Berita, Emas, Kabar Emas
Menjelang Rapat The Fed, Harga Emas Hari Ini Senin, 14 September 2026 Kembali Melemah Terdorong Sentimen Pasar
Dayinta
Senin, 14 September 2026
Harga Emas Hari Ini 19

Harga emas dunia hari ini kembali mengalami tekanan setelah sempat mencatat penguatan pada perdagangan akhir pekan lalu. Pada Senin, 14 September 2026 harga emas dunia tercatat melemah 0,35% ke posisi USD4332,19 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas pada perdagangan Jumat, 11 September 2026 ditutup menguat 0,73% ke posisi USD4.347,32 per troy ons. Kendati demikian, penguatan pada akhir pekan tersebut belum mampu menghapus pelemahan yang terjadi sepanjang pekan sebelumnya. Secara keseluruhan, harga emas jatuh 1,83% pada pekan lalu.

Pelemahan harga emas pada pekan lalu salah satunya dipicu oleh kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS). Meskipun harga emas berhasil ditutup lebih tinggi pada sesi tersebut, secara keseluruhan emas masih mencatat penurunan sebesar 1,8% untuk pekan tersebut.

Data inflasi konsumen AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,4% secara bulanan pada Agustus. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada Juli yang berada di level 0,1%. Sementara secara tahunan, inflasi AS tercatat sebesar 3,4%, sesuai dengan perkiraan pasar.

Kondisi inflasi tersebut membuat pasar meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap harga emas.

Jika The Fed masih memprioritaskan upaya untuk memerangi inflasi, suku bunga tinggi berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury sekaligus memperkuat dolar AS. Kondisi tersebut biasanya membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Selain inflasi, perkembangan di pasar energi juga menjadi perhatian. Konflik di Timur Tengah yang terus memanas kembali mendorong harga minyak naik dan menambah tekanan terhadap inflasi. Harga minyak Brent bahkan bergerak mendekati USD107 per barel setelah melonjak hampir 9% sepanjang pekan lalu.

Situasi geopolitik juga membuat prospek pengiriman melalui jalur penting perdagangan minyak menjadi tidak menentu. Pertemuan yang sebelumnya direncanakan pada Senin antara Iran dan beberapa negara Teluk untuk membuka jalur pelayaran sementara melalui Selat Hormuz ditunda. Penundaan tersebut membuat upaya meningkatkan pengiriman melalui jalur perairan penting tersebut kembali menghadapi ketidakpastian.

Di tengah tekanan dari inflasi dan harga energi, permintaan dari China masih menjadi salah satu penopang harga emas. China dilaporkan membeli lebih dari 40 ton emas melalui pasar over-the-counter (OTC) London pada Juni. Jumlah tersebut menjadi pembelian bulanan terbesar kedua China sejak awal 2025.

Pembelian emas oleh China membantu meredam tekanan jual dari investor yang khawatir terhadap kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS. Permintaan fisik yang kuat akan menjadi semakin penting apabila investor di pasar keuangan mulai mengurangi eksposur mereka terhadap emas.

Namun, pembelian dalam jumlah besar dari China belum tentu cukup untuk menopang reli emas apabila kebijakan moneter global berubah menjadi semakin ketat. Artinya, meskipun permintaan fisik masih memberikan dukungan, arah kebijakan bank sentral tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan harga emas.

Harga Emas Hari Ini Senin, 19 September 2026 di Indonesia

Pergerakan harga emas di Indonesia juga mengikuti dinamika harga emas dunia. Harga emas sempat mengalami kenaikan menjelang akhir pekan, tetapi kembali dibuka melemah pada awal pekan ini.

Pada Senin, 14 September 2026, harga beli emas Antam di Indonesia berada di level Rp2.602.000 per gram. Harga tersebut mengalami koreksi tipis sebesar Rp2.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp2.604.000 per gram.

Harga buyback yang ditawarkan Antam juga bergerak searah dengan harga belinya. Pada hari ini, harga buyback Antam berada di posisi Rp2.452.000 per gram. Angka tersebut turun Rp2.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.454.000 per gram.

