Berita, Emas, Kabar Emas
Turunnya Harga Minyak Mendorong Harga Emas Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2026 Menguat
Dayinta
Rabu, 28 Oktober 2026
Harga Emas Hari Ini 28

Harga emas dunia melanjutkan penguatan selama dua hari berturut-turut. Pada Rabu, 28 Oktober 2026 harga emas naik 0,07% ke USD4.060,55 per troy ons. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, harga emas melonjak 1,03% ke USD4.057,81 per troy ons.

Penguatan ini membawa harga emas kembali bertahan di atas level USD4.000 setelah sempat terperosok di bawah level tersebut pada 23 Oktober lalu. Pemulihan harga emas didukung oleh aksi beli saat harga melemah atau bargain hunting. Setelah mengalami koreksi tajam, emas dinilai kembali menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan harga lebih rendah.

Commodity Strategist ING Bank, Ewa Manthey, menilai harga emas mulai menemukan pijakan setelah sempat jatuh di bawah USD4.000 per troy ons. Koreksi sebelumnya membuat logam mulia tersebut kembali atraktif bagi pembeli. Selain aksi beli, penurunan harga minyak dunia turut memberikan dukungan terhadap emas.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai pelemahan harga minyak berpotensi meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi kecenderungan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish. Menurutnya, pergerakan pasar saat ini juga masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi dan negosiasi di Timur Tengah.

Pada perdagangan Selasa, harga minyak berjangka turun lebih dari 1% ketika pelaku pasar mencermati perkembangan perundingan perdamaian di Timur Tengah. Namun, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Konflik Houthi-Arab Saudi serta potensi serangan baru Amerika Serikat-Israel masih menjadi sumber ketidakpastian yang membayangi pasar energi.

Meski begitu, penurunan harga minyak tidak selalu menjamin penguatan emas akan berlanjut. Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dapat kembali memicu inflasi.

Jika tekanan harga energi bertahan, bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan memperketatnya lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi emas karena suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga Emas Hari Ini Rabu, 28 Oktober 2026 di Indonesia

Harga emas Antam di Indonesia ikut menguat pada Rabu, 28 Oktober 2026, mengikuti kenaikan harga emas dunia pada penutupan perdagangan sebelumnya. Harga beli emas Antam naik Rp20.000 per gram, dari Rp2.550.000 menjadi Rp2.570.000 per gram.

Penguatan serupa terjadi pada harga buyback Antam. Harga jual kembali emas Antam meningkat Rp20.000 per gram, dari Rp2.345.000 menjadi Rp2.365.000 per gram. Maka, harga beli maupun buyback Antam sama-sama mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury menunjukkan pergerakan yang berbeda dibandingkan harga beli emas Antam. Pada Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.414.610 per gram. Angka tersebut terkoreksi Rp8.551 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp2.423.161 per gram.

Meski harga emas digital mengalami koreksi pada pembaruan harga tersebut, pergerakannya sepanjang perdagangan sebelumnya sejalan dengan penguatan emas dunia. Hal ini berkaitan dengan sistem pembaruan harga Treasury yang berlangsung setiap menit, sehingga harga emas digital lebih cepat mencerminkan perubahan sentimen dan fluktuasi pasar global.

Baca Juga: Investor Sedang Menanti Keputusan The Fed, sehingga Harga Emas Hari Ini, Selasa 27 Oktober 2026 Terkoreksi – Treasury 

Prediksi Harga Emas Mendatang

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada Kamis, 29 Oktober 2026 dini hari waktu Indonesia. Berdasarkan CME FedWatch, peluang bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 4% hingga 4,25% dalam pertemuan kali ini hanya sebesar 6,6%.

Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa suku bunga jangka pendek Amerika Serikat tidak akan kembali dinaikkan pada pekan ini. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi membuat investor menilai jeda kenaikan suku bunga tersebut belum tentu berlangsung lama.

Oleh karena itu, pelaku pasar akan mencermati pernyataan bank sentral untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Selain keputusan suku bunga, investor menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada Kamis.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Fed dalam mencapai target inflasi sebesar 2%. Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai tekanan harga di Amerika Serikat dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga.

Di sisi lain, proyeksi harga emas untuk 2026 mulai mengalami penyesuaian. Survei Reuters menunjukkan bahwa para analis memangkas perkiraan harga emas selama dua kuartal berturut-turut. Revisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, penguatan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Meski prospek jangka pendek menghadapi tekanan, para analis masih memperkirakan harga emas dapat pulih pada 2027.

Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih berada di zona bearish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI)yang berada di level 41 menunjukkan bahwa tekanan jual masih relatif dominan dibandingkan tekanan beli.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 30, yang menunjukkan emas masih berada di area jual atau short yang kuat dan mendekati batas oversold. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih membayangi pasar, meskipun peluang pemulihan tetap terbuka apabila minat beli kembali meningkat.

Dengan mempertimbangkan indikator teknikal dan sikap investor yang masih menunggu keputusan The Fed serta data PCE Amerika Serikat, harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang yang relatif terbatas pada perdagangan hari ini. Arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat, perkembangan inflasi, dan perubahan ekspektasi suku bunga di pasar.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Kabar Emas
Harga Emas Meroket Berkat Kebijakan China-Rusia yang Gegerkan Pasar
Kamis, 29 Desember 2022
mimpi mendapatkan emas
Trivia
Mimpi Mendapatkan Emas? Ini 5 Arti di Baliknya, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk
Rabu, 15 Januari 2025
Koin & Perhiasan
Unik, Begini Cara Menghitung Mahar Nikah di Aceh
Rabu, 07 September 2022