Tips Keuangan, Trivia
Prediksi Harga Emas dan Strategi Investasi Emas di 2026: Peluang, Risiko, dan Arah Baru Pasar Global
Dayinta
Selasa, 16 Desember 2025
emas 2026

Memasuki fase baru siklus ekonomi dunia, pembahasan tentang investasi emas 2026 semakin relevan bagi Sobat yang ingin menjaga nilai kekayaan sekaligus mencari peluang pertumbuhan finansial. Tekanan geopolitik, perubahan kebijakan moneter, hingga lonjakan utang global membuat emas kembali menempati posisi penting dalam peta investasi global.

Situasi ini mendorong investor untuk meninjau ulang peran emas dalam portofolio mereka. Tidak lagi sekadar aset pelindung, emas mulai dilihat sebagai bagian strategis dari diversifikasi jangka menengah. Dalam konteks tersebut, investasi emas 2026 diproyeksikan memiliki karakter yang lebih dinamis dibandingkan periode sebelumnya.

Sejumlah lembaga keuangan global turut memperkuat narasi ini. Salah satunya Deutsche Bank yang memberikan pembaruan proyeksi harga emas 2026 sekaligus memetakan peluang dan risiko yang perlu diperhatikan investor sepanjang tahun depan. Treasury telah merangkumnya dalam artikel di bawah ini. Yuk, simak selengkapnya!

Proyeksi dan Peluang Kenaikan Harga Emas 2026

  1. Deutsche Bank merevisi proyeksi harga emas untuk tahun 2026 dengan menaikkan target ke level USD4.450 per troy ons, dari estimasi sebelumnya sebesar USD4.000. Pembaruan yang disampaikan pada Rabu, 26 November 2025 ini didasarkan pada arus investasi yang tetap solid serta berlanjutnya permintaan dari bank sentral global.
  2. Hasil survei Goldman Sachs Group Inc. terhadap lebih dari 900 investor institusional menunjukkan optimisme yang kuat terhadap emas. Sekitar 36% responden meyakini bahwa tren positif emas akan berlanjut dan berpotensi menembus USD5.000 per troy ons menjelang akhir tahun depan.
  3. Bank of America juga meningkatkan perkiraan harga emas untuk 2026 menjadi USD5.000 per troy ons, dengan estimasi harga rata-rata berada di kisaran USD4.400 per troy ons. Meski mengakui peluang koreksi dalam jangka pendek, bank ini tetap melihat prospek kenaikan lanjutan yang didukung oleh pertumbuhan permintaan investasi sebesar 10–15%.
  4. Dari lembaga lain, Morgan Stanley memproyeksikan harga emas mencapai USD4.500 per troy ons pada pertengahan 2026, sementara JP Morgan memperkirakan harga rata-rata di atas USD4.600 per troy ons pada kuartal kedua dan menembus USD5.000 per troy ons pada kuartal keempat. Sejalan dengan itu, Metals Focus memperkirakan harga emas akan berada di level USD5.000 per troy ons pada akhir tahun.

Risiko-Risiko Utama yang Membayangi Pergerakan Emas 2026

Korelasi emas dengan aset berisiko masih berpotensi muncul dalam kondisi pasar tertentu. Saat sentimen risiko membaik dan investor kembali agresif, minat terhadap emas dapat menurun sehingga pergerakan harganya tidak selalu sejalan dengan ekspektasi pelaku investasi emas 2026.

Di sisi lain, pelonggaran kebijakan The Fed pada 2026 berpeluang lebih terbatas dari perkiraan pasar. Suku bunga yang bertahan tinggi dapat menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil, terlebih jika pembelian emas oleh pengelola cadangan devisa global mulai melambat dan memicu tekanan harga dalam jangka pendek.

Baca Juga: 5 Cara Refleksi Keuangan Akhir Tahun 2025 untuk Sambut Resolusi 2026! – Treasury

Tiga Skenario Pergerakan Harga Emas di 2026

1. Penurunan Tipis, Namun Tetap Positif bagi Emas

Dalam skenario ini, aktivitas ekonomi global melambat, terutama di pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset defensif. Pelemahan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, sementara konsumsi yang melemah mendorong kebijakan pelonggaran moneter.

Dalam situasi tersebut, World Gold Council (WGC) memperkirakan harga emas berpeluang naik sekitar 5% hingga 15%. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah dan dolar Amerika Serikat yang melemah menjadi faktor pendukung, ditambah pembelian bank sentral yang tetap konsisten.

