Harga emas dunia kembali bergerak melemah di awal pekan ini. Pada Senin, 16 Februari 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD5.027,38 per troy ons, turun 0,29%. Pelemahan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu Jumat, 13 Februari 2026 emas justru menguat tajam sebesar 2,5% ke posisi USD5.042,11 per troy ons.
Pergerakan emas sepanjang pekan lalu tergolong sangat fluktuatif. Harga sempat merosot tajam hingga 3,1% pada Kamis, bahkan sempat menyentuh area USD4.900 per troy ons. Dalam lima hari perdagangan, emas mencatat tiga kali kenaikan dan dua kali penurunan tajam. Secara keseluruhan, harga emas masih turun sekitar 0,56% sepanjang pekan lalu
Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri tren kenaikan yang sebelumnya berlangsung selama dua pekan berturut-turut. Salah satu faktor yang menopang harga emas adalah rilis data inflasi Amerika Serikat. US Bureau of Labor Statistics melaporkan tingkat inflasi tahunan pada Januari sebesar 2,4%, yang menjadi level terendah sejak Mei tahun lalu.
Inflasi yang relatif terkendali tersebut meningkatkan harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan adanya setidaknya tiga kali penurunan suku bunga sepanjang tahun 2026, yang secara historis menjadi sentimen positif bagi emas.
Di sisi lain, volatilitas tinggi yang terjadi juga dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi terhadap arah kebijakan bank sentral. Untuk meredam gejolak tersebut, CME Group mengambil langkah dengan menaikkan persyaratan margin pada kontrak berjangka emas dan perak.
Margin awal untuk profil risiko standar dinaikkan dari 6% menjadi 8%, sementara untuk profil risiko tinggi meningkat dari 6,6% menjadi 8,8%. Kebijakan ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan modal bagi investor yang menggunakan leverage dalam perdagangan kontrak berjangka.
Secara historis, kenaikan margin seperti ini sering kali membantu mengurangi aktivitas spekulatif yang berlebihan. Meningkatnya biaya untuk mempertahankan posisi leverage membuat pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur mereka, sehingga dapat membantu meredakan volatilitas dan mempercepat penyesuaian pasar setelah periode gejolak.
Harga Emas di Indonesia Hari Ini Senin, 16 Februari 2026
Sejalan dengan pergerakan emas global, harga emas di Indonesia juga mengalami koreksi pada awal pekan ini. Pada Senin, 16 Februari 2026 harga beli emas Antam turun sebesar Rp14.000, dari sebelumnya Rp2.954.000 per gram menjadi Rp2.940.000 per gram.
Harga buyback Antam turut mengalami penurunan, meskipun dengan nominal yang sedikit lebih kecil. Hari ini, harga buyback Antam tercatat berada di level Rp2.728.000 per gram, turun Rp13.000 dibandingkan posisi sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada harga emas digital. Berdasarkan data pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di posisi Rp2.823.446 per gram, turun sekitar Rp25.000 dibandingkan harga penutupan pada akhir pekan sebelumnya yang mencapai Rp2.848.777 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Meski sempat mengalami tekanan dan volatilitas tinggi, permintaan fisik terhadap emas tetap menunjukkan kekuatan, terutama dari dua pasar utama dunia, yaitu India dan China. Permintaan ini menjadi faktor penyeimbang terhadap aktivitas spekulatif di pasar keuangan.
Selain itu, sejumlah data ekonomi penting yang akan datang, termasuk risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Pergerakan terbaru juga menunjukkan bahwa sentimen pasar dapat berubah dengan sangat cepat, khususnya dalam kondisi perdagangan dengan leverage tinggi.
Dari perspektif optimistis pasar, emas telah membuktikan kemampuannya dalam menghadapi tekanan likuidasi besar dan kembali mengamankan level teknikal penting di atas level USD5.000 per troy ons. Hal ini menjadi sinyal bahwa tren bullish jangka panjang belum sepenuhnya berakhir.
Jika data ekonomi mendukung gambaran perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang tetap terkendali, emas berpotensi mendapatkan faktor pendorong lagi untuk menguat. Walaupun volatilitas masih mungkin terjadi, stabilitas harga di atas level USD5.000 memberikan dasar yang cukup positif bagi pergerakan selanjutnya.
Secara teknikal, emas masih berada dalam fase bullish yang kuat. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 77, jauh di atas ambang 50 yang menandakan tren naik. Namun, posisi RSI yang sudah melewati level 70 juga mengindikasikan kondisi overbought, yang berarti terdapat potensi koreksi dalam jangka pendek.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI emas tercatat berada di level 76, yang menunjukkan bahwa emas masih berada dalam area beli yang kuat. Meski demikian, indikator ini juga sudah mendekati zona jenuh beli, sehingga pergerakan harga emas ke depan kemungkinan masih akan diwarnai fluktuasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


