Harga emas dunia hari ini, Jumat, 2 Januari 2026 hingga pukul 07.30 WIB, bergerak naik sekitar 0,79% dan berada di kisaran USD4.347,49 per troy ons. Kenaikan ini membuat awal tahun yang cukup positif bagi pasar. Sentimen investor terlihat lebih percaya diri pada sesi awal perdagangan.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, Rabu, 31 Desember 2025, harga emas justru melemah sekitar 0,74% dan ditutup di kisaran USD4.314,12 per troy ons. Harga ini menjadi acuan terbaru karena pada 1 Januari tidak ada pembaruan harga akibat libur tahun baru. Meski berakhir negatif di penutupan tahun, performa emas sepanjang 2025 tetap dianggap kuat sehingga sentimen positif terhadap emas masih terasa solid hingga saat ini.
Sepanjang 2025, emas berhasil mencatat kenaikan sekitar 64% dan menjadi yang terbaik sejak akhir 1970-an. Kinerja ini membuat pasar menyambut 2026 dengan keyakinan kuat terhadap prospek emas, sementara arah harga emas ke depan masih akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan global.
Salah satu pendorong utama harga emas, masih datang dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Sepanjang tahun 2025, The Fed telah memangkas suku bunga, dan pasar kini menilai kemungkinan pelonggaran tambahan pada 2026, kondisi yang biasanya membuat emas lebih menarik dibandingkan aset berbunga. Hal ini mendukung potensi kenaikan harga emas mendatang.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang belum mereda di beberapa kawasan tetap menjaga kebutuhan terhadap aset aman, seperti emas. Pembelian bank sentral juga masih solid, sehingga emas memasuki awal tahun dengan dukungan fundamental yang cukup kuat untuk menjaga prospek harganya pada periode perdagangan yang sedang berlangsung saat ini.
Harga Emas Hari Ini Jumat, 2 Januari 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas dunia yang kembali menguat akhirnya mulai terasa di pasar domestik. Pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 08.30 WIB, harga emas Antam hari ini berada di Rp2.504.000 per gram, naik Rp16.000 dibandingkan penutupan Rabu, 31 Desember 2025. Karena 1 Januari libur perayaan tahun baru, sehingga tidak ada pembaruan harga.
Harga buyback emas Antam pun ikut naik ke Rp2.363.000 per gram, bertambah Rp16.000 dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan pasar domestik mulai merespons penguatan emas global, meski investor masih cenderung berhati-hati dan tetap memantau perkembangan sentimen serta peluang pergerakan harga ke depan.
Di sisi lain, pergerakan harga emas digital Treasury hari ini juga tercatat naik. Pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, harga emas digital Treasury berada di level Rp2.450.692 per gram, menguat dari level penutupan sebelumnya di Rp2.424.349 per gram seiring sentimen positif pasar emas.
Kenaikan ini semakin terasa menarik jika melihat kinerjanya dalam setahun terakhir. Dalam satu tahun, emas digital Treasury telah mencatat imbal hasil sekitar Rp1.005.020 atau 69,85%, menunjukkan minat investor yang masih tinggi terhadap emas digital yang mudah diakses, likuid, dan relevan sebagai instrumen lindung nilai modern.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Saat ini, harga emas masih berada dalam tren bullish yang cukup kuat, dengan pergerakan yang cenderung naik dan volatilitas yang relatif terkendali. Sentimen pasar tetap positif sehingga peluang kenaikan dalam jangka pendek hingga menengah masih terbuka lebar dan terasa cukup meyakinkan bagi investor global saat ini.
Ketegangan geopolitik yang terus berlangsung, termasuk konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah, menjaga minat terhadap emas sebagai aset aman. HSBC bahkan menaikkan proyeksi 2026 dan memperkirakan harga emas bisa menuju sekitar USD5.000 per troy ons, sehingga ekspektasi pasar tetap optimis pada periode yang akan datang nanti.
Banyak analis menilai faktor yang mendorong reli tahun ini kemungkinan masih bertahan hingga 2026, mulai dari ketidakpastian ekonomi, risiko geopolitik, hingga permintaan industri yang solid. Kombinasi tersebut menjaga prospek bullish sekaligus membuat emas tetap menarik bagi investor di berbagai negara pada periode mendatang yang dinamis.
Sejalan dengan itu, berbagai lembaga keuangan besar masih melihat peluang kenaikan lanjutan pada 2026. Goldman Sachs memproyeksikan sekitar USD4.900 per troy ons, JPMorgan membuka peluang menuju USD5.000 per troy ons, sementara ANZ memperkirakan puncak harga emas mendekati USD4.800 per troy ons dan pasar tetap menilai emas sangat menarik bagi investor global pada tahun yang akan datang.
Secara keseluruhan, ekspektasi pasar terhadap emas masih sangat positif. Survei Bank of America Corp menunjukkan bahwa emas diperkirakan menjadi pilihan investasi terpopuler kedua pada 2026 setelah yen Jepang, bahkan mengungguli dolar AS, euro, dan franc Swiss. Temuan ini menegaskan bahwa emas masih dianggap menarik sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna .
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan.


