Berita, Emas, Kabar Emas
Tertekan Sinyal Hawkish The Fed, Harga Emas Hari Ini Senin, 31 Agustus 2026 Melemah
Dayinta
Senin, 31 Agustus 2026
Harga Emas Hari Ini 31

Harga emas hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi cukup dalam pada akhir pekan lalu. Pada Senin, 31 Agustus 2026 harga emas dunia berada di level USD4.447 per troy ons atau melemah sebesar 0,13%. Pelemahan tersebut memperpanjang tekanan yang sedang dihadapi logam mulia.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat, 28 Agustus 2026, harga emas anjlok 3,22% dalam sehari hingga ditutup di posisi USD4.452,67 per troy ons. Tekanan terhadap reli emas sepanjang Agustus salah satunya berasal dari pernyataan hawkish Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Nada kebijakan yang lebih ketat dari Warsh mendorong penguatan dolar Amerika Serikat sekaligus meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut kemudian menjadi angin sakal atau headwind bagi harga emas.

Dalam pidato pertamanya sejak menjabat sebagai Ketua The Fed pada Mei, Warsh kembali menegaskan komitmen para pembuat kebijakan untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Ia menyebut target tersebut sebagai sasaran yang tegas dan tetap.

Pernyataan Warsh kemudian mendorong dolar AS menguat dan membuat harga emas batangan sempat turun hingga 2,9%. Ia juga menegaskan bahwa suku bunga jangka pendek merupakan instrumen utama yang digunakan untuk memenuhi mandat ganda The Fed.

Warsh juga menyampaikan bahwa kebijakan moneter nonkonvensional untuk mendorong aktivitas ekonomi dapat digunakan ketika terjadi krisis yang sebenarnya. Namun, di luar kondisi tersebut, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara terbatas apabila memang diperlukan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat.

Sikap tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat. Peluang kenaikan suku bunga kini berada di sekitar 57%, naik dari sebelumnya 33%. Penguatan dolar AS yang mengikuti perubahan ekspektasi tersebut kemudian memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pasar menangkap pernyataan Warsh sebagai sinyal bahwa bank sentral AS memiliki kemungkinan lebih besar untuk menaikkan suku bunga pada September dan Desember. Perubahan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebelum pidato Warsh.

Harga emas yang sebelumnya hampir menyentuh USD4.700 per troy ons pada awal pekan lalu kemudian merosot menuju USD4.450 per troy ons setelah pidato Warsh di Jackson Hole. Dalam kesempatan tersebut, Warsh menilai perekonomian AS masih kuat sementara tingkat inflasi masih terlalu tinggi.

Meski sedang menghadapi tekanan, tren penguatan emas sepanjang Agustus masih bertahan. Salah satu faktor yang memberikan dukungan berasal dari permintaan emas di China. Permintaan fisik dari negara tersebut menjadi salah satu sumber penopang penting bagi harga emas global.

China dilaporkan membeli lebih dari 40 ton emas melalui pasar over-the-counter (OTC) London pada Juni 2026. Jumlah tersebut menjadi pembelian bulanan terbesar kedua sejak awal 2025.

Aktivitas tersebut menarik perhatian karena volume pembelian yang dilakukan China bahkan lebih besar dibandingkan pembelian yang secara resmi dilaporkan oleh People's Bank of China (PBoC). Hal ini mengindikasikan bahwa akumulasi emas oleh China kemungkinan lebih besar dibandingkan angka yang terlihat dalam data cadangan emas resmi.

Harga Emas Hari Ini Senin, 31 Agustus 2026 di Indonesia

Setelah mengalami koreksi cukup dalam pada akhir pekan, harga emas di Indonesia mengawali pekan ini tanpa perubahan harga. Pada Senin, 31 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di level Rp2.670.000 per gram, sama seperti harga pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, pada Jumat, 28 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di posisi Rp2.718.000 per gram. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan harga pada Jumat, harga beli emas Antam telah mengalami penurunan sebesar Rp48.000 per gram.

Pergerakan serupa juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Pada awal pekan ini, harga buyback berada di level Rp2.523.000 per gram dan tidak mengalami perubahan dibandingkan akhir pekan.

Namun, jika dibandingkan dengan harga buyback pada Jumat, 28 Agustus 2026 yang berada di level Rp2.578.000 per gram, harga tersebut telah mengalami penurunan sebesar Rp55.000 per gram.

Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury masih melanjutkan koreksi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.584.709 per gram.

Jika dibandingkan dengan harga pada penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di posisi Rp2.598.875 per gram, harga emas digital Treasury tercatat lebih rendah sebesar Rp14.166 per gram.

Pergerakan harga emas di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar emas global, tetapi juga kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Kebijakan The Fed dapat memengaruhi pergerakan dolar AS yang pada akhirnya turut berdampak terhadap harga emas serta daya beli masyarakat di dalam negeri.

Prediksi Harga Emas Mendatang

Bart Melek menilai penegasan kuat The Fed terhadap komitmennya menjaga stabilitas harga, ditambah keyakinan bahwa kebijakan moneter tetap menjadi instrumen paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut, dapat membuat narasi debasement trade diabaikan pasar untuk sementara waktu.

Sebelumnya, harga emas sempat mengalami pemulihan kuat dalam beberapa pekan terakhir. Penguatan tersebut terjadi setelah suntikan likuiditas yang mengejutkan dari Departemen Keuangan AS pada pekan lalu mendorong imbal hasil obligasi dan dolar AS bergerak lebih rendah.

Langkah intervensi untuk menekan biaya pinjaman tersebut juga kembali menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan Amerika Serikat dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar. Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor mencari aset alternatif, yang juga menjadi salah satu tema yang menopang reli emas sebesar 65% pada 2025.

Namun, Melek memperkirakan harga emas akan menghapus sebagian kenaikan terbarunya dan bergerak turun menuju batas bawah kisaran perdagangan terbaru, yaitu USD4.200-USD4.700 per troy ons pada akhir tahun.

Menurutnya, kenaikan suku bunga pada bagian pendek kurva imbal hasil seharusnya dapat mengimbangi perbaikan kondisi keuangan yang muncul dari operasi likuiditas Departemen Keuangan AS pada bagian panjang kurva.

Kini, perhatian pasar beralih pada data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada 4 September. Data tersebut menjadi salah satu laporan penting yang akan tersedia sebelum rapat The Fed pada 15-16 September.

Apabila data pekerjaan kembali menunjukkan kondisi yang kuat, dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja melemah, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga dapat kembali muncul dan memberikan amunisi baru bagi emas untuk melanjutkan kenaikan.

Dari sisi teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih berada di zona bullish. Kondisi tersebut tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di level 52.

RSI yang berada di atas 50 menunjukkan bahwa suatu aset masih berada dalam posisi bullish. Namun, RSI emas yang hanya sedikit berada di atas level 50 menunjukkan bahwa kondisi tersebut cenderung netral.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 75 dan masih menempati area beli atau long yang kuat. Meski demikian, dengan berbagai tekanan yang masih membayangi pasar, harga emas tetap memiliki risiko untuk kembali mengalami penurunan pada perdagangan pekan ini.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Kabar Emas
BAPPEBTI Terbitkan Izin Emas Digital Pertama untuk Treasury
Jumat, 14 Januari 2022
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024
4% rule keuangan pensiun
Trivia
The 4% Rule: Rahasia Sejahtera di Masa Tua
Senin, 26 Mei 2025