Berita, Emas, Kabar Emas
Harga Emas Hari Ini Kamis, 9 Juli 2026 Menguat Tipis, Namun Tekanan Geopolitik dan Ekspektasi Suku Bunga Masih Membayangi
Dayinta
Kamis, 09 Juli 2026
Harga Emas Hari Ini 9

Harga emas dunia hari ini Kamis, 9 Juli 2026 mencatat kenaikan tipis pada awal perdagangan ke level USD4.078,72 per troy ons atau naik 0,03%. Meski mulai bergerak positif, kenaikan tersebut belum mampu menghapus tekanan yang membayangi pasar emas dalam beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026 harga emas dunia ditutup di posisi USD4.076,32 per troy ons atau melemah 0,72%. Koreksi tersebut memperpanjang tren penurunan harga emas menjadi sekitar 2,4% dalam tiga hari perdagangan berturut-turut. Pelemahan harga emas masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan kepada Reuters bahwa eskalasi konflik menjadi faktor utama yang mendorong tekanan pada pasar. Menurutnya, peluang tercapainya gencatan senjata kini semakin kecil sehingga hampir seluruh aset berisiko, termasuk emas, ikut terdampak.

Ketidakpastian tersebut kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran. Berdasarkan laporan Bloomberg News, operasi militer tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Serangan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir. Situasi semakin memanas setelah Iran mengancam akan melakukan operasi balasan dalam skala besar terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Ancaman tersebut memperbesar kekhawatiran investor terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dunia. Eskalasi konflik tersebut juga mendorong lonjakan harga minyak mentah. Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak Brent naik 5,21% ke USD78,02 per barel dan masih berlanjut hingga Kamis pagi dengan kenaikan hampir 1%.

Bagi pelaku pasar, kenaikan harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi global. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama. Prospek suku bunga tinggi inilah yang masih menjadi salah satu faktor utama yang membatasi ruang penguatan harga emas.

Harga Emas Hari Ini Kamis, 9 Juli 2026 di Indonesia

Pergerakan harga emas di Indonesia masih menunjukkan tren penurunan yang cenderung sama dengan harga emas dunia. Meski harga emas global mulai bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat tipis pada awal perdagangan, harga emas Antam justru kembali mengalami penurunan.

Pada Kamis, 9 Juli 2026 harga beli emas Antam turun menjadi Rp2.633.000 per gram. Jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.641.000 per gram, harga emas hari ini mengalami penurunan sebesar Rp8.000 per gram. Koreksi juga terjadi pada harga buyback Antam yang berada di posisi Rp2.383.000 per gram atau lebih rendah Rp10.000 dibandingkan harga buyback di hari Rabu.

Tren pelemahan tidak hanya terjadi pada emas fisik. Harga emas digital di aplikasi Treasury juga ikut mengalami penyesuaian meskipun nilainya relatif terbatas. Berdasarkan data pada Kamis, 9 Juli 2026 pukul 10.00 WIB harga beli emas digital tercatat sebesar Rp2.445.589 per gram.

Apabila dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.449.752 per gram, harga emas digital mengalami koreksi sebesar Rp4.163 per gram. Penurunan yang relatif tipis tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga emas digital masih cenderung mengikuti dinamika pasar global.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Kembali Menekan Harga Emas Hari Ini Rabu, 8 Juli 2026 hingga Turun ke Kisaran USD4.000 – Treasury 

Prediksi Harga Emas Mendatang

Analis Vantage Markets yang berbasis di Melbourne, Hebe Chen, menilai pergerakan harga emas pada awal perdagangan Kamis lebih mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar daripada kondisi yang benar-benar stabil.

Menurutnya, investor masih menunggu kepastian apakah ketegangan di Timur Tengah hanya akan menjadi gejolak jangka pendek atau berkembang menjadi konflik yang lebih luas dengan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian global. Selama ketidakpastian tersebut masih berlangsung, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi.

Prospek harga emas dalam jangka pendek diprediksi masih akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan situasi geopolitik di Timur Tengah. Risalah rapat The Fed pada 16-17 Juni menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral Amerika Serikat semakin mengkhawatirkan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.

Sebagian anggota The Fed bahkan menilai terdapat alasan yang cukup kuat untuk segera kembali menaikkan suku bunga. Secara keseluruhan, risalah tersebut mengindikasikan bahwa perhatian The Fed kini lebih banyak tertuju pada pengendalian inflasi, sementara kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja mulai berkurang.

Sikap tersebut cenderung menjadi sentimen negatif bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan daya tarik instrumen investasi yang memberikan imbal hasil dibandingkan aset seperti emas. Sejalan dengan perkembangan tersebut, ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed kembali berubah.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September meningkat menjadi sekitar 69%, lebih tinggi dibandingkan prediksi sehari sebelumnya yaitu di angka 62%.

Di sisi lain, Bank of America turut merevisi turun proyeksi harga emas rata-rata sepanjang 2026 sebesar 14% menjadi USD4.360 per troy ons. Revisi tersebut didasarkan pada perkiraan bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Namun, Bank of America masih optimistis harga emas berpotensi mencapai USD5.000 per troy ons setelah siklus pengetatan moneter berakhir.

Dari sisi teknikal, harga emas masih berada dalam tren bearish. Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 41 menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Sedangkan Indikator Stochastic RSI yang berada di level 67 mengindikasikan emas masih berada di area beli (long) yang cukup kuat.

Dengan kombinasi indikator tersebut, harga emas masih berpotensi bergerak terbatas sambil menunggu sentimen baru yang mampu menentukan arah pergerakan berikutnya.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Likuiditas adalah
Trivia
Pengertian, Jenis, dan Manfaat Likuiditas sebagai Aspek Penting Dalam Investasi
Selasa, 29 Oktober 2024
Kabar Emas
Harga Emas Tergelincir karena Imbal Hasil Surat Utang AS Menguat
Jumat, 28 April 2023
Tips Keuangan
Hati-hati Terkena Sudden Wealth Syndrome, Penyakit Belum Siap Kaya Raya
Jumat, 11 Agustus 2023