Harga emas hari ini kembali melanjutkan tren penguatan dan bahkan sempat menembus level psikologis USD4.400 per troy ons. Pada Selasa, 11 Agustus 2026 harga emas dunia berada di posisi USD4.398,09 per troy ons atau menguat 0,22%. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level USD4.400 di awal perdagangan.
Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin, 10 Agustus 2026, harga emas dunia ditutup di level USD4.388,50 per troy ons atau melesat 1,08%. Posisi penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 4 Juni 2026 atau dalam kurun waktu lebih dari sembilan pekan.
Tidak hanya mencetak level penutupan tertinggi dalam beberapa pekan, penguatan pada Senin juga membuat harga emas naik 3,52% dalam dua hari terakhir. Momentum tersebut menunjukkan bahwa tekanan bearish yang sempat membayangi pergerakan emas mulai berbalik dan digantikan oleh aksi beli yang semakin kuat.
Analis StoneX Bob Haberkorn menilai momentum teknikal emas saat ini masih sangat kuat. Menurutnya, sejumlah faktor turut menjaga daya tarik logam mulia, mulai dari pembelian emas oleh China hingga penantian investor terhadap data inflasi dan inflasi produsen Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
Ekspektasi terhadap pergerakan harga ikut mendorong aksi beli. Investor mulai mengantisipasi kemungkinan harga emas kembali menembus level USD4.500 per troy ons. Kondisi ini memunculkan fenomena FOMO sehingga sebagian pelaku pasar memilih masuk ke pasar sebelum harga benar-benar mencapai level tersebut.
Dukungan terhadap emas juga datang dari China. Bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada Juli dengan menambah cadangan dalam jumlah terbesar sejak Oktober 2023. Pembelian tersebut menjadi sentimen positif karena menunjukkan permintaan dari bank sentral masih kuat ketika harga emas berada di level tinggi.
Selain pembelian bank sentral, pergerakan teknikal juga semakin memperkuat minat beli. Analis Forex.com Fawad Razaqzada menilai aksi beli tengah melanda pasar emas setelah harga menembus batas indikator teknikal dari tren jangka panjang. Pergerakan menuju Moving Average (MA) 100 juga disebut mendorong pembelian oleh mesin perdagangan otomatis.
Meski begitu, kenaikan harga emas masih menghadapi sejumlah risiko dari pasar energi dan perkembangan geopolitik. Harga minyak mempertahankan kenaikan selama tiga hari hingga Selasa setelah Presiden Amerika Serikat mengajukan sejumlah tuntutan baru terhadap Iran. Sikap tersebut membuat prospek kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz menjadi semakin rumit.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 11 Agustus 2026 di Indonesia
Kenaikan harga emas dunia turut mendorong penguatan harga emas di pasar Indonesia. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, harga beli emas Antam naik cukup signifikan sebesar Rp20.000 dari Rp2.690.000 per gram menjadi Rp2.710.000 per gram.
Bahkan kenaikan yang lebih besar terlihat pada harga buyback Antam. Hari ini, harga buyback berada di posisi Rp2.546.000 per gram, naik Rp35.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di level Rp2.511.000 per gram.
Pergerakan positif juga terjadi pada harga emas digital di aplikasi Treasury. Pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat di posisi Rp2.613.838 per gram. Harga tersebut naik Rp34.130 per gram dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.579.708 per gram.
Kenaikan yang terjadi secara bersamaan pada emas dunia, emas Antam, dan emas digital menunjukkan kuatnya momentum penguatan logam mulia saat ini. Setelah sebelumnya sempat berada dalam tren bearish, harga emas mulai mendapatkan dorongan dari aksi beli ketika indikator teknikal memberikan sinyal pemulihan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Setelah harga emas berhasil menembus USD4.400, perhatian investor kini beralih pada data ekonomi Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya. Data inflasi Amerika Serikat menjadi salah satu yang paling dinantikan karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli akan dirilis pada Rabu. Perlambatan pertumbuhan harga akan menjadi kabar positif bagi pasar apabila benar-benar terjadi, terutama setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan pada Jumat lalu.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 52% pada September dan 81% pada Desember. Selain data inflasi, investor juga akan mencermati laporan Producer Price Index (PPI) yang dijadwalkan dirilis pada Kamis. Kedua data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas tentang langkah The Fed berikutnya.
Di sisi lain, perkembangan di Timur Tengah juga masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Namun, Teheran kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memenuhi sejumlah tuntutan sebelum jalur strategis tersebut dibuka kembali.
Berdasarkan analisis di atas, arah harga emas dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik. Data ekonomi yang lebih lemah dapat memperbesar harapan bahwa The Fed tidak perlu terlalu agresif dalam menjaga suku bunga tetap tinggi.
Secara teknikal, emas saat ini mantap berada di zona bullish. Hal tersebut tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 68. Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena indikator Stochastic RSI telah menyentuh level 100. Posisi tersebut merupakan level tertinggi dan menunjukkan emas sudah berada dalam kondisi overbought.
Dengan kenaikan harga yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir, kondisi overbought tersebut membuka risiko terjadinya koreksi dalam jangka pendek. Investor perlu mewaspadai kemungkinan aksi profit taking setelah emas mencatatkan reli dan sempat menyentuh level USD4.400 per troy ons.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


