Harga emas dunia hari ini terkoreksi tipis, setelah kembali menembus level USD4.000 per troy ons pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026 harga emas melemah 0,1% ke USD4.012,49 per troy ons. Sementara, pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, harga emas menguat 0,52% ke USD4.016,31 per troy ons.
Penguatan tersebut membawa harga emas kembali ke atas USD4.000 setelah sebelumnya merosot ke kisaran USD3.900 per troy ons. Ahli strategi pasar senior StoneX, Bob Haberkorn, menilai penurunan harga minyak dunia membantu menopang pemulihan emas. Selain itu, aksi beli ketika harga melemah atau bargain hunting turut memberikan dukungan bagi emas.
Meski demikian, Haberkorn memperkirakan pergerakan emas masih cenderung terbatas di sekitar USD4.000 per troy ons hingga pengumuman kebijakan suku bunga The Fed. Investor diperkirakan menahan diri sembari menunggu petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Sentimen dari Timur Tengah turut memberikan dukungan bagi harga emas. Menurut laporan Bloomberg News, pejabat senior Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye bertolak ke Iran untuk membahas langkah-langkah meredakan eskalasi konflik. Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT energi di Moskow.
Perkembangan diplomatik tersebut ikut memengaruhi pergerakan harga energi. Pada Senin, harga minyak mentah Brent turun 1,12% menjadi USD115,39 per barel. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak sepanjang pekan sebelumnya.
Harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran membantu menekan harga energi, meskipun risiko gangguan pasokan masih membayangi pasar dan harga minyak tetap berada di dekat level tertinggi dalam enam bulan.
Selain perkembangan geopolitik, investor juga perlu memperhatikan implikasi kebijakan ekonomi terhadap dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah. Analis OCBC menilai perhatian pasar sebaiknya tidak hanya terpusat pada hasil pemilu, tetapi juga pada dampaknya terhadap kebijakan fiskal, tarif, belanja geopolitik, dan ketidakpastian kebijakan.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 27 Oktober 2026 di Indonesia
Harga emas di Indonesia justru menguat pada Selasa, 27 Oktober 2026, meskipun harga emas dunia mulai terkoreksi pada awal perdagangan hari ini. Pergerakan tersebut mencerminkan penguatan harga emas global pada penutupan perdagangan sebelumnya, yang kemudian tercermin pada pembaruan harga emas dalam negeri.
Harga beli emas Antam naik Rp10.000 per gram, dari Rp2.540.000 menjadi Rp2.550.000 per gram. Kenaikan dengan besaran yang sama juga terjadi pada harga buyback Antam, yang meningkat dari Rp2.335.000 menjadi Rp2.345.000 per gram. Maka , harga beli dan harga buyback emas Antam sama-sama menguat di awal perdagangan pekan ini.
Berbeda dengan harga emas Antam yang diperbarui secara berkala, harga emas digital di aplikasi Treasury bergerak lebih cepat mengikuti perubahan pasar global. Pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.392.824 per gram atau turun Rp7.585 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya.
Perbedaan pergerakan ini berkaitan dengan frekuensi pembaruan harga. Harga emas digital Treasury diperbarui setiap menit sehingga dapat lebih cepat mencerminkan fluktuasi harga emas dunia secara real time. Sementara, harga emas Antam diperbarui satu kali sehari pada awal perdagangan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu Amerika Serikat. Secara umum, pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya pada September.
Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 4% hingga 4,25% dalam rapat Oktober hanya mencapai 10,5%. Meski kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini dinilai kecil kemungkinannya, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi sumber ketidakpastian bagi emas.
Sejumlah pejabat The Fed telah memberikan sinyal bahwa suku bunga jangka pendek Amerika Serikat tidak akan kembali dinaikkan pada pekan ini. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi membuat investor mempertimbangkan kemungkinan bahwa jeda kenaikan suku bunga tersebut tidak akan berlangsung lama.
Karena itu, pernyataan bank sentral mengenai prospek inflasi dan kebijakan berikutnya akan menjadi perhatian penting dalam menentukan arah harga emas. Investor juga menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis.
Indikator tersebut merupakan salah satu ukuran inflasi pilihan The Fed dan dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai tekanan harga di Amerika Serikat. Hasil yang menunjukkan inflasi masih kuat berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sedangkan tekanan inflasi yang mereda dapat membuka ruang bagi pemulihan emas.
Dari sisi teknikal, harga emas masih berada di zona bearish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 34 menunjukkan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Sementara, indikator Stochastic RSI berada di level 4 menandakan kondisi jenuh jual atau oversold.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya pemulihan teknikal setelah penurunan harga, meskipun belum memastikan bahwa tren pelemahan telah berakhir. Berdasarkan data di atas, harga emas masih berpeluang menguat dalam perdagangan hari ini, terutama jika aksi beli saat harga melemah berlanjut dan tekanan dari pasar energi mereda.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!
