Berita, Emas, Kabar Emas
Momentum Kenaikan Mulai Terbatas, Harga Emas Hari Ini Rabu, 26 Agustus 2026 Bergerak Berlawanan Arah
Dayinta
Rabu, 26 Agustus 2026
Harga Emas Hari Ini 26

Harga emas hari ini masih bergerak menguat meski kenaikannya mulai terbatas. Pada Rabu, 26 Agustus 2026 harga emas dunia berada di level USD4.660,12 per troy ons atau naik sebesar 0,08%. Pada perdagangan sebelumnya Selasa, 25 Agustus 2026, harga emas ditutup di posisi USD4.656,59 per troy ons dengan penguatan yang sangat tipis sebesar 0,11%.

Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang reli emas menjadi tiga hari perdagangan berturut-turut dengan total penguatan mencapai 3,07%. Harga penutupan pada perdagangan kemarin juga masih menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Meski masih berada dalam tren positif, emas mulai menghadapi hambatan untuk melanjutkan kenaikannya.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menjelaskan bahwa harga emas masih kesulitan menembus level USD4.700. Menurutnya, kondisi tersebut lebih mencerminkan penurunan momentum karena emas sedang bergerak menuju area resistance kuat di sekitar USD4.700.

Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh USD4.696,18 per troy ons. Kenaikan tersebut didorong oleh investor yang mencermati keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menggandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang. Kebijakan tersebut turut memberikan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat hingga mencapai level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu.

Pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh koreksi imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Pada perdagangan kemarin, yield surat utang pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun sebesar 7 basis poin (bps) menjadi 4,634%. Penurunan yield tersebut turut menyeret nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Dollar Index, yang mencerminkan posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia, melemah 0,1% ke level 98,8 pada perdagangan kemarin. Pelemahan dolar Amerika Serikat tersebut tetap memberikan dukungan bagi harga emas karena membuat logam mulia lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Dari sisi geopolitik dan energi, Iran dan Oman tengah membahas kerangka kerja sementara untuk membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz. Kabar tersebut memberikan tekanan terhadap harga minyak dunia. Pada perdagangan kemarin, harga minyak Brent ambruk hampir 4% ke level USD86,99 per barel.

Meredanya lonjakan harga energi kemudian ikut mengurangi kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi. Kondisi tersebut membuat bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat, dinilai belum perlu terburu-buru memperketat kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Harga Emas Hari Ini Rabu, 26 Agustus 2026 di Indonesia

Berbeda dengan pergerakan harga emas dunia, harga emas di Indonesia justru mengalami koreksi pada hari ini. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di level Rp2.750.000 per gram. Harga tersebut turun sebesar Rp18.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.768.000 per gram.

Koreksi ini terjadi ketika harga emas dunia masih mencatat penguatan tipis pada perdagangan yang sama. Penurunan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga buyback hari ini berada di posisi Rp2.610.000 per gram, turun sebesar Rp18.000 per gram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.628.000 per gram.

Harga emas digital di aplikasi Treasury juga bergerak turun mengikuti koreksi yang terjadi pada harga emas Antam. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.740.426 per gram atau terkoreksi sebesar Rp11.897 per gram jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.752.323 per gram.

Perbedaan arah pergerakan antara harga emas dunia dan harga emas di Indonesia dipengaruhi oleh aksi profit taking. Selain itu, harga emas yang mulai kehilangan momentum kenaikan secara serentak turut membuat pergerakan harga di pasar domestik mengalami koreksi.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Perhatian pasar kini tertuju pada dua agenda penting dari Amerika Serikat. Pertama, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk Juli yang dirilis hari ini. Kedua, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole yang akan berlangsung pada Jumat.

Data PCE menjadi salah satu indikator penting karena digunakan The Fed dalam menetapkan target inflasi sebesar 2%. Namun, data inflasi produsen dan konsumen yang lebih lunak pada bulan ini telah mengurangi peluang kenaikan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini hanya memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September sebesar 38%. Ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa peluang pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat semakin terbatas.

Investor juga masih menunggu simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, yang berlangsung pada akhir pekan ini. Pasar akan mencermati bagaimana arah kebijakan The Fed yang akan disampaikan dalam agenda tersebut.

Fidelity International Ltd, pengelola dana asal Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed membuat mereka meningkatkan kepemilikan emas dalam tiga pekan terakhir. Manajer Portofolio Fidelity, George Efstathopoulos, bahkan menyebut pihaknya akan mempertimbangkan untuk meningkatkan batas investasi pada emas yang saat ini berada di level 5%.

Pertimbangan tersebut dilakukan seiring dengan status dolar Amerika Serikat sebagai aset aman atau safe haven yang dinilai semakin memudar. Efstathopoulos menilai kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya kredibilitas The Fed serta kebutuhan pasar terhadap kepastian kebijakan.

Dari sisi teknikal, emas masih nyaman berada di zona bullish. Kondisi tersebut terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 71. Namun, indikator Stochastic RSI emas berada di level 88. Posisi tersebut masih berada di area beli atau long yang kuat, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa emas telah memasuki kondisi overbought.

Berdasarkan kondisi teknikal tersebut, harga emas memiliki risiko mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Kenaikan yang sudah cukup tinggi berpotensi mendorong aksi ambil untung sehingga risiko koreksi perlu diperhatikan.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Kapan Harga Emas Naik
Tips Keuangan
Kapan Harga Emas Naik Lagi? Simak Prediksi Terbaru 2026
Senin, 04 Mei 2026
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
Kabar Emas
BAPPEBTI Terbitkan Izin Emas Digital Pertama untuk Treasury
Jumat, 14 Januari 2022