Harga emas hari ini kembali melanjutkan tren penguatannya pada awal pekan. Pada Senin, 6 Juli 2026 harga emas dunia berada di level USD4.187,29 per troy ons atau naik 0,3%. Kenaikan ini membawa harga emas semakin mendekati level psikologis USD4.200 per troy ons setelah sempat bergerak di bawah level tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Sentimen positif ini melanjutkan kinerja impresif yang telah dibukukan pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, harga emas ditutup menguat 1,26%. Secara akumulatif, logam mulia juga mencatat kenaikan sebesar 2,2% sepanjang pekan lalu, menandai pulihnya minat beli investor setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa minggu sebelumnya.
Penguatan harga emas kali ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong spekulasi bahwa ruang The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga menjadi terbatas. Berkurangnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat pun menjadi katalis positif bagi pergerakan harga emas.
Data terbaru dari US Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa perekonomian Amerika Serikat hanya mampu menciptakan 57.000 lapangan kerja nonfarm payroll (NFP) sepanjang Juni. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan capaian Mei yang mencapai 110.000 lapangan kerja.
Data perlambatan di sektor ketenagakerjaan, yang sekaligus menjadi penambahan tenaga kerja paling rendah dalam empat bulan terakhir itu, merupakan salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi mulai kehilangan momentum. Kondisi ini diperkirakan dapat mengurangi urgensi The Fed untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter secara agresif.
Pandangan serupa juga disampaikan Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek. Dalam keterangannya yang dikutip Bloomberg News, ia menjelaskan bahwa penurunan harga energi dan melambatnya pertumbuhan lapangan kerja mengindikasikan tekanan inflasi berpotensi mereda dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut Melek, kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi harga emas untuk melanjutkan reli hingga menguji level resistensi di sekitar USD4.280 per troy ons. Pasar juga mulai memperkirakan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, beserta para pejabat bank sentral lainnya akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini.
Harga Emas Hari Ini Senin, 6 Juli 2026 di Indonesia
Berbeda dengan pergerakan emas di pasar global, harga emas di Indonesia tidak menunjukkan perubahan yang berarti pada awal pekan ini. Meski harga emas dunia kembali menguat, harga emas Antam masih bertahan di level yang sama seperti akhir pekan lalu. Pada Senin, 6 Juli 2026, harga beli emas Antam tetap berada di posisi Rp2.670.000 per gram.
Kondisi ini menunjukkan pasar domestik masih berada dalam fase konsolidasi. Kondisi serupa juga terlihat pada harga buyback yang ditawarkan oleh Antam. Hari ini, harga buyback Antam tetap dipatok di level Rp2.429.000 per gram atau tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu.
Stabilnya harga beli maupun harga buyback mencerminkan adanya proses penyesuaian harga setelah pergerakan emas yang cukup fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, harga emas sempat mengalami koreksi yang cukup dalam sebelum akhirnya berhasil rebound dan kembali menguat.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung menunggu arah pergerakan berikutnya sebelum terjadi penyesuaian harga lebih lanjut. Berbeda dengan emas fisik, harga emas digital di aplikasi Treasury justru mengalami koreksi. Setelah mencatat penguatan pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas digital mengalami penurunan meski tidak signifikan.
Berdasarkan data pada Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di level Rp2.494.594 per gram. Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.497.922 per gram, harga emas digital mengalami koreksi sebesar Rp3.328 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Prospek harga emas dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski data ketenagakerjaan terbaru meningkatkan optimisme bahwa tekanan suku bunga mulai mereda, sejumlah lembaga keuangan masih memperkirakan ruang kenaikan harga emas akan terbatas hingga akhir tahun.
Salah satunya datang dari JPMorgan yang merevisi turun proyeksi harga emas pada akhir 2026. Bank investasi asal Amerika Serikat tersebut memangkas target harga emas dari sebelumnya USD6.000 menjadi USD4.500 per troy ons. Revisi tersebut didasarkan pada perkiraan permintaan yang lebih lemah dari para pembeli utama.
Selain itu, JPMorgan juga menilai bahwa meningkatnya risiko kenaikan suku bunga oleh The Fed yang dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan. Meski menurunkan target jangka pendek, JPMorgan tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap prospek emas dalam jangka panjang.
Bank tersebut memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya mulai 2027. Optimisme tersebut didukung oleh permintaan yang masih kuat dari bank-bank sentral serta berlanjutnya strategi diversifikasi cadangan devisa di berbagai negara.
Indikasi tersebut juga tercermin dalam laporan terbaru European Central Bank (ECB). Untuk pertama kalinya, porsi emas dalam cadangan devisa global tercatat telah melampaui kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat. Perubahan ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan semakin besarnya peran emas sebagai aset cadangan utama di tingkat global.
Sementara itu, berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September kini diperkirakan berada di kisaran 54%. Angka tersebut turun dibandingkan estimasi sebelum rilis data ketenagakerjaan yang mencapai 66%. Penurunan ekspektasi suku bunga tersebut dinilai positif bagi emas.
Dari sisi teknikal, tren harga emas masih belum sepenuhnya keluar dari area bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 42 menunjukkan bahwa tekanan bearish masih mendominasi pergerakan harga. Namun, indikator Stochastic RSI telah berada di level 20 atau menyentuh area oversold.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual mulai mereda dan membuka peluang terjadinya penguatan lanjutan apabila didukung oleh sentimen positif dari data ekonomi maupun perkembangan kebijakan moneter dalam beberapa waktu ke depan.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


