Harga emas dunia pada awal pekan ini mengalami tekanan. Pada Senin, 9 Maret 2026 harga emas dunia berada di level USD5.083,79 per troy ons, turun sekitar 1,7%. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan terakhir pekan lalu. Pada Jumat, 6 Maret 2026, harga emas dunia justru ditutup menguat 1,83% ke posisi USD5.169,92 per troy ons.
Meski sempat menguat pada akhir pekan lalu, secara keseluruhan harga emas masih mencatat pelemahan 2,03% dalam sepekan. Koreksi ini sekaligus menghentikan tren positif emas yang sebelumnya berhasil mencatat kenaikan selama empat pekan berturut-turut.
Salah satu faktor yang menekan harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Indeks Dollar yang mencerminkan pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,7% ke level 99,673. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak 24 November 2025, atau lebih dari tiga bulan terakhir.
Penguatan dolar Amerika Serikat tidak lepas dari lonjakan harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah. Tercatat harga minyak Brent melonjak 18,12% ke level USD109,5 per barel, yang merupakan posisi tertinggi sejak Juni 2023 atau sekitar dua setengah tahun terakhir.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Kondisi ini meningkatkan risiko lonjakan inflasi dalam waktu ke depan. Jika tekanan inflasi meningkat, bank sentral di berbagai negara, termasuk The Fed kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Harga Emas Hari Ini Senin, 9 Maret 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas di Indonesia juga mengikuti harga emas global. Harga beli emas Antam hari ini tercatat berada di angka Rp3.004.000 per gram, turun Rp55.000 dari posisi akhir pekan sebelumnya yaitu di Rp3.059.000 per gram. Penurunan yang lebih besar terjadi pada harga buyback Antam yaitu sebesar Rp65.000 ke Rp2.757.000 per gram.
Harga emas digital di aplikasi Treasury juga mengalami penurunan. Pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital tercatat Rp2.885.715 per gram, turun sekitar Rp33.000 dibandingkan harga penutupan pekan lalu yang berada di Rp2.918.886 per gram.
Secara umum, pergerakan harga emas domestik turut dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar. Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung dan ketidakpastian global meningkat, respons pasar terhadap penguatan dolar membuat harga emas mengalami koreksi.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan meningkatkan keyakinan bahwa The Fed masih memiliki peluang untuk memangkas suku bunga pada akhir 2026.
Selain itu, permintaan emas dari bank sentral serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung juga menjadi faktor yang menopang harga logam mulia. Namun di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat dan volatilitas pasar belakangan ini membatasi ruang kenaikan harga emas agar tidak terlalu tajam.
Secara umum, penurunan suku bunga cenderung menekan imbal hasil riil sehingga menguntungkan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Risiko geopolitik yang berkelanjutan juga membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, emas masih berada di area bullish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 51, yang menandakan tren penguatan. Namun karena posisinya belum jauh dari batas tersebut, momentum pergerakan emas masih tergolong relatif netral.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI yang berada di level 0, menunjukkan kondisi oversold. Kondisi ini sering kali membuka peluang terjadinya pemulihan harga dalam jangka pendek apabila tekanan jual mulai mereda.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


