Harga emas hari ini mulai menunjukkan perbaikan setelah mengalami tekanan cukup dalam pada pekan sebelumnya. Pada Senin, 18 Mei 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD4.549,36 per troy ons atau menguat tipis sebesar 0,25%. Penguatan ini mencerminkan upaya rebound meskipun masih dalam fase yang terbatas.
Jika melihat penutupan perdagangan sebelumnya pada Jumat, 15 Mei 2026 harga emas dunia berada di posisi USD4.538,01 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan harian sebesar 2,40%. Bahkan secara mingguan, harga emas mencatatkan pelemahan cukup tajam hingga 3,74%, yang menjadi penurunan terdalam sejak pekan kedua Maret 2026.
Meski dalam jangka pendek mengalami tekanan, secara lebih luas kinerja emas masih terbilang positif. Dalam satu bulan terakhir harga emas memang terkoreksi sebesar 5,03%, namun secara year to date masih mencatatkan kenaikan sebesar 5,28%. Hal ini menunjukkan bahwa tren jangka menengah emas masih relatif kuat.
Tekanan yang membayangi harga emas hari ini tidak terlepas dari kombinasi sejumlah faktor makroekonomi global. Inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi, kenaikan imbal hasil obligasi, penguatan dolar Amerika Serikat, serta memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi faktor utama yang menekan pergerakan emas sepanjang pekan lalu.
Selain faktor ekonomi, dinamika geopolitik juga turut memberikan pengaruh besar. Situasi di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar, terutama karena Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik maupun membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut menyoroti situasi tersebut melalui pernyataan di media sosial. Ia menegaskan bahwa waktu menjadi faktor krusial bagi Iran dan mendesak agar langkah cepat segera diambil, jika tidak maka konsekuensinya akan semakin besar. Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak global mengalami lonjakan signifikan.
Dalam sepekan terakhir, harga minyak naik sekitar 8% hingga 10% dan bertahan di atas USD100 per barel. Minyak jenis Brent bahkan menguat 1,41% ke level USD110,79 per barel, dengan kenaikan hampir 16% dalam satu bulan terakhir. Lonjakan ini semakin memperbesar tekanan inflasi global.
Ketidakjelasan proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di Selat Hormuz pada akhirnya meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi ini membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin kecil, yang turut menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memiliki imbal hasil.
Harga Emas Hari Ini Senin, 18 Mei 2026 di Indonesia
Berbanding terbalik dengan pergerakan harga emas hari ini di pasar global, harga emas di Indonesia masih melanjutkan tren koreksi yang terjadi pada pekan lalu. Pada Senin, 18 Mei 2026 harga beli emas Antam tercatat di level Rp2.764.000 per gram, turun Rp5.000 dibandingkan harga penutupan pekan sebelumnya yang berada di Rp2.769.000 per gram.
Penurunan yang lebih dalam terlihat pada harga buyback Antam. Hari ini, harga buyback berada di posisi Rp2.569.000 per gram atau melemah Rp7.000 dibandingkan pekan lalu yang berada di Rp2.576.000 per gram. Hal ini menunjukkan tekanan masih cukup terasa di pasar domestik.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury bergerak lebih cepat mengikuti dinamika harga emas dunia. Pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB harga beli emas digital tercatat di angka Rp2.608.845 per gram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp13.680 dibandingkan harga penutupan pekan lalu di Rp2.595.165 per gram.
Jika dilihat dari pergerakan intraday, harga emas masih menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Baik kenaikan maupun penurunan yang terjadi di awal pekan ini relatif terbatas, mencerminkan pasar yang masih mencari arah di tengah berbagai sentimen global. Di sisi lain, permintaan emas domestik justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Data World Gold Council mencatat bahwa permintaan emas batangan di Indonesia melonjak sebesar 47% secara tahunan menjadi 23,6 ton pada kuartal I-2026. Kenaikan ini sejalan dengan tren global, di mana investor semakin aktif memburu emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Berdasarkan analisis Traders Union, prospek jangka pendek harga emas masih berada dalam kecenderungan moderat positif selama mampu bertahan di level support utama. Namun demikian, volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena pasar terus menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Jika sebelumnya harga emas terdorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, kini narasi tersebut hampir sepenuhnya memudar setelah tiga data inflasi Amerika Serikat berturut-turut mencatatkan hasil di atas perkiraan. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk melepas posisi bullish mereka.
Akibatnya, terjadi perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan. Emas yang sempat menjadi aset safe haven unggulan kini menghadapi tekanan dari lonjakan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Sepanjang pekan ini, investor akan mencermati sejumlah data penting seperti data ekonomi China, indeks PMI, data sektor perumahan Amerika Serikat, klaim pengangguran mingguan, hingga risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Seluruh data ini akan menjadi acuan utama dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Secara teknikal, harga emas saat ini masih berada di zona bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 39 mengindikasikan tren penurunan masih dominan. Namun, indikator Stochastic RSI telah turun hingga level 9 menunjukkan bahwa emas telah memasuki area oversold, sehingga membuka peluang terjadinya rebound dalam jangka pendek.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


