Event
Mengenal Gravity of the Unheld Karya Etza Meisyara di Treasury x Art Jakarta 2026
Dayinta
Kamis, 01 Oktober 2026
Treasury x Art Jakarta 2026

Treasury berkolaborasi dengan Art Jakarta 2026 untuk menghadirkan Gravity of the Unheld, karya seni oleh Etza Meisyara, seorang seniman intermedia asal Bandung. Melalui instalasi ini, Etza mengeksplorasi hubungan antara material, suara, ruang, dan manusia, sekaligus mengajak pengunjung memaknai nilai dari perspektif yang berbeda.

Karya yang dipamerkan pada 2-4 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, ini merupakan interpretasi Etza terhadap tantangan Weightless Worth yang diusung Treasury. Etza terpilih melalui program Treasury Art Prize 2026 dan menerjemahkan tantangan tersebut ke dalam pengalaman multisensori yang memadukan material kuningan, bunyi, cahaya, dan ruang.

Melalui Gravity of the Unheld, Etza mengajak pengunjung mempertanyakan kembali apa yang membuat sesuatu menjadi berharga. Apakah nilai muncul karena sesuatu dapat dimiliki, atau justru karena pengalaman dan makna yang dirasakan?

Tidak hanya memandang nilai semata-mata sebagai sesuatu yang melekat pada objek dan dapat dimiliki, karya ini menunjukkan bahwa nilai juga dapat hadir melalui pengalaman yang dirasakan secara langsung.

Mengenal Etza Meisyara, Seniman di Balik Gravity of the Unheld

Etza Meisyara merupakan seniman yang telah berkarya sejak 2012. Ia mengeksplorasi berbagai medium seperti sound art, instalasi, mixed media, dan performans, dengan praktik seni yang banyak membahas keterkaitan antara manusia, alam, dan teknologi.

Pendekatan tersebut memadukan seni, eksperimen material, serta pengalaman sensorik. Latar belakang pendidikannya juga turut mendukung eksplorasi tersebut. Etza merupakan lulusan Magister Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pernah menjalani studi Sound Art & Printmaking di HBK Braunschweig, Jerman.

Pengalamannya juga mencakup partisipasi dalam Tokyo Design Week, serta berbagai pameran dan residensi di Prancis, Australia, dan Inggris. Perjalanan tersebut memperkaya praktik Etza dalam mengolah bunyi, material, ruang, dan tubuh sebagai bagian dari pengalaman artistik.

Ketika Nilai Tidak Harus Dimiliki

Melalui Gravity of the Unheld, Etza membawa sebuah pertanyaan sederhana, apakah sesuatu menjadi berharga karena dimiliki atau karena dirasakan?

Pertanyaan tersebut menjadi titik berangkat dalam menerjemahkan tantangan Weightless Worth. Nilai tidak selalu hadir dalam bentuk yang dapat diukur secara material. Contohnya emas, yang dikenal sebagai sesuatu yang bernilai karena dapat dimiliki, disimpan, dan diwariskan.

Namun, ada pula bentuk nilai yang tidak memiliki wujud, tetapi tetap dapat memberikan arti bagi seseorang. Suara, getaran, kenangan, dan pengalaman menjadi contoh bagaimana sesuatu yang tidak dapat digenggam tetap dapat terasa begitu nyata.

Seseorang mungkin tidak dapat menyimpan sebuah suara atau memegang sebuah kenangan, tetapi pengalaman yang ditinggalkannya dapat memiliki nilai yang personal. Gagasan inilah yang kemudian diterjemahkan Etza ke dalam Gravity of the Unheld. Tidak hanya menghadirkan objek untuk dilihat, karya ini mengajak pengunjung merasakan bagaimana nilai dapat terbentuk melalui hubungan antara material, suara, ruang, dan manusia.

Gagasan tentang nilai yang tidak selalu dapat disentuh juga relevan dengan perkembangan investasi emas di era digital. Melalui aplikasi Treasury, emas dapat dimiliki dan dikelola secara digital tanpa harus dipegang secara fisik oleh pemiliknya.

Meski tidak terlihat atau dapat disentuh secara langsung, emas digital Treasury tetap memiliki wujud nyata yang bernilai, karena setiap kepemilikan emas digital didukung oleh emas fisik dengan rasio 1:1 yang disimpan. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu tidak harus selalu hadir secara fisik di hadapan kita untuk memiliki nilai nyata.

Kuningan sebagai Penghubung Material dan Pengalaman

Salah satu elemen yang digunakan dalam karya Etza adalah kuningan. Pemilihan material ini memiliki kaitan dengan tradisi gamelan, ketika kuningan tidak hanya berfungsi sebagai benda fisik, tetapi juga menjadi sumber resonansi yang menghasilkan bunyi.

Ketika dipukul, kuningan menghasilkan getaran dan suara yang dapat dirasakan bersama. Dari proses tersebut, Etza melihat adanya hubungan antara material dan pengalaman manusia. Nilai tidak hanya berada pada benda itu sendiri, tetapi juga pada apa yang terjadi ketika benda tersebut berinteraksi dengan suara, ruang, cahaya, dan manusia.

Oleh karena itu, pengunjung tidak hanya diajak melihat objek kuningan dalam instalasi ini. Cahaya yang dipantulkan, suara yang merambat, hingga getaran yang hadir di dalam ruang menjadi bagian dari pengalaman karya.

Setiap pengunjung juga dapat merasakan pengalaman yang berbeda. Satu orang mungkin lebih terhubung dengan bunyi, sementara yang lain dapat menangkap kesan melalui cahaya, ruang, atau sensasi yang muncul ketika berada di dalam instalasi.

Dari Emas sebagai Aset Berharga Menuju Nilai yang Nyata

Eksplorasi Etza melalui Gravity of the Unheld kemudian memperluas pembahasan mengenai apa yang membuat sesuatu dianggap berharga. Dalam konteks Treasury x Art Jakarta 2026, gagasan tersebut mempertemukan dua perspektif tentang nilai.

Emas selama ini dikenal sebagai sesuatu yang bernilai karena bentuk fisiknya, dapat dimiliki, disimpan, dan diwariskan. Sementara melalui karya Etza, nilai diperlihatkan dari sisi lain, yaitu sesuatu yang dapat hadir melalui pengalaman, interaksi, dan hubungan manusia dengan sekitarnya.

Hal serupa juga dapat ditemukan dalam seni. Sebuah karya tidak hanya memiliki nilai karena material yang digunakan atau objek yang terlihat, tetapi juga karena gagasan, pengalaman, dan hubungan yang tercipta antara karya dengan orang yang menikmatinya.

Melalui kolaborasi Treasury dan Art Jakarta, tantangan Weightless Worth kemudian menemukan bentuknya melalui Gravity of the Unheld. Karya Etza mengajak pengunjung melihat kembali arti sebuah nilai, bahwa sesuatu yang berharga tidak selalu harus memiliki berat, bentuk, dan dapat disentuh.

Artikel Populer
investasi emas untung
Tips Keuangan, Trivia
Kapan Investasi Emas Untung? Simak Cara dan Strategi Mendapat Keuntungan dari Emas
Selasa, 10 Februari 2026
Promo Happy Mom 9
Promo
Happy Mom Bisa Jaga Finansial Keluarga Sekaligus Dapat Hadiah Istimewa UV Sterilizer & Dish Dryer! 🥰🎁
Senin, 05 Oktober 2026
rupiah melemah
Tips Keuangan, Trivia
Rupiah Melemah Sentuh 18.000: Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?
Kamis, 04 Juni 2026