Berita, Trivia
Pengaruh Turunnya IHSG terhadap Harga Emas: Benarkah Emas Selalu Naik Saat Saham Rontok?
Dayinta
Senin, 19 Oktober 2026
pengaruh ihsg ke harga emas

Pernahkah Sobat memperhatikan bahwa setiap kali layar bursa saham memerah, obrolan soal emas mendadak ramai? Itu bukan kebetulan. Pengaruh turunnya IHSG terhadap harga emas adalah salah satu topik yang paling sering dicari investor setiap kali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam.

Namun, hubungan keduanya ternyata tidak sesederhana jika saham turun, maka emas naik. Sepanjang 2026, data justru menunjukkan dua cerita berbeda. Ada saat emas melesat ketika IHSG terguncang, ada pula saat emas ikut tertekan. Untuk itu, yuk kita bedah faktanya satu per satu lewat artikel di bawah ini!

Mengapa IHSG Jadi “Termometer” Pasar Keuangan Indonesia?

IHSG mencerminkan kinerja pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan pengaruh terbesar berasal dari emiten berkapitalisasi besar. Ketika indeks turun secara signifikan, hal itu sering menandakan menurunnya selera investor terhadap risiko. Tahun 2026 memberi contoh yang cukup ekstrem.

Menurut data BEI yang dirangkum Investortrust, IHSG ditutup di level 5.643 pada akhir semester I-2026, turun 34,73% dari posisi akhir 2025 di level 8.646. Sepanjang periode itu, investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp73,6 triliun. Pertanyaannya, ke mana investor dapat mencari perlindungan ketika bursa saham bergejolak? Salah satu aset yang paling sering menjadi pilihan adalah emas.

Mengapa Emas Dianggap Safe Haven Saat IHSG Turun?

Emas kerap disebut safe haven, yaitu aset yang dicari ketika kondisi pasar tidak menentu. Ada dua alasan utama yang sering dikemukakan para analis.

1. Nilainya Tidak Bergantung pada Kinerja Perusahaan

Menurut Taufan Dimas Hareva dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), emas dipandang relatif stabil karena tidak terpengaruh langsung oleh kinerja korporasi maupun gejolak bursa saham. Saat IHSG melemah, investor cenderung menata ulang portofolio (rebalancing) ke instrumen yang lebih defensif.

2. Korelasinya Rendah Terhadap Aset Berisiko

World Gold Council menyebut emas memiliki korelasi rendah hingga negatif terhadap aset berisiko, sehingga berfungsi sebagai pelindung nilai (hedging). Pada pasar Indonesia, beta emas terhadap IHSG dalam studi data harian Februari 2022 hingga April 2025 tercatat sekitar 0,17.

Sederhananya, beta mengukur seberapa searah suatu aset dengan pasar. Semakin mendekati nol, semakin kecil pengaruh naik-turunnya IHSG terhadap harga emas. Menariknya, saham perusahaan tambang emas berbeda cerita. Beta-nya terhadap IHSG tercatat 1,19, artinya ia justru cenderung ikut bergerak mengikuti pasar saham.

Jadi, memiliki saham tambang emas tidak sama dengan memiliki emas itu sendiri sebagai pelindung nilai.

Pergerakan IHSG dan Harga Emas di Tengah Gejolak Pasar 2026

  • Januari 2026: Emas Melesat Saat IHSG Terguncang

Pada 21 Januari 2026, IHSG tertekan di sesi pertama perdagangan, sementara harga emas spot mencetak rekor baru di sekitar USD4.813 per ons. Puncaknya terjadi pada 29 Januari 2026. Hanya beberapa menit setelah pembukaan, IHSG anjlok 8% hingga perdagangan dihentikan sementara (trading halt).

Di waktu yang sama, emas spot sempat menembus USD5.500 per ons. Harga emas dunia juga mencatatkan kenaikan sebesar 14,1% sepanjang Januari 2026, menurut World Gold Council. Pola ini konsisten dengan peran emas sebagai safe haven, yaitu ketika pasar saham tertekan, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih defensif. 

