Harga emas hari ini nyaris tidak bergerak setelah mencatatkan penguatan cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, harga emas dunia hanya menguat tipis 0,01% pada perdagangan pagi. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga emas pada Rabu, 12 Agustus 2026 ditutup di level USD4.407,06 per troy ons atau melonjak 0,92%.
Kenaikan pada perdagangan sebelumnya menjadi kabar baik setelah harga emas sempat melemah 0,49% pada Selasa. Bahkan, posisi penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 4 Juni 2026 atau lebih dari dua bulan terakhir. Harga emas juga kembali menembus level psikologis USD4.400 per troy ons, sehingga pergerakannya kembali menjadi perhatian investor.
Salah satu sentimen yang menopang harga emas datang dari data inflasi Amerika Serikat. Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Juli 2026 tercatat sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi umum meningkat 0,1% secara bulanan, sedangkan tingkat inflasi tahunan berada di 3,4%.
Sementara itu, CPI inti yang tidak memasukkan harga makanan dan energi naik 0,2% pada Juli dan mencapai 2,5% secara tahunan. Meski tetap menunjukkan adanya kenaikan harga, tingkat inflasi tahunan untuk CPI umum maupun CPI inti justru sedikit menurun dibandingkan Juni. Kondisi ini memberikan ruang bagi The Fed untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management, menilai data inflasi tersebut tidak memberikan kejutan bagi pasar karena sesuai dengan ekspektasi. Menurutnya, tidak adanya percepatan inflasi yang disertai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang melemah memberikan waktu bagi The Fed untuk mempertahankan sikap wait and see.
Kondisi tersebut menjadi penting bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga tinggi, emas cenderung kurang menarik dibandingkan aset berbunga. Sebaliknya, jika tekanan inflasi mulai terkendali dan peluang kenaikan suku bunga semakin berkurang, minat terhadap emas berpotensi kembali meningkat.
Harga Emas Hari Ini Kamis, 13 Agustus 2026 di Indonesia
Penguatan harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya turut tercermin di pasar domestik. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di posisi Rp2.700.000 per gram. Harga tersebut naik Rp20.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.680.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback Antam. Bahkan, kenaikannya lebih besar dibandingkan harga beli. Harga buyback hari ini berada di angka Rp2.546.000 per gram, naik Rp30.000 dari sebelumnya Rp2.516.000 per gram.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury juga bergerak naik, meski kenaikannya relatif lebih tipis dibandingkan harga emas Antam maupun harga emas dunia. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, harga emas digital Treasury ditutup di Rp2.630.308 per gram. Kemudian pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, harganya berada di Rp2.635.110 per gram atau naik Rp4.802 per gram.
Perbedaan besaran perubahan harga tersebut tidak terlepas dari mekanisme pembaruan harga masing-masing produk. Harga emas digital di aplikasi Treasury diperbarui setiap menit sehingga pergerakannya dapat lebih cepat merespons perubahan harga emas dunia dan sentimen pasar.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai dengan ekspektasi, perhatian investor kini beralih pada peluang perubahan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 40%, turun dari sebelumnya 46% sebelum data inflasi dirilis.
Data inflasi yang relatif terkendali menjadi salah satu alasan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Edward Meir, analis Marex, menilai data tersebut cukup menggembirakan karena meskipun angkanya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, hasilnya masih sesuai dengan perkiraan.
Pelemahan dolar Amerika Serikat dan faktor teknikal juga dinilai turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada 29 Juli. Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan yang seragam karena tiga dari 12 anggota pemungutan suara mendukung kenaikan suku bunga.
Selanjutnya, pasar akan mencermati data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis ini. Data tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai tekanan harga di tingkat produsen dan menjadi pertimbangan bagi pasar dalam memperkirakan kebijakan The Fed berikutnya.
Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian. Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan adanya serangan terhadap kapal di kawasan turut memberikan dukungan terhadap permintaan emas sebagai aset defensif. Namun, situasinya perlu dicermati karena eskalasi konflik yang mendorong harga minyak mendekati USD100 per barel justru dapat meningkatkan tekanan inflasi.
Secara teknikal, emas masih nyaman berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 68. Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena indikator Stochastic RSI telah menyentuh level 100. Posisi tersebut menunjukkan emas sudah berada di area overbought.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang kenaikan harga emas masih terbuka, tetapi risiko koreksi juga semakin besar. Setelah harga kembali mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan, aksi profit taking dapat menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan emas dalam perdagangan berikutnya.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


