dari perkiraan awal.

Daripada berutang untuk menikmati liburan, Sobat bisa menyiapkan dana perjalanan dari jauh-jauh hari. Buat target nominal, tentukan kapan ingin berangkat, lalu hitung berapa dana yang perlu disisihkan setiap bulan. Misalnya, jika target liburan Rp6 juta dan masih ada enam bulan, Sobat bisa menyisihkan sekitar Rp1 juta per bulan.

Menggunakan uang yang memang sudah disiapkan membuat liburan terasa lebih tenang karena Sobat tidak perlu memikirkan cicilan setelah pulang. Menghindari utang konsumtif seperti ini menjadi salah satu saran finansial yang bisa membantu menjaga cash flow tetap sehat.

4. Hindari Gaya Hidup karena FOMO

Media sosial membuat gaya hidup orang lain terlihat semakin dekat. Sobat mungkin sering melihat teman makan di restoran baru, membeli gadget terbaru, pergi ke luar negeri, atau menghadiri berbagai acara. Tanpa sadar, muncul keinginan untuk mengikuti hal yang sama meskipun sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan atau budget.

FOMO atau fear of missing out bisa membuat seseorang membeli sesuatu hanya karena takut merasa tertinggal. Masalahnya, gaya hidup yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kondisi keuangan seseorang secara keseluruhan. Sobat juga tidak tahu apakah pengeluaran tersebut memang berasal dari uang yang sudah disiapkan atau justru menggunakan utang.

Sebelum mengikuti tren, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah Sobat memang menginginkannya atau hanya merasa harus memilikinya karena orang lain sudah punya. Kalau memang ingin membeli sesuatu, masukkan pengeluaran tersebut ke dalam budget. Tidak perlu memaksakan diri hanya agar terlihat memiliki gaya hidup yang sama.

Belajar merasa cukup dan menentukan standar hidup berdasarkan kondisi sendiri merupakan saran finansial yang penting sebelum memasuki usia 30 tahun. Sobat tetap bisa menikmati hasil kerja keras, tetapi tidak harus mengikuti semua tren yang muncul.

 5. Cari Side Hustle untuk Menambah Penghasilan 

Mengatur pengeluaran memang penting, tetapi meningkatkan penghasilan juga tidak kalah penting. Ada batas tertentu dalam menghemat pengeluaran, sementara peluang untuk menambah pemasukan bisa terus berkembang seiring bertambahnya kemampuan dan pengalaman.

Sobat bisa mulai mencari side hustle yang sesuai dengan skill dan waktu yang dimiliki. Misalnya, freelance writing, desain grafis, fotografi, menjadi tutor, mengelola media sosial, menjual makanan, atau membuka jasa tertentu. Pilih kegiatan yang realistis agar pekerjaan sampingan tidak justru mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.

Selain menambah pemasukan, side hustle juga bisa menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan. Skill yang awalnya hanya digunakan untuk pekerjaan sampingan bisa berkembang menjadi keahlian yang memiliki nilai lebih tinggi di pasar kerja.

Mencari sumber penghasilan tambahan termasuk saran finansial yang bisa dipertimbangkan ketika Sobat ingin punya ruang lebih besar untuk menabung, berinvestasi, atau mencapai target finansial. Semakin besar kemampuan menghasilkan uang, semakin banyak pula pilihan yang tersedia untuk mengatur keuangan.

6. Jangan Lupa Investasi untuk Kesehatan

Ketika membahas keuangan, perhatian biasanya tertuju pada tabungan dan investasi. Padahal, kesehatan juga perlu menjadi bagian dari perencanaan. Kondisi tubuh yang tidak terjaga dapat memengaruhi produktivitas dan berpotensi menimbulkan biaya yang tidak sedikit ketika muncul masalah kesehatan.

Investasi untuk kesehatan tidak selalu berarti mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Sobat bisa memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan. Perlindungan kesehatan juga bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Ada alasan lain mengapa kesehatan perlu diperhatikan sejak usia muda. Penghasilan yang Sobat gunakan untuk menabung dan membangun aset pada dasarnya juga bergantung pada kemampuan untuk tetap produktif. Menjaga kesehatan berarti menjaga salah satu modal penting untuk menghasilkan pendapatan.

Karena itu, memasukkan kesehatan ke dalam perencanaan hidup merupakan saran finansial yang sering terlupakan. Jangan sampai Sobat terlalu fokus mengejar target keuangan sampai mengabaikan kondisi tubuh sendiri.

7. Mulai Belajar Investasi dan Bangun Aset, Bukan Hanya Savings

Menabung merupakan kebiasaan finansial yang penting, terutama untuk kebutuhan jangka pendek dan dana yang perlu mudah diakses. Namun, Sobat juga perlu mulai mengenal cara membangun aset untuk tujuan yang lebih panjang. Menyimpan seluruh uang hanya dalam bentuk tabungan belum tentu cukup untuk memenuhi semua tujuan finansial di masa depan.

Sebelum mulai berinvestasi, luangkan waktu untuk mempelajari instrumen yang tersedia. Pahami cara kerja, risiko, potensi keuntungan, biaya, dan jangka waktu masing-masing instrumen. Jangan membeli sesuatu hanya karena sedang ramai dibicarakan atau karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan.

Belajar investasi juga menjadi bagian dari saran finansial sebelum umur 30 tahun. Sobat tidak perlu langsung mengalokasikan dana besar. Mulai dari memahami konsep dasarnya, menentukan tujuan, mengenali profil risiko, kemudian memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Salah satu aset yang bisa dipelajari adalah emas. Bagi Sobat yang ingin mulai mengenal investasi emas, Treasury memungkinkan pembelian emas digital dengan nominal terjangkau. Kepemilikan juga bisa ditambah secara bertahap sesuai kemampuan, sehingga proses membangun aset tidak harus dimulai dari dana yang besar.

Tidak ada angka yang menentukan apakah seseorang sudah cukup sukses secara finansial ketika memasuki usia 30 tahun. Kondisi setiap orang berbeda, begitu pula dengan penghasilan, kebutuhan, tanggungan, dan tujuan hidup. Karena itu, saran finansial yang paling relevan bukan tentang mengejar pencapaian orang lain, tetapi membangun fondasi yang sesuai dengan kondisi Sobat sendiri.

Mulailah dari kebiasaan yang sederhana. Siapkan dana darurat, pikirkan kembali setiap pembelian, hindari paylater untuk kebutuhan konsumtif seperti liburan, jangan terjebak FOMO, cari peluang menambah penghasilan, jaga kesehatan, dan mulai belajar membangun aset. Tidak semuanya harus dilakukan sekaligus. Pilih yang paling sesuai dengan kondisi saat ini, lalu kembangkan secara bertahap.

Usia 20-an bisa menjadi waktu yang tepat untuk belajar dari keputusan finansial, termasuk ketika pernah melakukan kesalahan. Semakin cepat Sobat memahami cara mengelola uang, meningkatkan penghasilan, dan membangun aset, semakin banyak waktu yang tersedia untuk mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan.

Itulah kenapa menerapkan saran finansial sejak sekarang bisa menjadi bekal yang jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar angka tertentu sebelum umur 30 tahun.

Artikel Populer
Tips Keuangan
Pentingnya #PunyaSimpenan Emas untuk Jangka Panjang🤩
Kamis, 23 September 2021
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
Promo Joy of June 2026
Promo
Buruan Nabung Sekarang Karena Diskon Emas Jutaan di Bulan Juni Sudah Menanti! 💰👀
Senin, 01 Juni 2026