Setelah sempat menguat menjelang akhir pekan lalu, pada Senin, 20 Juli 2026 harga emas dunia tercatat turun sebesar 0,59% ke level USD3.993,11 per troy ons. Penurunan tersebut terjadi setelah harga emas pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026 ditutup naik 1,18% ke posisi USD4.016,69 per troy ons.
Secara keseluruhan harga emas masih mengalami penurunan sebesar 2,51% sepanjang pekan lalu. Kondisi ini membuat harga emas telah mengalami koreksi selama dua pekan berturut-turut. Salah satu sentimen yang memberikan tekanan terhadap harga emas hari ini berasal dari pergerakan dolar Amerika Serikat.
Pada akhir pekan lalu, indeks dolar ditutup menguat di level 100,763. Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun masih bertengger di level 5,5%. Penguatan dolar Amerika Serikat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar sehingga berpotensi mengurangi minat beli dari investor global.
Di sisi lain, emas merupakan aset yang tidak menawarkan imbal hasil. Oleh karena itu, ketika imbal hasil US Treasury mengalami kenaikan, investor dapat lebih tertarik menempatkan dana pada aset berbasis obligasi yang memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut kemudian berpotensi mengurangi permintaan terhadap emas.
Tekanan terhadap harga emas juga datang dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat menyerang wilayah selatan Iran. Dalam serangan tersebut, enam jembatan menjadi korban serangan. Media Iran juga melaporkan adanya serangan di Kota Bushehr, Provinsi Lorestan.
Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menyerang basis militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Oman. Eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak kembali naik. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 8% sepanjang pekan lalu. Bahkan, harga minyak Brent kembali menembus level USD90 per barel.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa sejumlah bank sentral di negara-negara pengimpor minyak dapat terpaksa menjual sebagian cadangan emas mereka untuk menopang nilai tukar mata uang. Apabila skenario tersebut terjadi, peningkatan pasokan emas di pasar dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.
Tekanan terhadap emas juga berpotensi semakin besar apabila aksi jual di saham-saham teknologi Wall Street meluas akibat kekhawatiran bahwa The Fed akan mengambil kebijakan yang semakin agresif. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, investor dapat menjual emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau memenuhi margin call atas posisi mereka di pasar saham.
Meski investor jangka pendek mulai mengurangi kepemilikan emas, pembelian besar-besaran yang dilakukan bank sentral masih menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas. China bahkan memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi 20 bulan berturut-turut. Sepanjang Juni 2026, China menambah hampir 15 ton emas ke dalam cadangannya.
Sementara itu, data World Gold Council menunjukkan bahwa bank sentral dunia secara bersih membeli 41 ton emas pada Mei. Pembelian tersebut menunjukkan bahwa bank sentral masih memiliki minat yang kuat terhadap emas meskipun harga komoditas tersebut mengalami tekanan.
Bank sentral membeli emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa. Oleh karena itu, aktivitas pembelian tersebut dapat menjadi penopang harga emas dalam jangka panjang, terutama ketika investor jangka pendek mulai mengurangi kepemilikannya.
Harga Emas Hari Ini Senin, 20 Juli 2026 di Indonesia Hari Ini
Sejalan dengan pergerakan harga emas dunia, harga emas di Indonesia hari ini juga dibuka dengan koreksi. Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.610.000 per gram. Harga tersebut turun Rp4.000 per gram dibandingkan harga pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp2.614.000 per gram.
Sebelum mengalami koreksi pada awal pekan ini, harga emas Antam juga sempat mencatatkan kenaikan tipis menjelang akhir pekan lalu mengikuti pergerakan harga emas dunia. Penurunan yang lebih besar terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga buyback hari ini berada di level Rp2.341.000 per gram, turun Rp8.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Berbeda dengan harga emas dunia dan emas Antam yang mengalami koreksi, harga emas digital di aplikasi Treasury justru bergerak menguat. Setelah sempat mengalami penurunan pada awal perdagangan Senin, 20 Juli 2026, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.411.681 per gram pada pukul 10.00 WIB.
Harga tersebut naik Rp8.058 per gram jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.403.623 per gram. Perbedaan pergerakan harga emas digital dan harga emas Antam dipengaruhi oleh perbedaan kecepatan pembaruan harga.
Harga emas Antam hanya diperbarui satu kali sehari pada pagi hari. Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury diperbarui setiap menit. Hal ini membuat Sobat dapat memantau pergerakan harga emas digital secara real-time dan memperoleh harga yang lebih akurat sesuai dengan perubahan sentimen pasar.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Perkembangan konflik dan meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay, menilai eskalasi yang terjadi dapat membuat peluang kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed, bank sentral Amerika Serikat, tetap terbuka.
Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat sebesar 25 bps ke kisaran 3,75%-4% pada bulan ini berada di level 14,4%. Namun, peluang tersebut meningkat menjadi 53,5% dalam rapat The Fed pada September. Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas
Menurut beberapa analis, terdapat dua faktor yang berpotensi mengembalikan momentum kenaikan harga emas yaitu konflik di Timur Tengah mereda dalam waktu dekat dan harga minyak kembali mengalami penurunan. Selain kedua faktor tersebut, pembelian emas dalam jumlah besar oleh bank sentral juga masih menjadi salah satu faktor yang dapat menyelamatkan harga emas dari tekanan lebih dalam.
Secara teknikal, harga emas masih berada di zona bearish. Hal tersebut terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 36 menunjukkan bahwa suatu aset sedang berada dalam kondisi bearish. Namun, indikator Stochastic RSI telah menyentuh level nol yang menandakan bahwa emas telah berada dalam kondisi sangat jenuh jual atau oversold.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


