Berita, Emas, Kabar Emas
Mulai Pulih! Harga Emas Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026 Kembali Menguat
Dayinta
Selasa, 10 Maret 2026
Harga Emas Hari Ini 10

Harga emas hari ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada Selasa, 10 Maret 2026 harga emas dunia diperdagangkan di level USD5.145,67 per troy ons, menguat sebesar 0,17% dari sesi sebelumnya. Penguatan ini menjadi angin segar setelah harga emas pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026 ditutup melemah di posisi USD5.136,91 per troy ons.

Kemarin harga emas mengalami koreksi 0,64%. Pergerakan negatif tersebut berbanding terbalik dengan lonjakan signifikan sebesar 1,8% yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Tekanan terhadap harga emas hari ini sebelumnya dipicu oleh sejumlah faktor global yang saling berkaitan.

Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang disertai lonjakan harga minyak dunia turut mempertebal kekhawatiran para pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, investor justru beralih ke aset safe haven dolar Amerika Serikat, sehingga indeks dolar mengalami penguatan dan secara tidak langsung menekan minat terhadap emas.

Bagi investor di luar kawasan pengguna dolar Amerika Serikat, kenaikan nilai tukar dolar membuat harga emas terasa semakin mahal. Fenomena ini cukup menarik, mengingat emas secara historis justru dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang handal di tengah situasi ketidakpastian global, namun kali ini emas cenderung ditinggalkan oleh sebagian pelaku pasar.

Salah satu sentimen negatif yang ikut menekan harga emas di awal pekan ini datang dari perkembangan terbaru terkait situasi perang di Timur Tengah. Mengutip laporan Bloomberg News, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pandangannya bahwa konflik yang tengah berlangsung di Iran kemungkinan sudah mendekati penyelesaian.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Doral, Florida, Trump menyatakan bahwa konflik tersebut akan menemukan resolusi sesegera mungkin. Bahkan Trump mengklaim dengan penuh keyakinan bahwa perang tersebut akan berakhir dalam pekan ini. Ia juga menegaskan keinginannya agar harga minyak dunia dapat kembali turun.

Konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah memang menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga minyak dunia belakangan ini. Pada perdagangan kemarin, harga minyak mentah jenis Brent ditutup melonjak tajam sebesar 6,76% ke level USD98,96 per barel, mencerminkan betapa tingginya tekanan pasokan akibat ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Harga Emas di Indonesia Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026

Sejalan dengan pemulihan yang terjadi di pasar emas global, harga emas hari ini di Indonesia juga turut bergerak naik meski kenaikannya masih terbatas. Setelah awal pekan ini dibuka dengan pelemahan, harga beli emas Antam pada Selasa, 10 Maret 2026 tercatat naik Rp8.000 dari posisi sebelumnya Rp3.039.000 per gram menjadi Rp3.047.000 per gram.

Perlu dicatat bahwa sebelumnya, harga emas Antam sebenarnya sudah sempat ditutup dalam zona positif pada akhir sesi perdagangan Senin kemarin. Artinya, dalam dua hari terakhir, pergerakan harga emas Antam mencatat dua kali perubahan, yakni pelemahan saat pembukaan dan penguatan saat penutupan.

Tak hanya harga beli, harga buyback yang ditawarkan oleh Antam juga mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harga buyback ini tercatat lebih besar dibandingkan kenaikan harga belinya, yakni naik Rp14.000 sehingga kini berada di posisi Rp2.802.000 per gram.

Dinamika serupa juga tampak pada instrumen emas digital. Pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat berada di angka Rp2.911.286 per gram. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sekitar Rp31.000 apabila dibandingkan dengan harga penutupan sesi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.880.410 per gram.

Baca Juga: Tertekan Indeks Dolar, Harga Emas Hari Ini Senin, 9 Maret 2026 Melemah – Treasury

Prediksi Harga Emas Mendatang

Ke depan, pergerakan harga emas hari ini dan dalam beberapa hari mendatang akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan mengumumkan data inflasi pada hari Rabu dan Jumat, masing-masing dalam bentuk Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE).

Di antara keduanya, data CPI kemungkinan akan menjadi perhatian utama pasar karena mencerminkan kondisi yang lebih terkini. Sementara itu, data PCE yang masih mengacu pada periode Januari, penerbitannya sempat mengalami penundaan akibat penutupan sementara lembaga pemerintah Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Urgensi data inflasi ini semakin tinggi mengingat kedekatannya dengan jadwal pengumuman kebijakan moneter The Fed pada minggu depan. Konsensus pasar secara luas memperkirakan The Fed akan memilih untuk mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian seputar harga energi.

Namun, jika angka inflasi yang dirilis ternyata sudah menunjukkan kenaikan bahkan sebelum dampak konflik Timur Tengah benar-benar terasa, hal tersebut bisa memunculkan kekhawatiran baru yang berpotensi memperkeruh sentimen pasar.

Dari sisi analisis teknikal, harga emas saat ini masih bertengger di dalam zona bullish. Hal ini tercermin dari nilai Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 53. Nilai RSI di atas ambang batas 50 mengindikasikan bahwa suatu aset sedang berada dalam tren naik atau bullish.

Namu, posisi RSI emas yang masih berada tidak jauh di atas 50 ini juga mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan belum terlalu kuat sehingga kondisinya cenderung netral. Sedangkan indikator Stochastic RSI tercatat berada di level 17. Posisi ini mengindikasikan bahwa emas tengah memasuki zona oversold yang dapat diartikan sebagai potensi munculnya tekanan beli dalam waktu dekat.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
Festive December
Promo
Kemeriahan Akhir Tahun Nabung Jadi Lebih Untung dengan Diskon Emas Melimpah! 🥳
Senin, 01 Desember 2025
kenapa harga emas turun
Trivia
Kenapa Harga Emas Turun? Jangan Panik, Kenali 5 Penyebabnya
Selasa, 20 Mei 2025
Treasury Hunt 2025
Promo
Spesial Ulang Tahun ke-7: Siap-siap Kejar Hadiah Total 1 Milyar di Treasury Hunt! 🥳
Senin, 17 November 2025