Trivia
Rangkuman Pergerakan Harga Emas Sebelum vs. Setelah Lebaran
Dayinta
Rabu, 01 April 2026
rangkuman pergerakan harga emas saat lebaran

Pergerakan emas global dan domestik sepanjang periode menjelang hingga setelah Lebaran tahun ini menunjukkan dinamika yang sangat tajam. Dalam rangkuman harga emas, terlihat bahwa tekanan tidak hanya dipicu oleh faktor teknikal seperti aksi profit-taking, tetapi juga oleh kombinasi kuat antara eskalasi geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter global.

Ketegangan konflik Amerika Serikat – Iran yang terus meningkat hingga mengganggu jalur energi dunia, fluktuasi ekstrem harga minyak, serta penguatan dolar Amerika Serikat menjadi katalis utama yang menekan harga emas.

Hal ini tercermin jelas pada pergerakan harga emas Treasury yang turun bertahap sebelum Lebaran, anjlok signifikan saat Lebaran, hingga mulai menunjukkan tanda pemulihan setelahnya. Dengan kata lain, periode ini menjadi gambaran nyata bagaimana emas bergerak sangat sensitif terhadap sentimen global.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, Treasury telah merangkum semunya dalam artikel di bawah ini!

Rangkuman Harga Emas Treasury Sebelum Lebaran

Dalam rangkuman harga emas, periode menjelang Lebaran menunjukkan tren penurunan yang cukup konsisten. Pada Selasa, 17 Maret 2026: Rp2.847.960 per gram, harga emas masih berada di level relatif tinggi. Namun, pada Rabu, 18 Maret 2026: Rp2.818.273 per gram, harga mulai terkoreksi. Penurunan berlanjut pada Kamis, 19 Maret 2026: Rp2.769.017 per gram, menegaskan adanya tekanan bertahap di pasar.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi dan penguatan dolar Amerika Serikat, yang membuat emas menjadi kurang menarik. Selain itu, aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya turut mempercepat penurunan. Secara keseluruhan, sebelum Lebaran, harga emas sudah memasuki fase koreksi yang cukup jelas.

Rangkuman Harga Emas Treasury Saat Lebaran

Memasuki periode Lebaran, rangkuman harga emas menunjukkan tekanan terhadap harga emas semakin dalam. Pada Jumat, 20 Maret 2026: Rp2.723.392 per gram, harga kembali turun signifikan. Penurunan berlanjut pada Sabtu, 21 Maret 2026: Rp2.655.158 per gram, dan mencapai titik terendah pada Minggu, 22 Maret 2026: Rp2.619.062 per gram.

Fase ini menjadi periode dengan pelemahan paling tajam. Kombinasi volatilitas harga minyak, penguatan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan moneter ketat mendorong investor melakukan likuidasi besar-besaran. Dalam periode ini, tekanan jual mendominasi pasar secara kuat.

Rangkuman Harga Emas Treasury Setelah Lebaran

Setelah Lebaran, rangkuman pergerakan harga emas mulai menunjukkan volatilitas dengan indikasi pemulihan. Pada Senin, 23 Maret 2026: Rp2.630.551 per gram, harga mulai naik tipis. Namun, pada Selasa, 24 Maret 2026: Rp2.583.906 per gram, harga sempat kembali melemah. Kemudian, terjadi rebound pada Rabu, 25 Maret 2026: Rp2.649.607 per gram, yang menjadi sinyal awal pemulihan.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar mulai mencari keseimbangan setelah tekanan besar. Meskipun masih fluktuatif, minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai tetap bertahan di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, rangkuman harga emas dari tiga periode ini menunjukkan pola yang jelas. Harga emas turun dari Selasa, 17 Maret 2026: Rp2.847.960 per gram hingga mencapai titik terendah pada Minggu, 22 Maret 2026: Rp2.619.062 per gram, sebelum akhirnya naik kembali ke Rabu, 25 Maret 2026: Rp2.649.607 per gram.

