Harga emas hari ini kembali bergerak melemah di awal pekan seiring masih kuatnya dolar Amerika Serikat dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Pada Senin, 29 Juni 2026 harga emas dunia berada di level USD4.087,99 per troy ons atau turun tipis sebesar 0,01%.
Penurunan pada pagi ini terjadi setelah emas sempat mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan akhir pekan. Pada Jumat, 26 Juni 2026, harga emas berakhir di posisi USD4.088,23 per troy ons atau naik 1,5%. Sayangnya, kenaikan tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan yang membayangi emas sepanjang pekan lalu.
Secara akumulatif, harga emas masih melemah 1,73% selama sepekan terakhir. Koreksi tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif emas yang kini telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Salah satu penyebab utama yang terus membatasi ruang kenaikan harga emas adalah menguatnya dolar Amerika Serikat.
Sepanjang pekan lalu, indeks dolar Amerika Serikat menguat sebesar 0,51%. Penguatan tersebut dipicu oleh ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Keyakinan tersebut semakin menguat setelah Gubernur The Fed, Kevin Warsh, kembali menegaskan komitmen bank sentral Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas harga dan mengembalikan inflasi ke target 2% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan ini.
Sejalan dengan sikap tersebut, dot plot terbaru juga menunjukkan mayoritas anggota FOMC masih memperkirakan akan ada satu hingga dua kali kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir tahun.
Di tengah kondisi tersebut, investor juga mulai mengubah strategi investasinya. Chief Investment Strategist Saxo Markets, Charu Chanana, menjelaskan kepada Bloomberg News bahwa ketika tekanan pasar meningkat, investor biasanya akan melepas aset yang paling mudah dicairkan untuk memperoleh likuiditas.
Mengingat emas telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik selama setahun terakhir, logam mulia tersebut kini lebih banyak dimanfaatkan sebagai sumber dana dibandingkan aset yang dipertahankan. Menariknya, meningkatnya ketegangan geopolitik kali ini belum mampu mendorong lonjakan permintaan terhadap aset safe haven sebagaimana yang terjadi pada periode-periode sebelumnya.
Dibanding memburu emas sebagai aset pelindung, pelaku pasar justru lebih memperhatikan dampak konflik terhadap inflasi serta kemungkinan perubahan kebijakan moneter yang akan diambil bank sentral. Tekanan terhadap harga emas juga berasal dari menurunnya minat investasi melalui exchange traded fund (ETF).
Instrumen yang sempat menjadi motor utama kenaikan harga emas pada awal tahun itu mulai kehilangan daya tarik setelah banyak investor merealisasikan keuntungan sejak Maret, menyusul perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed. Saat ini, kepemilikan emas global melalui ETF tercatat sekitar 1,5% lebih rendah dibandingkan awal tahun.
Di tengah melemahnya permintaan dari investor, pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi penyangga utama harga logam mulia. Selama kuartal I-2026, bank-bank sentral di berbagai negara menambah sekitar 244 ton emas ke dalam cadangan devisa mereka. Polandia dan China menjadi dua negara dengan pembelian terbesar.
China sendiri telah meningkatkan cadangan emasnya selama 19 bulan berturut-turut. Optimisme terhadap prospek emas juga tercermin dalam survei terbaru World Gold Council (WGC). Sebanyak 84% bank sentral meyakini porsi emas dalam cadangan devisa global akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan.
Commodities Strategist ING, Ewa Manthey, menjelaskan bahwa tingginya pembelian emas oleh bank sentral merupakan bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa. Menurutnya, permintaan yang tetap kuat dari bank sentral diperkirakan akan terus menopang harga emas, meskipun minat investor melalui instrumen investasi masih cenderung melemah.
Harga Emas Hari Ini Senin, 29 Juni 2026 di Indonesia
Tekanan yang terjadi di pasar emas global turut memengaruhi pergerakan harga emas di Indonesia pada awal pekan ini. Setelah bergerak relatif stabil pada akhir pekan lalu, harga emas Antam kembali mengalami penyesuaian ke bawah.
Pada Senin, 29 Juni 2026, harga beli emas Antam tercatat turun Rp15.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya, dari Rp2.660.000 per gram menjadi Rp1.645.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam sempat bergerak stagnan dan hanya mengalami kenaikan tipis sebesar Rp5.000 pada perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga emas domestik masih menyesuaikan dengan dinamika sentimen yang berkembang di pasar internasional. Penurunan yang lebih besar terjadi pada harga buyback Antam. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.360.000 per gram atau turun Rp18.000 dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu yaitu di Rp2.378.000 per gram.
Koreksi juga terjadi pada harga emas digital di aplikasi Treasury. Berdasarkan data pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital berada di level Rp2.422.270 per gram. Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.434.780 per gram, harga emas digital tercatat turun Rp12.510 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pekan ini pasar akan dihadapkan pada sejumlah agenda ekonomi penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan harga emas. Investor akan mencermati rilis data PMI manufaktur dan jasa dari berbagai negara, inflasi kawasan euro, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mencakup Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran.
Prospek harga emas ke depan masih memunculkan perbedaan pandangan di kalangan analis. ING memilih merevisi turun proyeksi harga emas karena menilai kombinasi tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, penguatan dolar Amerika Serikat, dan berkurangnya permintaan melalui ETF akan terus membatasi ruang kenaikan harga emas.
Dalam proyeksi terbarunya, ING memperkirakan harga rata-rata emas berada di level USD4.300 per troy ons pada kuartal III-2026 dan USD4.600 per troy ons pada kuartal IV-2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya yang masing-masing mencapai USD4.850 dan USD5.000 per troy ons.
Menurut Commodities Strategist ING, Ewa Manthey, meskipun kekhawatiran pasar terhadap suku bunga tinggi semakin meningkat, pihaknya masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan masih kuatnya dolar diperkirakan tetap menjadi faktor yang menekan harga emas dalam jangka pendek.
Berbeda dengan ING, JPMorgan masih mempertahankan pandangan yang lebih optimistis. Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas berpotensi mendekati USD5.000 per troy ons pada kuartal IV-2026. Bahkan, dalam jangka panjang, harga emas dinilai masih berpeluang bergerak menuju USD6.000 per troy ons apabila permintaan dari bank sentral dan investor tetap solid.
Dari sisi teknikal, tren harga emas masih menunjukkan kecenderungan bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 37 menandakan dominasi tekanan jual. Namun, indikator Stochastic RSI telah turun hingga level nol sehingga menunjukkan kondisi oversold.
Situasi tersebut membuka peluang terjadinya pemulihan harga apabila muncul sentimen positif dalam waktu dekat. Setelah mengalami koreksi selama empat pekan berturut-turut, peluang terjadinya technical rebound pada perdagangan pekan ini mulai terbuka. Apabila data ekonomi yang akan dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar, harga emas berpotensi bergerak lebih stabil atau bahkan berbalik menguat.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