  • Juni 2026: Ketika Emas Justru Ikut Terkoreksi

Cerita berbeda muncul pada awal Juni. Pada 1-5 Juni 2026, IHSG ambles 8,73% dalam sepekan hingga ditutup di 5.594,76, disertai aksi jual bersih investor asing lebih dari Rp13 triliun. Namun, emas tidak otomatis melonjak. Harga emas Antam berada di Rp2.738.000 per gram pada 7 Juni, sementara emas dunia bergerak di kisaran USD4.099-4.402 per ons.

Mengapa bisa begitu? Salah satu penjelasannya adalah kebutuhan likuiditas. Analis komoditas Wahyu Laksono menjelaskan bahwa ketika pasar saham dan obligasi anjlok, investor cenderung menjual aset yang likuid dan relatif stabil, seperti emas, untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat.

World Gold Council mencatat pola serupa pernah terjadi pada krisis keuangan global dan pandemi COVID-19. Saat itu, investor menjual emas demi memenuhi margin call atau kebutuhan kas. Menurut lembaga tersebut, emas emas dapat ikut terkoreksi saat tekanan likuiditas meningkat, kemudian dapat kembali menguat setelah tekanan mereda. 

Kondisi Emas Antam dan IHSG Terkini

Harga beli emas Antam pada Jumat, 2 Oktober 2026 berada di Rp2.576.000 per gram, turun Rp5.000 dari hari sebelumnya, dengan harga buyback Rp2.386.000 per gram. Sebagai pembanding, harga emas Antam sempat berada di Rp2.670.000 per gram pada 4 September 2026, artinya turun sekitar 3,52% dalam sebulan.

Di sisi lain, IHSG pada awal Oktober masih bergerak di kisaran 6.000-an. Bahkan, IHSG dibuka merah di level 5.991,28 pada 2 Oktober, dan IHSG sempat jatuh ke 6.146 pada 8 Oktober akibat kenaikan harga minyak. Artinya, IHSG yang masih tertekan tidak otomatis membuat harga emas melonjak.

Untuk ke depan, analis Wahyu Laksono memproyeksikan emas spot berpeluang menuju USD4.900-5.200 per ons dan emas Antam Rp2,9-3,3 juta per gram hingga akhir 2026. Perlu diingat, itu pandangan satu analis yang disampaikan pada bulan Juni dan bukan jaminan pergerakan harga.

Pengaruh turunnya IHSG dapat meningkatkan daya tarik emas, tetapi tidak selalu mendorong kenaikan harganya. Di fase awal kepanikan, emas bisa ikut dijual untuk menutup kebutuhan kas. Di fase berikutnya, ketika ketidakpastian bertahan, emas cenderung kembali dilirik sebagai aset aman. Ditambah faktor kurs, suku bunga, dan geopolitik, pergerakan emas menjadi lebih kompleks daripada sekadar cermin terbalik dari IHSG.

Di tengah pasar saham yang volatil, Sobat tidak harus menunggu kondisi sempurna untuk mulai menata portofolio. Emas bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjaga keseimbangan, dan Sobat dapat memulainya dengan langkah kecil lewat aplikasi investasi emas digital Treasury. Lewat Treasury, Sobat bisa menabung emas secara bertahap sesuai kemampuan!

Artikel Populer
rupiah melemah
Tips Keuangan, Trivia
Rupiah Melemah Sentuh 18.000: Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?
Kamis, 04 Juni 2026
mimpi mendapatkan emas
Trivia
Mimpi Mendapatkan Emas? Ini 5 Arti di Baliknya, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk
Rabu, 15 Januari 2025
Kabar Emas
Pembacaan Data Ekonomi AS Memaksa Harga Enas Berbalik Turun
Kamis, 29 Juni 2023