Tidak hanya harga emas dunia dan emas Antam, harga beli emas digital di aplikasi Treasury juga menunjukkan pergerakan yang sama. Pada awal pekan ini, Senin, 14 September 2026 pukul 09.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di posisi Rp2.520.329 per gram.

Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp4.925 per gram dibandingkan harga pada akhir pekan lalu yang berada di level Rp2.515.404 per gram. Kenaikan tersebut setara dengan sekitar 0,20%.

Namun, seiring berjalannya perdagangan intraday, harga emas digital di aplikasi Treasury kembali mengalami koreksi. Pada pukul 11.00 WIB, harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat telah berada di level Rp2.510.962 per gram.

Tekanan terhadap harga emas masih kuat seiring dengan sentimen pasar terhadap keputusan The Fed yang berpotensi besar menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih berhati-hati terhadap emas.

Suku bunga yang tinggi dapat membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor. Ketika daya tarik aset dengan imbal hasil meningkat, permintaan terhadap emas dapat berkurang sehingga memberikan tekanan terhadap harganya.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Perhatian investor pada pekan ini akan tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada Selasa dan Rabu. Kedua agenda tersebut berpotensi menjadi penentu arah pergerakan harga emas selanjutnya.

Keputusan The Fed akan menjadi faktor penting untuk melihat apakah emas mampu kembali bangkit atau justru kembali menguji level USD4.000. Saat ini, harga emas berada di tengah tarik-menarik dua kekuatan.

Di satu sisi, permintaan China dan arus safe haven masih memberikan dukungan terhadap emas. Namun, di sisi lain, harga minyak yang tinggi, penguatan dolar AS, serta risiko pengetatan kebijakan The Fed menjadi faktor yang dapat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Selama tekanan yang berasal dari kebijakan moneter belum mereda, emas diperkirakan akan kesulitan untuk kembali menguji level USD4.700. Memasuki pekan ini, indikator teknikal juga masih menunjukkan adanya kemungkinan harga emas mengalami penurunan moderat sebelum rapat The Fed pada Rabu.

Keputusan tersebut menjadi semakin penting, terutama setelah data inflasi AS kembali menunjukkan tekanan yang lebih tinggi. Pasar juga akan mencermati apakah kenaikan suku bunga tersebut hanya berlangsung satu kali atau justru menjadi awal dari kenaikan bunga berikutnya pada akhir tahun.

Apabila The Fed memberikan sinyal mengenai pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, harga emas berpotensi kembali mengalami tekanan. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed untuk mempertahankan kondisi moneter yang ketat juga dapat semakin besar.

Tekanan terhadap emas juga berasal dari pasar obligasi AS. Imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat mendekati level 5% pada pekan lalu. Level tersebut menjadi ambang psikologis penting yang berpotensi memicu aksi ambil untung.

Meski demikian, secara keseluruhan pasar obligasi masih berada dalam tekanan dan yield terus bergerak naik. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena kenaikan imbal hasil dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.

Para trader memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 88%. Biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya memberikan dampak negatif terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil.

Di tengah potensi pengetatan kebijakan tersebut, The Fed juga menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump. Dengan mengetatkan kebijakan moneter, bank sentral berisiko kembali memicu kemarahan Trump yang pada Minggu kembali menyerukan penurunan suku bunga.

Seruan tersebut muncul setelah Trump mengungkapkan rasa frustrasinya yang semakin meningkat terhadap sikap bank sentral dalam beberapa pekan terakhir. Dengan demikian, keputusan dan komunikasi The Fed pada pekan ini akan menjadi perhatian utama pasar dalam menentukan arah harga emas berikutnya.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
#BuatMasaDepan 11
Promo
Nabung Emas #BuatMasaDepan Bikin Tahun Baru Lebih Seru Karena Berhadiah Korean Grill Pan Electric! 🎁🎉
Senin, 01 Desember 2025
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
diversifikasi aset terbaik
Trivia
Alasan China Borong Emas: Benarkah Jadi Alat Diversifikasi Terbaik?
Rabu, 09 September 2026