Harga emas hari ini mengalami koreksi setelah mencatatkan penguatan signifikan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 23 Juli 2026 harga emas dunia melemah 0,25% ke level USD4.119,01 per troy ons. Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026 ditutup di posisi USD4.129,35 per troy ons atau melonjak 1,3%.
Harga emas telah menguat 3,06% dalam dua hari perdagangan beruntun. Bahkan, harga penutupan pada perdagangan Rabu menjadi yang tertinggi sejak 6 Juli 2026 atau lebih dari dua pekan terakhir. Namun, penguatan tajam tersebut dinilai lebih banyak didorong oleh aksi beli setelah harga mengalami tekanan sebelumnya.
Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay, menjelaskan bahwa investor melakukan aksi borong atau dip buying setelah level psikologis USD4.000 per troy ons berhasil dipertahankan. Ia tidak melihat ini sebagai tren struktural baru. Menurutnya harga minyak yang sedang naik akan kembali menimbulkan kekhawatiran dan membatasi laju harga emas.
Pandangan serupa juga disampaikan Analis Senior FXTM, Lukman Otunuga. Menurutnya, pelemahan dolar Amerika Serikat dan aksi beli ketika harga mengalami koreksi menjadi pendorong utama kenaikan emas. Ketika harga emas turun ke level yang dianggap menarik, investor cenderung memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali melakukan pembelian.
Namun, optimisme tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Lukman mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak lebih dari 3% berpotensi membatasi penguatan emas. Pergerakan komoditas energi masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah dan bisa memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Di tengah ketegangan yang belum mereda, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington masih membuka peluang negosiasi dengan Iran. Namun, ia menilai Teheran tidak serius dalam perundingan. Ketegangan yang terus meningkat juga berdampak pada jalur distribusi minyak.
Empat kapal tanker yang membawa minyak Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah setelah mendapatkan ancaman dari kelompok Houthi. Gangguan terhadap pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia kemudian mendorong harga minyak naik. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Harga Emas Hari Ini Kamis, 23 Juli 2026 di Indonesia Hari Ini
Pergerakan harga emas di Indonesia hari ini masih mengikuti tren penguatan harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya, meskipun kenaikannya tidak sepenuhnya sama. Pada Kamis, 23 Juli 2026, harga beli emas Antam naik Rp5.000 per gram dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.635.000 per gram menjadi Rp2.640.000 per gram.
Kenaikan yang lebih besar terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga buyback naik Rp9.000 per gram dari sebelumnya Rp2.386.000 per gram menjadi Rp2.395.000 per gram. Berbeda dengan pergerakan harga emas Antam, harga emas digital di aplikasi Treasury justru bergerak lebih dekat dengan pergerakan harga emas dunia.
Setelah sempat mengalami kenaikan menjelang penutupan perdagangan pada hari sebelumnya, harga emas digital kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Pada Kamis, 23 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di level Rp2.463.915 per gram.
Harga emas digital hari ini terkoreksi Rp10.170 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.474.085 per gram. Perbedaan pergerakan antara harga emas Antam dan emas digital di aplikasi Treasury dipengaruhi oleh perbedaan waktu pembaruan harga
Harga emas Antam umumnya hanya diperbarui satu kali pada awal hari. Sementara, harga emas digital di Treasury diperbarui setiap menit. Harga emas digital dapat lebih cepat mengikuti perubahan harga emas dunia dan sentimen pasar yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, pergerakan harga emas digital pada waktu tertentu dapat berbeda dengan harga emas Antam.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pergerakan harga emas ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter The Fed. Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga sepanjang sisa 2026. Namun, ekspektasi pasar masih menunjukkan adanya peluang kenaikan suku bunga pada September.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang tersebut berada di sekitar 76%. Oleh karena itu, investor masih menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan depan untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Jika The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, kondisi tersebut berpotensi membatasi penguatan harga emas. Selain itu, kenaikan harga minyak juga dapat kembali memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi.
Dari sisi teknikal, emas masih berada di zona bearish. Hal tersebut terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 50. Namun, posisi RSI yang masih berada di ambang batas tersebut menunjukkan bahwa kondisi emas cenderung netral. Artinya, indikator tersebut belum memberikan sinyal bearish yang terlalu kuat.
Arah pergerakan harga emas selanjutnya masih dapat berubah mengikuti sentimen pasar. Oleh karena itu, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi karena indikator Stochastic RSI 14 hari telah menyentuh level 100. Posisi tersebut merupakan level tertinggi dan menunjukkan kondisi sangat jenuh beli atau overbought.
Setelah harga emas menguat tajam akibat aksi dip buying, sebagian pelaku pasar berpotensi mulai mencairkan keuntungan atau melakukan profit taking. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan harga emas dalam perdagangan hari ini, terutama apabila investor mulai mengamankan keuntungan setelah kenaikan dalam dua hari terakhir.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


