Harga emas hari ini Senin, 9 Februari 2026 kembali bergerak menguat setelah melalui periode volatilitas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Harga emas dunia tercatat naik 1,23% dan berada di posisi USD5.021,49 per troy ons, menandakan kembalinya minat investor terhadap aset safe haven.
Pada perdagangan pekan sebelumnya Jumat, 6 Februari 2026 harga emas dunia ditutup menguat 3,99% di level USD4.960,39 per troy ons. Namun, pergerakan intraday menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi, di mana harga sempat tertekan hingga menyentuh level terendah USD4.654,29 per troy ons sebelum akhirnya berbalik naik menjelang penutupan.
Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menilai bahwa saat ini mulai terlihat kembali permintaan terhadap aset aman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kehati-hatian masih membayangi pasar menyusul aksi jual besar yang terjadi sebelumnya serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya mereda.
Harga emas pada perdagangan Jumat, mampu pulih dari tekanan tajam sehari sebelumnya seiring melemahnya pasar saham global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Di sisi lain, CME Group turut menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia sebagai langkah mitigasi risiko, yang turut memengaruhi dinamika pergerakan harga.
Fluktuasi harga emas dalam beberapa waktu terakhir tergolong luar biasa. Sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 26 Januari, pergerakan emas terbilang ekstrem. Pada 30 Januari, harga emas turun lebih dari 9% dalam sehari. Selanjutnya, pada 2 Februari harga kembali jatuh hampir 5%, lalu melonjak lebih dari 6% pada 3 Februari.
Pada 4 Februari terjadi kenaikan tipis, sebelum kembali terkoreksi hampir 4% pada 5 Februari. Akhir pekan lalu, harga emas kembali naik hampir 4%. Salah satu pemicu utama pergerakan tajam harga emas, dengan rentang perubahan mencapai USD1.200 per troy ons, adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Warsh dipandang sebagai figur yang cenderung tegas terhadap inflasi dan lebih menyukai neraca The Fed yang lebih kecil. Persepsi tersebut memperkuat dolar Amerika Serikat dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat naik, sehingga menekan daya tarik emas. Dampak lanjutan dari sentimen ini memicu aksi jual emas besar-besaran.
Harga Emas Hari Ini Senin, 9 Februari 2026 di Indonesia
Sentimen positif juga terlihat di pasar domestik. Harga emas hari ini Senin, 9 Februari 2026 di Indonesia turut mengalami kenaikan. Harga beli emas Antam tercatat naik Rp20.000, dari sebelumnya Rp2.920.000 per gram menjadi Rp2.940.000 per gram.
Menariknya, penguatan harga juga terjadi pada sisi jual kembali. Harga buyback yang ditawarkan Antam hari ini justru naik lebih besar, yakni Rp28.000, sehingga berada di posisi Rp2.734.000 per gram.
Sejalan dengan itu, harga emas digital di aplikasi Treasury juga mencatatkan penguatan di awal pekan. Pada Senin, 9 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas di Treasury berada di posisi Rp2.846.096 per gram, naik sekitar Rp37.000 dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu di Rp2.809.036 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan berlangsung sangat dinamis. Para analis memperkirakan emas akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dengan resistensi utama di level USD5.169 per troy ons dan support jangka pendek di sekitar USD4.400 per troy ons.
Perhatian pasar saat ini tertuju pada negosiasi penting antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Oman. Selain itu, ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% ke Kanada dan tarif tambahan untuk Korea Selatan dan negara-negara Eropa, mendorong investor untuk menambah aset safe haven.
Beberapa bank sentral, termasuk Bank Nasional Polandia, serta pelaku pasar negara berkembang, justru memanfaatkan koreksi harga sebagai momentum akumulasi. Mereka menilai penurunan harga terakhir lebih berfungsi untuk membersihkan spekulasi berlebihan, bukan sebagai perubahan arah tren jangka panjang.
Dalam perspektif jangka panjang, prospek emas masih dinilai positif. J.P. Morgan memproyeksikan harga emas berpotensi menembus USD6.000 per troy ons pada akhir tahun. Namun untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi teknikal, terutama penembusan yang solid di atas USD5.100 per troy ons.
Secara teknikal, emas masih berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 57, menandakan tren naik masih terjaga. Sementara itu, Stochastic RSI berada di angka 24, yang menunjukkan emas berada di area jual yang kuat dan hampir menyentuh kondisi oversold.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


