Berita, Emas, Kabar Emas
Investor Masih Menanti Data Inflasi AS sehingga Harga Emas Hari Ini Rabu, 12 Agustus 2026 Cenderung Bergerak Stagnan
Dayinta
Rabu, 12 Agustus 2026
Harga Emas Hari Ini 12

Harga emas dunia hari ini Rabu, 12 Agustus 2026 menguat tipis 0,06% ke level USD4.369,78 per troy ons. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga emas pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 ditutup di posisi USD4.366,84 per troy ons atau melemah 0,49%.

Koreksi tersebut sekaligus memutus tren penguatan harga emas dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Meski mengalami pelemahan, harga emas masih mendapat perhatian investor yang kini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, menilai pelaku pasar saat ini menunggu data inflasi untuk memastikan apakah tekanan harga di Amerika Serikat masih berada dalam kondisi terkendali. Menurutnya, apabila inflasi tahunan terus melambat, kondisi tersebut dapat menjadi sentimen yang mendukung harga emas.

Data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis menjadi dua indikator yang paling dinantikan pasar. Keduanya berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Sebelumnya, pasar telah mendapatkan sinyal dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan pada Juli. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September berkurang dan turut mendorong harga emas melonjak 2,4% dalam satu hari.

Grant juga menilai bahwa emas masih cukup diminati setelah data tenaga kerja yang mengecewakan tersebut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Kondisi pasar tenaga kerja yang melemah memberikan ruang bagi investor untuk kembali mempertimbangkan emas sebagai aset defensif.

Di tengah penantian data inflasi, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian pasar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merespons tuntutan Iran terkait kesepakatan perdamaian dengan mengajukan tuntutannya sendiri. Trump meminta Iran memberikan kompensasi atas korban yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.

Sementara itu, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam sepekan. Pergerakan harga energi tetap perlu diperhatikan karena perubahan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan pada akhirnya turut menentukan arah kebijakan moneter The Fed.

Harga Emas Hari Ini Rabu, 12 Agustus 2026 di Indonesia

Pergerakan harga emas di Indonesia hari ini mengikuti koreksi harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya. Setelah sempat mencatatkan harga tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, harga emas Antam kembali mengalami penurunan. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, harga beli emas Antam berada di posisi Rp2.680.000 per gram.

Harga tersebut turun Rp30.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.710.000 per gram. Penurunan dengan besaran yang sama juga terjadi pada harga buyback Antam. Harga buyback yang sebelumnya berada di posisi Rp2.546.000 per gram kini turun Rp30.000 menjadi Rp2.516.000 per gram.

Namun, pergerakan harga emas digital di aplikasi Treasury justru menunjukkan arah yang berbeda. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, harga beli emas digital Treasury tercatat berada di posisi Rp2.630.308 per gram. Harga tersebut mengalami kenaikan Rp7.489 per gram dibandingkan harga pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Perbedaan pergerakan ini menunjukkan bahwa harga emas digital dapat bergerak lebih dinamis mengikuti kondisi pasar sepanjang hari, sementara harga emas Antam mengikuti pembaruan harga yang dilakukan pada waktu tertentu.

Baca Juga: Tembus USD4.400! Harga Emas Hari Ini Selasa, 11 Agustus 2026 Terdorong Momentum Teknikal – Treasury 

Prediksi Harga Emas Mendatang

Ke depan, arah harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Hal ini semakin penting setelah sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat memberikan pandangan yang menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan.

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammac, pada Senin menyatakan bahwa kondisi saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menghindari kebutuhan kenaikan suku bunga yang lebih tajam pada kemudian hari.

Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga saat ini justru mulai berkurang. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 bps menjadi 3,75-4% dalam rapat The Fed bulan depan berada di level 48%. Angka tersebut turun dari 52,2% sepekan sebelumnya dan 58,4% sebulan lalu.

Perubahan ekspektasi tersebut membuat data inflasi yang akan dirilis menjadi semakin penting. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat kembali mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga, sedangkan inflasi yang lebih tinggi berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.

Secara teknikal, emas masih nyaman berada di zona bullish. Hal tersebut terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 65. Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena indikator Stochastic RSI berada di level 88 sehingga menunjukkan bahwa emas sudah berada dalam kondisi overbought.

Kondisi tersebut membuat harga emas masih memiliki peluang melanjutkan tren positif, tetapi ruang koreksi juga semakin terbuka. Jika data inflasi Amerika Serikat memberikan kejutan bagi pasar atau investor mulai mengambil keuntungan setelah reli sebelumnya, harga emas berpotensi mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Kapan Harga Emas Naik
Tips Keuangan
Kapan Harga Emas Naik Lagi? Simak Prediksi Terbaru 2026
Senin, 04 Mei 2026
Emas
Sumbangan Emas untuk Merebut Kemerdekaan Republik Indonesia
Jumat, 18 Agustus 2023
Trivia
Mayam Aceh: Pengertian dan Cara Hitung Mahar Nikah Sejuta Makna
Selasa, 25 Juni 2024