Trivia
Mau Mulai Usaha? Ini 7 Persiapan Sebelum Resign yang Perlu Dilakukan
Widya Fitrianingsih
Kamis, 08 Oktober 2026
Memustuskan untuk Resign dan Mulai Usaha? Ini 7 Persiapan Sebelum Resign yang Perlu Dilakukan

Memutuskan untuk resign dari pekerjaan tetap dan mulai membangun usaha sendiri tentu bukan keputusan kecil. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan, bukan hanya soal keberanian untuk keluar dari zona nyaman, tetapi juga bagaimana kondisi finansial dan kehidupan Sobat setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Bagi Sobat yang sudah lama punya keinginan untuk memulai bisnis sendiri, resign mungkin menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan. Namun, sebelum benar-benar mengajukan surat pengunduran diri, penting untuk memastikan berbagai persiapan sudah dilakukan dengan matang.

Lalu, apa saja persiapan sebelum resign yang perlu diperhatikan jika Sobat ingin mulai usaha sendiri? Yuk, simak selengkapnya!

1. Persiapkan Kondisi Finansial Sebelum Resign

Salah satu persiapan sebelum resign yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan kondisi finansial cukup aman. Setelah resign, Sobat mungkin belum langsung mendapatkan penghasilan dari usaha yang sedang dibangun. Karena itu, penting untuk memiliki cadangan dana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa transisi.

Sobat dapat mulai menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan hidup selama beberapa bulan ke depan. Idealnya, dana tersebut dapat mencukupi kebutuhan sekitar 6–12 bulan, terutama jika bisnis yang akan dijalankan membutuhkan waktu untuk menghasilkan keuntungan.

Selain dana darurat, coba hitung kembali kebutuhan bulanan, cicilan jika ada, serta modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Dengan mengetahui kebutuhan tersebut sejak awal, Sobat bisa menentukan berapa banyak dana yang perlu dipersiapkan sebelum benar-benar resign.

2. Persiapan Sebelum Resign dengan Riset Ide Bisnis

Sudah punya ide bisnis yang ingin dijalankan? Jangan langsung terburu-buru mengeluarkan modal. Sebelum resign dan mulai usaha, Sobat perlu memastikan bahwa ide tersebut memang memiliki peluang untuk dikembangkan.

Mulailah dengan melakukan riset pasar. Cari tahu siapa calon pelanggan, kebutuhan mereka, tren yang sedang berkembang, hingga bisnis serupa yang sudah ada. Sobat juga bisa melakukan analisis kompetitor untuk melihat apa yang bisa menjadi pembeda dari produk atau layanan yang nantinya ditawarkan.

Setelah itu, lakukan validasi sederhana. Misalnya dengan menawarkan produk dalam jumlah kecil, meminta feedback dari calon pelanggan, atau menguji respons pasar melalui media sosial.

Sobat bisa mendapatkan gambaran apakah ide tersebut memang memiliki potensi sebelum mengalokasikan lebih banyak waktu dan modal, dengan melakukan validasi sejak awal.

3. Susun Rencana Bisnis dengan Matang

Setelah ide bisnis mulai tervalidasi, persiapan sebelum resign berikutnya adalah membuat rencana bisnis yang jelas. Tidak harus selalu dalam bentuk dokumen yang rumit. Sobat bisa mulai dengan mencatat hal-hal penting yang akan menjadi panduan ketika bisnis mulai dijalankan.

Beberapa hal yang dapat dimasukkan antara lain target pasar, produk atau layanan yang ditawarkan, strategi pemasaran, kebutuhan modal, target penjualan, hingga proyeksi keuangan. Sobat juga perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Misalnya, bagaimana jika penjualan belum sesuai target atau modal yang tersedia ternyata tidak cukup untuk beberapa bulan pertama.

Perencanaan tersebut juga bisa membantu Sobat menentukan bagaimana membagi penghasilan sebelum resign. Misalnya, sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian disiapkan sebagai dana darurat, dan sebagian lainnya dialokasikan untuk aset jangka panjang.

Kalau emas jadi salah satu aset yang ingin dipersiapkan, Sobat bisa memantau pergerakan harganya melalui aplikasi Treasury, karena harga emas di aplikasi Treasury diperbarui setiap menit.

Sehingga, Sobat dapat melihat harga secara real-time sebelum menentukan waktu transaksi. Sobat bisa lebih mudah memantau harga emas sambil tetap fokus menyusun rencana bisnis untuk persiapan sebelum resign.

Baca juga: Mau Mempunyai Passive Income Tapi Masih Bingung Mulai dari Mana? Kenalan sama 4 cara mudah ini – Treasury

4. Persiapan Sebelum Resign dengan Meningkatkan Skill

Menjalankan bisnis membutuhkan berbagai kemampuan yang mungkin berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Selain memahami produk atau layanan yang ditawarkan, Sobat mungkin perlu mempelajari pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, pengelolaan keuangan, hingga strategi digital marketing.

Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Coba identifikasi kemampuan apa yang paling dibutuhkan untuk menjalankan bisnis yang ingin Sobat bangun. Setelah itu, manfaatkan waktu persiapan sebelum resign untuk mulai belajar dan mengembangkan kemampuan tersebut.

Persiapan ini bisa membantu Sobat merasa lebih siap dan matang ketika nantinya harus mengurus berbagai kebutuhan bisnis atau mengahadapi kendala secara mandiri.

5. Diskusikan Persiapan Sebelum Resign Bersama Keluarga

Resign dan memulai usaha bukan hanya soal keputusan pribadi, terutama bagi Sobat yang sudah memiliki keluarga atau tanggungan. Perubahan sumber penghasilan dapat ikut memengaruhi kondisi finansial rumah tangga.

Karena itu, tidak ada salahnya membicarakan persiapan sebelum resign dengan keluarga terlebih dahulu. Jelaskan alasan Sobat ingin memulai usaha, bagaimana kondisi finansial saat ini, berapa lama bisnis diperkirakan mulai menghasilkan, hingga risiko yang mungkin dihadapi.

Dengan menerapkan komunikasi yang terbuka, keluarga juga bisa memahami keputusan Sobat dan memberikan dukungan selama Sobat menjalani masa transisi persiapan sebelum resign, hingga perjalanan setelah resign.

6. Siapkan Mental untuk Menghadapi Perubahan

Selain kondisi finansial, kesiapan mental juga menjadi bagian penting dari persiapan sebelum resign. Dunia usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana, ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Salah satunya yang dapat terjadi adalah penjualan yang tidak stabil, target yang seakan terlihat tidak tercapai, atau strategi yang sudah susah payah dibuat, terlihat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu, Sobat perlu siap menghadapi ketidakpastian dan berbagai tantangan yang mungkin muncul. Jangan sampai keputusan untuk resign hanya didasarkan pada keinginan untuk terbebas dari pekerjaan, tanpa adanya persiapan sebelum resign dan mempersiapkan diri dengan kondisi setelahnya.

Oleh karena itu, memiliki sikap terbuka untuk belajar, mengevaluasi kesalahan, dan mencoba strategi baru dapat membantu Sobat melewati berbagai tantangan ketika mulai membangun bisnis.

7. Persiapan Sebelum Resign dengan Menyiapkan Safety Net

Selain menyiapkan dana darurat, Sobat juga bisa mulai mempertimbangkan aset yang dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum resign sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang.

Salah satunya adalah emas. Emas dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi aset untuk tujuan finansial jangka panjang. Namun, jika Sobat membutuhkan dana untuk kebutuhan mendesak atau modal usaha setelah resign, Sobat bisa memanfaatkan fitur Jamimas di Treasury.

Melalui fitur Jamimas di aplikasi Treasury, emas yang Sobat miliki bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana darurat melalui skema gadai. Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak atau menjadi modal awal memulai usaha untuk persiapan sebelum resign, sementara emas yang Sobat miliki tetap tersimpan sebagai aset. Ketika usaha yang Sobat jalani sudah mulai memberikan hasil, Sobat bisa mencicil kembali sesuai ketentuan dari fitur Jamimas yang tersedia di aplikasi Treasury. 

Cara ini memungkinkan Sobat menjalankan usaha sambil tetap mempertahankan aset emas yang dimiliki. Sobat juga bisa mulai membangun safety net secara bertahap sebagai bagian dari persiapan sebelum resign, sekaligus menyiapkan aset yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan finansial di fase berikutnya.

Memutuskan untuk resign dan memulai usaha sendiri memang bisa menjadi langkah besar dalam perjalanan karier. Namun, keberanian mengambil keputusan tersebut sebaiknya juga diikuti dengan persiapan sebelum resign yang matang.

Memulai persiapan sebelum resign tentu membutuhkan waktu dan tenaga. Sobat perlu memikirkan banyak hal, mulai dari menyiapkan dana darurat, menghitung kebutuhan modal usaha, sampai memastikan kondisi finansial tetap aman selama masa transisi. 

Membangun dana dan aset untuk kehidupan setelah resign pun tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, Sobat bisa mulai mempersiapkannya sejak masih memiliki penghasilan tetap. Salah satunya dengan menyisihkan dana secara rutin untuk mulai membangun aset jangka panjang, salah satunya adalah emas. 

Artikel Populer
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
Emas
Rahasia Kekuatan Warna Emas yang Jarang Orang Tahu!
Kamis, 23 November 2023
belajar investasi emas
Emas, Tips Keuangan
Tips Jitu Mengoptimalkan Jual Beli Emas Digital
Kamis, 26 September 2024