Harga emas hari ini bergerak melemah tipis setelah mencatatkan penguatan cukup solid pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 26 Mei 2026 harga emas dunia berada di level USD4.563,03 per troy ons atau turun 0,16%. Sebelumnya, pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026 harga emas ditutup di posisi USD4.570,56 per troy ons atau melonjak 1,37%.
Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi pasar setelah pada Jumat pekan lalu harga emas sempat terkoreksi 0,8%. Penguatan yang terjadi di awal pekan menunjukkan bahwa minat investor terhadap logam mulia masih cukup kuat di tengah berbagai ketidakpastian global. Perkembangan terbaru dari Timur Tengah masih menjadi faktor yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar.
Ada sentimen yang cukup melegakan setelah Amerika Serikat dan Iran disebut semakin mendekati kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan berbagai aset keuangan global, termasuk emas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengungkapkan bahwa proses dialog dengan Iran terkait kesepakatan sementara untuk memperpanjang masa gencatan senjata dan melonggarkan arus pelayaran di Selat Hormuz berjalan dengan baik. Pernyataan tersebut semakin memperkuat optimisme pasar bahwa konflik ini akan segera menemukan titik terang.
Sentimen positif tersebut turut mendorong pasar saham bergerak menguat. Di sisi lain, harga minyak turun ke bawah level USD100 per barel dan menyentuh titik terendah dalam dua pekan terakhir. Dolar Amerika Serikat juga bergerak di sekitar level terendah dalam sepekan terakhir, memberikan dukungan tambahan bagi emas.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aset keuangan, termasuk emas. Menurutnya, harga minyak yang lebih rendah dapat menjadi faktor pendukung bagi emas karena pasar menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 26 Mei 2026 di Indonesia
Meski kabar perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran semakin santer terdengar, harga emas di Indonesia hari ini tetap bergerak searah dengan koreksi yang terjadi di pasar global. Pada Selasa, 26 Mei 2026 harga beli emas Antam tercatat turun tipis sebesar Rp5.000 dari posisi sebelumnya Rp2.803.000 per gram menjadi Rp2.798.000 per gram.
Penurunan yang relatif terbatas ini dapat diartikan sebagai proses penyesuaian sementara setelah harga emas sempat mencatat kenaikan yang cukup tajam pada awal pekan. Bisa dibilang, pasar masih berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu perkembangan sentimen global berikutnya.
Harga buyback yang ditawarkan Antam juga mengalami penurunan dengan nominal yang sama. Setelah sebelumnya berada di level Rp2.612.000 per gram, hari ini harga buyback turun menjadi Rp2.607.000 per gram atau terkoreksi Rp5.000. Pergerakan harga buyback memang umumnya mengikuti arah perubahan harga beli emas.
Tren koreksi juga terjadi pada harga emas digital. Pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 10.00 WIB harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di angka Rp2.625.454 per gram. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp9.372 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.634.826 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Meskipun Amerika Serikat dan Iran sama-sama berupaya meredam ekspektasi tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat, pasar masih menunjukkan optimisme yang cukup tinggi. Sebelumnya Donald Trump menyatakan bahwa kedua negara telah menegosiasikan nota kesepahaman yang dapat menjadi dasar bagi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, meningkatnya optimisme terkait peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran telah membantu menekan harga minyak. Prospek dibukanya kembali Selat Hormuz dinilai dapat memperlancar distribusi energi global, sehingga mengurangi tekanan inflasi yang selama ini menjadi perhatian utama pasar.
Apabila harga energi dapat tetap terkendali, ancaman inflasi global berpotensi mereda. Kondisi tersebut akan memberikan ruang yang lebih besar bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneternya melalui penurunan suku bunga acuan. Suku bunga yang lebih rendah secara historis menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan harga emas.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga mengalami perubahan signifikan. Saat ini pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 40% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember mendatang. Angka ini jauh berbeda dibandingkan sebelum konflik pecah.
Perhatian pasar juga tertuju pada kepemimpinan baru The Fed. Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed pada Jumat lalu di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang. Kenaikan harga bensin akibat konflik Timur Tengah telah meningkatkan tekanan inflasi dan pada saat yang sama turut melemahkan sentimen konsumen di Amerika Serikat.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


