Apa yang membuat sesuatu terasa berharga? Apakah nilainya terletak pada sesuatu yang dapat disentuh, disimpan, dan dimiliki? Atau justru pada sesuatu yang tidak terlihat, tetapi mampu menghadirkan rasa aman, menumbuhkan keyakinan, dan menyimpan makna personal bagi seseorang?
Pertanyaan tentang nilai tersebut menjadi titik berangkat Treasury Art Prize dalam kolaborasinya bersama Art Jakarta 2026. Melalui tema Weightless Worth, para seniman diajak untuk melihat kembali bagaimana manusia memahami worth dan bagaimana sesuatu dapat memiliki nilai, bahkan ketika ia tidak selalu hadir dalam wujud material.
Tema Weightless Worth menjadi ruang untuk merefleksikan bagaimana sesuatu yang dianggap bernilai dapat hadir sebagai rasa aman, keyakinan, kepercayaan, maupun makna personal.
Emas selama ini lekat dengan bentuk fisik dan nilai yang dapat dilihat secara langsung. Kilau, berat, bentuk, dan keberadaannya sebagai benda telah lama membuat emas lekat dengan gagasan tentang sesuatu yang berharga. Namun, bagaimana ketika emas tidak lagi harus hadir dalam bentuk yang dapat digenggam?
Di tengah kehidupan yang sekarang serba digital, cara manusia memiliki, menyimpan, dan mempersepsikan nilai pun ikut berubah. Emas dapat hadir secara digital, tanpa menghilangkan nilai yang melekat padanya. Meski tidak selalu dapat disentuh atau dilihat secara langsung, nilai tersebut tetap dapat hadir melalui kepercayaan, persepsi, pengalaman, dan makna yang menyertainya.
Hal serupa juga dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan. Rasa aman, misalnya, tidak memiliki bentuk fisik. Begitu pula keyakinan dan kepercayaan. Namun, ketiganya dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam kehidupan manusia. Nilai juga dapat tumbuh dari pengalaman personal, memori, hubungan, atau sesuatu yang hanya dapat dipahami oleh individu yang mengalaminya.
Di sinilah seni menemukan perannya. Melalui karya, sesuatu yang abstrak dapat memperoleh bahasa. Sesuatu yang tak kasatmata dapat diterjemahkan menjadi pengalaman visual, gagasan, maupun emosi. Para seniman kemudian diberi ruang untuk menginterpretasikan Weightless Worth melalui perspektif mereka sendiri.
Selain itu kita juga diajak untuk melihat nilai dari sudut yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membuka percakapan yang lebih luas tentang bagaimana manusia memahami nilai di tengah perubahan zaman.
Kini, saatnya melihat bagaimana gagasan tentang Weightless Worth diterjemahkan menjadi karya dan perspektif seniman terpilih. Hadiri Art Jakarta 2026 pada 2–4 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Nikmati karya-karya yang mengajak kita melihat emas, nilai, dan makna dari sudut pandang yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya!


