Harga emas hari ini, mengalami koreksi tipis setelah mencatatkan penguatan cukup tajam pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 3 November 2026 harga emas dunia melemah 0,03% ke posisi USD3.946,44 per troy ons. Sebelumnya, harga emas ditutup di level USD3.947,60 per troy ons pada perdagangan Senin, 2 November 2026 atau melonjak 1,9%.
Hal ini menjadi kabar baik setelah logam mulia mengalami penurunan sebesar 3,6% pada Jumat sebelumnya. Penguatan tersebut diduga dipicu oleh aksi bargain hunting atau pembelian ketika harga sedang terkoreksi. Setelah mengalami penurunan tajam, harga emas dinilai mulai menarik bagi pelaku pasar yang ingin menambah kepemilikannya.
Aksi dip buying ini tidak hanya berpotensi dilakukan oleh investor, tetapi juga sejumlah bank sentral. Justin Lin, Strategist di Global X ETFs, melihat adanya aktivitas pembelian ketika harga emas melemah. Investor dan kemungkinan beberapa bank sentral diperkirakan mulai menambah kepemilikan emas mereka.
Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah memperoleh mandat dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei untuk melakukan negosiasi demi mencapai perdamaian dengan Amerika Serikat.
Kabar tersebut turut memicu penurunan tajam harga minyak. Pada perdagangan Senin, harga minyak jenis Brent ditutup anjlok 8,17% ke posisi USD104,17 per barel. Penurunan ini memunculkan harapan bahwa lonjakan harga energi dapat mereda, sehingga bank sentral di berbagai negara, termasuk The Fed tidak perlu mengambil kebijakan kenaikan suku bunga yang terlalu agresif.
Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant, menilai penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 3 November 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas di Indonesia pada Selasa, 3 November 2026, menunjukkan penguatan, sejalan dengan kenaikan harga emas dunia pada penutupan perdagangan sebelumnya. Harga beli emas Antam tercatat sebesar Rp2.541.000 per gram, naik Rp10.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di level Rp2.531.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga pembelian kembali emas yang sebelumnya berada di posisi Rp2.286.000 per gram kini naik Rp25.000 menjadi Rp2.311.000 per gram. Kenaikan harga buyback pada hari ini lebih besar dibandingkan kenaikan harga belinya.
Berbeda dengan harga emas Antam yang menguat, harga emas digital di aplikasi Treasury justru mengalami koreksi pada awal perdagangan. Pada Selasa, 3 November 2026, pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.341.973 per gram. Angka tersebut turun Rp13.917 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya.
Perbedaan pergerakan harga emas Antam dan emas digital Treasury dapat dipengaruhi oleh kecepatan pembaruan harga masing-masing. Harga emas digital Treasury diperbarui secara real time sehingga dapat lebih cepat mencerminkan perubahan harga emas dunia dan sentimen pasar.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Senin 2 November 2026 Mulai Menguat Setelah Terkoreksi Tajam – Treasury
Prediksi Harga Emas Mendatang
Ke depan, kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Pasar tetap memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada Desember, meskipun probabilitasnya sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Pelemahan dolar Amerika Serikat juga turut memberikan dukungan bagi harga logam mulia. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada Desember mencapai 77%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan pada pekan sebelumnya yang mencapai 80%.
Sementara itu, tekanan pasar yang terjadi pada Jumat sebelumnya juga masih menjadi perhatian investor. Aksi jual saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan meluas ke berbagai pasar. Sejumlah analis menilai kebutuhan untuk memenuhi permintaan tambahan jaminan atau margin call turut mendorong investor menjual aset lindung nilai, termasuk emas.
Perhatian pasar kini juga tertuju pada pemilihan sela Amerika Serikat yang berlangsung pada 3 November. Investor akan mencermati hasil pemilu untuk menilai kemungkinan dampaknya terhadap kebijakan fiskal, kondisi geopolitik, serta sentimen pasar secara keseluruhan.
Analis Julius Baer, Carsten Menke, menilai hasil pemilihan sela tersebut kemungkinan tidak akan membawa perubahan signifikan terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Defisit anggaran diperkirakan tetap berlanjut terlepas dari hasil pemilu. Sehingga, beban utang dan pembayaran bunga pemerintah Amerika Serikat masih berpotensi menjadi salah satu faktor yang mendukung harga emas dalam jangka panjang.
Dari sisi teknikal, harga emas masih berada di zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 37 menunjukkan bahwa suatu aset masih berada dalam tren pelemahan. Indikator Stochastic RSI juga tercatat di level 21 menunjukkan bahwa emas berada di area jual (short) yang kuat dan mulai mendekati kondisi oversold.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