2. Lingkaran Malapetaka, Sangat Menguntungkan bagi Emas

Skenario ini menggambarkan kondisi ketika kepercayaan pasar anjlok dan ekonomi mengalami kontraksi. Dalam keadaan seperti ini, The Fed berpotensi memangkas suku bunga secara agresif, sementara arus modal mengalir deras ke aset safe haven. WGC memperkirakan emas bisa mencatat kenaikan 15% hingga 30%.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan permintaan investasi melalui ETF berbasis emas. WGC mencatat kepemilikan ETF emas telah meningkat lebih dari 700 metrik ton sepanjang tahun ini. Meski begitu, angka tersebut masih di bawah setengah dari level siklus bullish sebelumnya, sehingga masih ada ruang kenaikan bagi investasi emas 2026.

3. Reflasi Kembali, Tekanan bagi Harga Emas

Ada pula kemungkinan ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih kuat dari perkiraan akibat dorongan kebijakan fiskal dan industri. Dalam kondisi ini, tekanan inflasi dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya kembali. Dolar Amerika Serikat berpotensi menguat, sementara minat terhadap emas berkurang.

Dalam skenario pertumbuhan positif tersebut, WGC memproyeksikan harga emas berisiko turun sekitar 5% hingga 20%. Investor cenderung melepas safe haven dan mengalihkan dana ke saham serta aset berimbal hasil lebih tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi strategi investasi emas 2026.

Strategi Investasi Emas 2026 Berdasarkan Profil Investor

Pendekatan lama yang menyarankan alokasi emas hanya 5-10% kini mulai dipertanyakan. Di tahun 2025 hingga 2026, perubahan korelasi aset membuat obligasi pemerintah tidak lagi sepenuhnya stabil. Data resmi menunjukkan utang Amerika Serikat telah mencapai USD 38,42 triliun per 15 Desember 2025, kondisi yang oleh analis makro disebut sebagai puncak Debt Super Cycle.

Lingkungan ini mengubah cara pandang terhadap investasi emas 2026. Ketidakpastian utang global, perubahan arah kebijakan moneter, dan pergeseran korelasi antar aset inilah yang membuat peran emas tidak lagi sama, sehingga perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing Sobat.

1. Emas sebagai “Benteng Pertahanan” (Konservatif)

Strategi ini ditujukan bagi pensiunan atau Sobat yang fokus menjaga nilai kekayaan. Alokasi emas berada di kisaran 10-15%, dengan penekanan pada emas fisik batangan. Dalam kerangka investasi emas 2026, pendekatan ini menitikberatkan keamanan dibandingkan agresivitas.

2. Emas sebagai “Growth & Hedge” (Moderat)

Cocok untuk Sobat yang masih aktif bekerja dan ingin pertumbuhan aset sekaligus perlindungan dari inflasi. Alokasi emas sekitar 20%, dibagi seimbang antara emas fisik dan emas digital atau tabungan emas. Model ini memberikan fleksibilitas sekaligus likuiditas dalam investasi emas 2026.

3. Emas sebagai “Gold Bug” (Agresif)

Strategi ini menyasar investor yang sangat pesimis terhadap dolar Amerika Serikat dan yakin emas berpotensi menembus USD5.000 per ons. Alokasi emas bisa melebihi 30%, dikombinasikan dengan saham tambang emas. Saham tambang menawarkan efek leverage, namun risikonya juga lebih tinggi dalam investasi emas 2026.

Proyeksi investasi emas pada tahun 2026 diperkirakan akan lebih dinamis dan potensial. Saat ini, emas tidak hanya dianggap sebagai aset pelindung, tetapi juga sebagai bagian strategis dari diversifikasi portofolio jangka menengah.

Kunci keberhasilan investasi emas tahun 2026 terletak pada pemahaman konteks pasar, penyesuaian strategi dengan profil risiko, dan disiplin dalam pengelolaan portofolio. Setiap investor perlu menemukan pendekatan yang sesuai dengan profil risikonya.

Bagi investor pemula yang ingin mulai mempersiapkan portofolio untuk tahun 2026, Treasury adalah salah satu platform investasi emas digital yang direkomendasikan untuk dicoba. Melalui perencanaan yang matang dan ekspektasi yang realistis, investasi emas pada tahun 2026 dapat menjadi alat penting untuk menjaga nilai kekayaan dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika ekonomi global.

Artikel Populer
apa itu job hugging
Trivia
Apa Itu Job Hugging? Fenomena Trending di Tengah Generasi Mendang-mending
Selasa, 23 September 2025
Kabar Emas
Kenapa, ya, Orang yang Ngutang Lebih Galak waktu Ditagih?
Rabu, 14 September 2022
investasi emas
Trivia
Apa Itu Investasi Emas? Simak Jenis dan Cara Memulainya untuk Pemula
Selasa, 26 November 2024