Pada Selasa, 6 Januari 2026 harga emas dunia tercatat melemah sebesar 0,16% dan berada di level USD4.440,97 per troy ons. Pelemahan tipis ini terjadi setelah lonjakan tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan harga emas hari ini lebih mencerminkan aksi penyesuaian pasar setelah reli kuat yang dipicu sentimen geopolitik.
Sebelumnya pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026 harga emas dunia melonjak signifikan sebesar 2,73% dan ditutup di level USD4.448,19 per troy ons. Kenaikan tersebut membawa harga emas menembus area USD4.400 per troy ons dan menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Serangan Amerika Serikat ke Venezuela memicu kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Eskalasi konflik tersebut menambah daftar risiko geopolitik yang mendorong pelaku pasar mengalihkan dananya ke instrumen lindung nilai.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditahan dalam penggerebekan akhir pekan di Caracas dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal yang telah lama disiapkan. Donald Trump, menyebut penangkapan tersebut sebagai langkah tegas terhadap rezim yang ia anggap kriminal.
Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals Jerman, juga setuju bahwa ketegangan yang melibatkan Venezuela mendorong minat terhadap emas. Namun menurutnya, faktor ini hadir di atas kekhawatiran yang sudah lebih dulu membayangi pasar, mulai dari risiko geopolitik global, isu pasokan energi, hingga arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.
Secara historis, emas memang tengah berada dalam fase kuat. Sepanjang tahun lalu, harga emas tercatat melonjak hingga 64%, didorong oleh berbagai titik konflik geopolitik, siklus pelonggaran suku bunga The Fed, pembelian agresif oleh bank sentral serta arus masuk ke ETF emas.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 6 Januari 2026 di Indonesia
Meski harga emas dunia pada hari ini dibuka sedikit melemah, pergerakan tersebut tidak menghalangi penguatan signifikan harga emas di dalam negeri. Pada Selasa, 6 Januari 2026 harga emas Antam tercatat melonjak sebesar Rp34.000 per gram menjadi Rp2.549.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam masih berada di level Rp2.515.000 per gram.
Kenaikan yang sama juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali emas Antam. Hari ini, harga buyback Antam tercatat naik Rp34.000 dari posisi sebelumnya Rp2.371.000 per gram menjadi Rp2.405.000 per gram. Kenaikan yang seimbang antara harga beli dan harga jual kembali ini mencerminkan permintaan emas yang tetap kuat di pasar domestik.
Seiring dengan penguatan emas fisik, harga emas digital di aplikasi Treasury juga mengalami kenaikan. Hari ini, Selasa, 6 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, harga emas digital Treasury tercatat berada di level Rp2.509.327 per gram. Angka tersebut naik sekitar Rp7.000 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yaitu Rp2.502.861 per gram.
Harga buyback emas digital Treasury pun ikut bergerak searah dengan harga belinya. Hari ini, harga jual kembali yang ditawarkan Treasury tercatat berada di posisi Rp2.429.289 per gram. Kenaikan harga emas di Indonesia ini mencerminkan respons investor yang meningkatkan pembelian emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Baca Juga: Terdorong Ketegangan Geopolitik Harga Emas Hari Ini Senin, 5 Januari 2026 Melonjak Naik – Treasury
Prediksi Harga Emas Mendatang
Ketegangan geopolitik diperkirakan masih akan menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan harga emas ke depan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memperingatkan kemungkinan adanya serangan lanjutan apabila Caracas menolak upaya Amerika Serikat untuk membuka industri minyaknya dan menghentikan perdagangan narkoba.
Trump juga mengisyaratkan potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkoba ilegal, yang dapat memperluas spektrum risiko geopolitik. Alexander Zumpfe menilai bahwa pergerakan harga emas menuju rekor tertinggi baru berpotensi terjadi apabila ketegangan geopolitik semakin meluas.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat juga menjadi kunci, terutama jika data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed perlu melakukan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih agresif dibandingkan perkiraan pasar saat ini. Kondisi tersebut secara keseluruhan meningkatkan ketidakpastian global yang berpotensi mendorong harga emas terus naik.
Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat untuk bulan Desember yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat. Data ini akan menjadi salah satu penentu ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga, dengan harapan setidaknya ada dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.
Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 61 yang menandakan tren penguatan masih dominan. Sementara itu, indikator Stochastic RSI emas berada di level 34 menunjukkan area jual (short) masih cukup kuat dan membuka ruang bagi fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


