Pergerakan harga emas hari ini Rabu, 28 Januari 2026 menunjukkan tekanan ringan setelah reli panjang yang terjadi sebelumnya. Harga emas dunia tercatat melemah 0,50% dan berada di level USD5.162,79 per troy ons. Pelemahan ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi wajar setelah emas mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan sebelumnya Selasa, 27 Januari 2026 harga emas dunia melesat tajam dan ditutup menguat 3,48% ke posisi USD5.188,95 per troy ons. Angka ini sekaligus menjadi harga penutupan tertinggi sepanjang masa. Dalam perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menyentuh USD5.189,89 per troy ons.
Lonjakan harga tersebut terjadi karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang kembali mendorong investor memburu emas sebagai aset lindung nilai. Penguatan lebih dari 3% pada hari Selasa memperpanjang reli emas menjadi tujuh hari beruntun, dengan total penguatan mencapai 9,14% dalam periode tersebut.
Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Senin mengumumkan rencana pemberlakuan tarif baru terhadap impor dari Korea Selatan. Di saat yang sama, risiko penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat kembali membayangi menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari.
Dari kawasan Asia, aksi jual besar-besaran di pasar obligasi Jepang menjadi sorotan tersendiri. Kekhawatiran terhadap besarnya pengeluaran fiskal Jepang, ditambah spekulasi kemungkinan intervensi Amerika Serikat untuk menopang yen, turut menekan nilai dolar Amerika Serikat. Pelemahan dolar ini membuat harga emas relatif lebih murah bagi pembeli global.
Selain itu, meningkatnya kecenderungan isolasi Amerika Serikat dari negara-negara lain juga mendorong pergeseran strategi investasi global. Menurut manajer dana terbesar di Eropa, Amundi SA, banyak investor mulai mengurangi kepemilikan aset berbasis dolar dan beralih ke emas sebagai alternatif yang dianggap lebih aman.
Trump sendiri menyampaikan kepada wartawan di Iowa bahwa dolar Amerika Serikat dinilai masih memiliki kinerja sangat baik dan ia memperkirakan nilai mata uang tersebut akan terus berfluktuasi. Ia menegaskan tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan dolar yang telah menyeret mata uang cadangan dunia itu ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.
Fakta di pasar menunjukkan bahwa indeks dolar Amerika Serikat memang sedang melemah. Pada Selasa lalu, angkanya turun ke level 95,7, yang merupakan posisi terendah sejak 16 Februari 2022. Dolar selama ini selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas, karena seluruh transaksi emas global dikonversi dalam dolar Amerika Serikat.
Harga Emas Hari Ini, Rabu, 28 Januari 2026 di Indonesia
Sejalan dengan penguatan emas global dalam beberapa hari terakhir, harga emas di dalam negeri juga menunjukkan tren positif. Pada Rabu, 28 Januari 2026 harga beli emas Antam di Indonesia tercatat naik Rp52.000, dari sebelumnya Rp2.916.000 per gram menjadi Rp2.968.000 per gram.
Kenaikan ini kembali memecahkan rekor dan menempatkan harga emas Antam di level tertinggi sepanjang masa. Harga buyback emas Antam turut bergerak naik, meskipun dengan kenaikan yang sedikit lebih kecil. Pada hari ini, harga buyback meningkat Rp50.000 dan berada di posisi Rp2.799.000 per gram.
Kondisi serupa juga terlihat pada emas digital. Harga beli emas di aplikasi Treasury hari ini mengalami lonjakan signifikan. Jika pada perdagangan sebelumnya ditutup di level Rp2.868.433 per gram, maka hari ini harganya melonjak sekitar Rp110.000 ke posisi Rp2.978.394 per gram.
Baca Juga: Aksi Ambil Untung Membuat Harga Emas Hari Ini Selasa, 27 Januari 20206 Terkoreksi Tipis – Treasury
Prediksi Harga Emas Mendatang
Ke depan, perhatian pasar sedang tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed yang berlangsung selama dua hari. Suku bunga diperkirakan akan tetap dipertahankan, namun investor akan mencermati dengan seksama konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait independensi bank sentral.
Namun, optimisme terhadap prospek emas kian menguat di kalangan perbankan global. Sejumlah bank besar, seperti Deutsche Bank dan Societe Generale, memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk naik hingga menembus level USD6.000 per troy ons pada akhir tahun.
Seiring dengan proyeksi tersebut, aktivitas transaksi di pasar juga mengalami lonjakan signifikan. Kompleks logam CME Group mencatatkan rekor volume harian baru sekitar 3,34 juta kontrak pada perdagangan Senin. Angka ini melonjak sekitar 18% dibandingkan rekor sebelumnya yang berada di atas 2,8 juta kontrak pada 17 Oktober 2025.
Secara teknikal, emas masih sangat kokoh di zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 86, jauh di atas ambang batas 50. Namun, kondisi ini juga perlu diwaspadai karena RSI di atas 70 mengindikasikan overbought. Sinyal tersebut diperkuat oleh indikator Stochastic RSI yang telah menyentuh level 97.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


