Berita, Emas, Kabar Emas
Dibuka Stabil di Awal Pekan, Harga Emas Hari Ini Senin, 12 Oktober 2026 Memiliki Peluang Menguat
Dayinta
Senin, 12 Oktober 2026
Harga Emas Hari Ini 12

Harga emas hari ini mengawali perdagangan pekan dengan pergerakan yang relatif stabil setelah mencatatkan penguatan pada akhir pekan sebelumnya.  Pada Senin, 12 Oktober 2026 harga emas dunia berada di posisi USD4.193,75 per troy ons, melemah sangat tipis sebesar 0,002%.

Pergerakan yang cenderung terbatas ini terjadi setelah harga emas dunia berhasil menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, harga emas ditutup naik sebesar 1,45% ke level USD4.193,83 per troy ons. Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif harga emas selama dua hari perdagangan berturut-turut.

Dalam periode tersebut, harga emas berhasil mencatatkan penguatan sebesar 2,02%. Secara keseluruhan, harga emas juga membukukan kenaikan sekitar 1,2% sepanjang perdagangan pekan lalu, dengan penguatan mingguan tercatat sebesar 1,24%.

Mengutip laporan Bloomberg News, salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya aktivitas pembelian dalam jumlah besar oleh investor. Tingginya minat terhadap logam mulia ini turut tercermin dari aliran dana yang masuk ke instrumen investasi berbasis emas.

Sepanjang September, arus modal masuk ke pasar Exchange Traded Funds (ETF) emas bahkan mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya aktivitas pembelian emas melalui instrumen ETF yang turut memberikan dorongan terhadap pergerakan harga di pasar global.

Selain meningkatnya permintaan investor, perkembangan situasi energi dunia juga menjadi faktor yang menopang harga emas. Berdasarkan pemberitaan Bloomberg News, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa Rusia telah menyepakati pelepasan pasokan minyak diesel atau solar ke pasar energi internasional.

Kesepakatan tersebut memberikan sentimen positif karena berpotensi membantu mengatasi krisis pasokan solar global. Apabila tekanan terhadap harga solar dapat berkurang, risiko kenaikan inflasi yang lebih tinggi juga berpeluang mereda. Meski demikian, pergerakan harga emas masih akan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang pekan ini.

Salah satu perhatian utama pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu. Data tersebut menjadi salah satu faktor penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa hari mendatang.

Harga Emas Hari Ini Senin, 12 Oktober 2026 di Indonesia

Sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang relatif stabil, harga emas di pasar domestik juga belum menunjukkan perubahan yang terlalu signifikan pada awal pekan ini. Meski demikian, harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan dengan posisi pada akhir pekan sebelumnya.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, harga beli emas Antam tercatat sebesar Rp2.594.000 per gram. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan harga pada akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp2.592.000 per gram.

Kenaikan harga beli emas Antam juga diikuti oleh penguatan harga buyback atau harga jual kembali. Hari ini, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.408.000 per gram, meningkat sebesar Rp7.000 dari posisi akhir pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2.401.000 per gram.

Perubahan harga yang relatif terbatas ini memperlihatkan bahwa pasar emas domestik masih bergerak stabil pada awal perdagangan pekan ini, meskipun terdapat kenaikan pada harga beli maupun harga jual kembalinya. Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury juga menunjukkan pergerakan yang searah dengan harga emas dunia dan emas Antam.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, harga emas digital di Treasury tercatat mencapai Rp2.479.590 per gram. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp9.094 per gram dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada akhir pekan lalu yang berada di level Rp2.470.496 per gram.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Prospek pergerakan harga emas dalam waktu dekat masih menunjukkan pandangan yang beragam di kalangan analis dan investor. Meski begitu, sebagian pelaku pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan harga emas sepanjang pekan ini.

Berdasarkan survei emas yang dilakukan Kitco, sebanyak 7 dari 14 analis atau setara 50% memperkirakan harga emas akan mengalami kenaikan pada perdagangan pekan ini. Sementara itu, 2 analis atau 14% memprediksi harga emas akan melemah, sedangkan 5 analis lainnya atau 36% memperkirakan pergerakan harga cenderung mendatar atau belum menunjukkan arah yang jelas.

Pandangan yang relatif optimistis juga terlihat dari hasil survei terhadap 206 investor ritel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 investor atau 45% memperkirakan harga emas akan bergerak naik. Di sisi lain, 77 investor atau 37% memprediksi adanya penurunan harga, sementara 36 investor lainnya atau 18% memperkirakan harga emas akan bergerak stabil.

Hasil kedua survei tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan harga emas masih mendominasi, meskipun terdapat sebagian analis dan investor yang mengantisipasi potensi pelemahan maupun pergerakan harga yang terbatas.

Di tengah beragamnya pandangan pelaku pasar, sejumlah lembaga keuangan global juga memberikan proyeksi berbeda mengenai arah harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Goldman Sachs memangkas perkiraan harga emas pada akhir 2026 menjadi USD4.900 per troy ons. Proyeksi tersebut turun sebesar USD500 dari estimasi sebelumnya yang mencapai USD5.400 per troy ons. Penurunan target harga ini didasari oleh penilaian Goldman Sachs terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Bank tersebut memperkirakan bahwa tertundanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap prospek harga emas. Berbeda dengan Goldman Sachs, UBS memperkirakan harga emas masih memiliki peluang untuk mencapai level yang lebih tinggi pada 2027.

UBS memproyeksikan harga emas dapat menyentuh USD5.200 per troy ons pada Juni 2027 dan meningkat menjadi USD5.400 per troy ons pada September 2027. Sementara itu, Crédit Agricole menetapkan target harga emas sebesar USD5.000 per troy ons pada akhir 2026. Proyeksi tersebut berada di atas perkiraan UBS untuk periode yang sama.

Perbedaan proyeksi dari sejumlah lembaga keuangan tersebut menunjukkan bahwa prospek harga emas masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama perkembangan kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi global.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada rapat tersebut telah mencapai 82,3%. Tingginya probabilitas ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar memperkirakan belum akan terjadi perubahan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga emas masih berada di zona bearish atau cenderung melemah. Kondisi tersebut tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada pada level 44 menunjukkan bahwa suatu aset masih berada dalam kondisi bearish, sehingga tekanan jual relatif lebih dominan dibandingkan dorongan beli.

Indikator teknikal lainnya, yaitu Stochastic RSI, tercatat berada pada level 33. Angka tersebut menunjukkan bahwa harga emas masih berada di area jual (short) yang cukup kuat dan mulai mendekati kondisi oversold sehingga terdapat kemungkinan terjadinya perubahan arah pergerakan harga.

Dengan mempertimbangkan sejumlah indikator tersebut, harga emas masih memiliki peluang untuk mengalami kenaikan pada perdagangan pekan ini. Akan tetapi, investor tetap perlu mencermati perkembangan data inflasi Amerika Serikat serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas selanjutnya.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Emas
Rahasia Kekuatan Warna Emas yang Jarang Orang Tahu!
Kamis, 23 November 2023
belajar investasi emas
Emas, Tips Keuangan
Tips Jitu Mengoptimalkan Jual Beli Emas Digital
Kamis, 26 September 2024
Harga Emas Hari Ini 8
Berita, Emas, Kabar Emas
Konflik Timur Tengah Kembali Menekan Harga Emas Hari Ini Rabu, 8 Juli 2026 hingga Turun ke Kisaran USD4.000
Rabu, 08 Juli 2026