Berita, Emas, Kabar Emas
Harga Emas Hari Ini Kamis, 6 Agustus 2026 Naik Signifikan ke Level USD4.260
Dayinta
Kamis, 06 Agustus 2026
Harga Emas Hari Ini 6

Harga emas hari ini kembali melanjutkan tren penguatan dan mencetak level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Pada Kamis, 6 Agustus 2026 harga emas dunia naik 0,38% ke level USD4.260,59 per troy ons. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, harga emas ditutup di posisi USD4.245,39 per troy ons atau melonjak 4,16% dalam sehari.

Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 16 Juni 2026 atau sekitar 50 hari terakhir. Penguatan ini juga memperpanjang reli harga emas yang telah naik 5,06% dalam tiga hari perdagangan terakhir. Kenaikan harga emas didorong oleh kombinasi beberapa sentimen positif dari pasar keuangan global.

Salah satu faktor utamanya adalah pelemahan dolar Amerika Serikat yang membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Indeks dolar Amerika Serikat ditutup di level 99,67, sekaligus menjadi posisi terendah sejak 16 Juni 2026. Melemahnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional sehingga mendorong permintaan terhadap logam mulia.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga mengalami penurunan ke level 4,617%, menjadi yang terendah dalam tujuh hari terakhir. Penurunan yield turut memberikan dorongan bagi harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

Trader logam independen Tai Wong menilai pelemahan dolar Amerika Serikat selama sekitar satu pekan serta penurunan imbal hasil obligasi dalam dua hari terakhir telah menghilangkan berbagai faktor yang sebelumnya membatasi ruang kenaikan harga emas dan perak. Sentimen positif lainnya datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan payroll sektor swasta hanya bertambah 44.000 pekerja sepanjang Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 70.000 pekerja. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai melambat.

Kondisi tersebut meningkatkan harapan bahwa The Fed tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga kembali memberikan dukungan terhadap harga emas. Dari sisi geopolitik, perkembangan di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian investor.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa kesepakatan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz diperkirakan dapat rampung paling cepat pada Rabu waktu setempat. Jika terealisasi, jalur pelayaran tersebut berpeluang kembali digunakan dalam waktu dekat sehingga arus distribusi minyak dunia dapat berjalan lebih lancar.

Harapan tercapainya kesepakatan tersebut turut memperkuat optimisme pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap harga energi. Stabilnya harga minyak dinilai dapat membantu meredakan risiko inflasi sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi harga emas untuk mempertahankan penguatannya.

Harga Emas Hari Ini Kamis, 6 Agustus 2026 di Indonesia Hari Ini

Sejalan dengan lonjakan harga emas dunia, harga emas di Indonesia juga mencatatkan kenaikan yang signifikan. Pada Kamis, 6 Agustus 2026 harga beli emas Antam berada di level Rp2.679.000 per gram atau naik Rp50.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp2.629.000 per gram.

Kenaikan yang lebih besar bahkan terjadi pada harga buyback Antam. Hari ini, harga buyback tercatat naik Rp90.000 dari Rp2.400.000 per gram menjadi Rp2.490.000 per gram. Penguatan juga terjadi pada harga emas digital di aplikasi Treasury. Pada Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital berada di level Rp2.549.196 per gram.

Harga tersebut naik Rp22.196 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.527.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sentimen positif di pasar emas global juga tercermin pada pergerakan harga emas digital di dalam negeri.

Baca Juga: Harapan Perdamaian Timur Tengah Jadi Sentimen Positif, Namun Harga Emas Hari Ini Rabu, 5 Agustus 2026 Tetap Melemah – Treasury

Prediksi Harga Emas Mendatang

Meskipun harga emas sedang mengalami momentum penguatan, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Sejumlah pejabat The Fed masih membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga guna memastikan inflasi benar-benar terkendali.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September berada di kisaran 57%. Namun, prospek suku bunga yang lebih tinggi sejauh ini masih mampu diimbangi oleh sentimen positif dari pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Di sisi lain, perkembangan di Timur Tengah juga memberikan optimisme baru. Semakin dekatnya kesepakatan damai dinilai berpotensi membantu menstabilkan harga energi. Meski konflik geopolitik sering kali mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, perang yang berlangsung terlalu lama justru dapat memicu lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Kondisi tersebut berisiko mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga menjadi sentimen negatif bagi emas. Mulai meredanya ketegangan dan adanya harapan harga energi kembali stabil, sebagian pelaku pasar menilai The Fed tidak perlu terlalu agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih memerlukan dukungan agar pertumbuhan tetap terjaga. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4% pada rapat The Fed bulan depan kini berada di level 54,4%, lebih rendah dibandingkan sekitar 57,1% sepekan sebelumnya.

Secara teknikal, harga emas kini telah berada di zona bullish. Hal tersebut tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 62. RSI yang berada di atas level 50 menunjukkan bahwa tren harga masih didominasi sentimen positif. Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati.

Indikator Stochastic RSI telah menyentuh level 100, yang menunjukkan kondisi overbought. Setelah mencatatkan kenaikan lebih dari 5% hanya dalam tiga hari terakhir, peluang terjadinya aksi ambil untung semakin besar sehingga harga emas berisiko mengalami koreksi dalam jangka pendek sebelum kembali menentukan arah pergerakan berikutnya.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Harga Emas Hari Ini 29
Berita, Emas, Kabar Emas
Menjelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Hari Ini Jumat, 24 Oktober 2025 Menguat Terbatas
Jumat, 24 Oktober 2025
investasi emas digital Treasury aman
Trivia
3 Alasan Investasi Emas Digital di Treasury Aman
Selasa, 03 Februari 2026
Kapan Harga Emas Naik
Tips Keuangan
Kapan Harga Emas Naik Lagi? Simak Prediksi Terbaru 2026
Senin, 04 Mei 2026