Jika melihat rangkuman harga emas pada tiga periode tersebut, pergerakan yang terbentuk bukanlah sekadar fluktuasi biasa, melainkan refleksi dari tekanan eksternal yang cukup kompleks. Penurunan bertahap hingga koreksi tajam yang terjadi menunjukkan bahwa ada faktor-faktor besar yang bekerja di balik layar. Yuk, pahami apa saja faktor-faktor tersebut!

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Harga Emas Turun Saat Perang Amerika Israel vs. Iran – Treasury

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas Selama Lebaran

1. Ketegangan AS – Iran Berlanjut hingga Pekan Keempat

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama gejolak pasar yang mempengaruhi rangkuman harga emas. Memasuki pekan keempat, intensitas serangan meningkat signifikan, ditandai dengan keterlibatan Israel bersama Amerika Serikat dalam menyerang target di Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke berbagai titik strategis, termasuk Israel, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga pada jalur distribusi energi global.

Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia mengalami gangguan secara de facto. Lebih dari 3.000 kapal dilaporkan terjebak di Teluk Persia menurut International Maritime Organization, menciptakan tekanan besar pada rantai pasok energi. Sehingga para investor mengamankan likuiditas asetnya dan menekan harga emas.

2. Sinyal Gencatan Senjata dari AS Picu Perubahan Sentimen

Sentimen pasar berubah cukup drastis ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari pada Senin, 23 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Trump menyebut adanya “pembicaraan produktif” yang membuka peluang menuju gencatan senjata.

Namun, Iran dengan cepat membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung. Perbedaan narasi ini menciptakan ketidakpastian baru di pasar. Di satu sisi, ada harapan meredanya konflik, tetapi di sisi lain, risiko eskalasi tetap tinggi.

Momen ini menjadi titik balik sentimen pasar sehingga mempengaruhi rangkuman harga emas. Harapan terhadap de-eskalasi membuat permintaan terhadap emas sebagai safe haven melemah. Investor mulai mengalihkan fokus ke aset lain yang lebih berisiko, sehingga menekan harga emas dalam jangka pendek.

3. Pergerakan Harga Minyak yang Sangat Fluktuatif

Harga minyak menjadi indikator penting dalam membaca arah inflasi global, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap emas. Selama periode Lebaran, minyak Brent bergerak dalam rentang yang sangat lebar, yakni USD97 hingga USD118 per barel. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Namun, setelah pengumuman penundaan serangan, harga minyak justru mengalami koreksi tajam. Bahkan, sempat turun lebih dari 10% hingga kembali ke bawah USD100 per barel. Pada Rabu, 25 Maret 2026 sore, harga tercatat di level USD95,6 per barel atau melemah sekitar 4,6%.

Volatilitas harga minyak menjadi faktor krusial dalam rangkuman pergerakan harga emas. Ketika harga minyak naik, pasar mengantisipasi inflasi yang lebih tinggi, yang biasanya mendukung emas. Namun, di sisi lain, ekspektasi bahwa bank sentral seperti The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi justru menekan emas. Kombinasi inilah yang membuat pergerakan emas menjadi tidak stabil.

Secara keseluruhan, rangkuman pergerakan harga emas menunjukkan pola pergerakan yang berawal dari fase koreksi, berlanjut ke tekanan tajam, dan kemudian memasuki tahap stabilisasi.

Penurunan harga emas yang cukup dalam tidak terlepas dari ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama, dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi, serta pergeseran sentimen pasar akibat dinamika geopolitik dan kabar potensi de-eskalasi konflik.

Meski sempat tertekan, munculnya rebound setelah Lebaran menegaskan bahwa emas masih mempertahankan perannya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian. Ke depan, arah harga emas akan sangat ditentukan oleh perkembangan konflik global, pergerakan harga minyak, serta kebijakan bank sentral.

Untuk itu, Sobat tetap perlu memperhatikan pekembangan terkini terait faktor-faktor yang mempengaruhi rangkuman pergerakan harga emas melalui konten edukasi di aplikasi Treasury!

Artikel Populer
Jamimas Biaya Rendah April 2026
Promo
Selalu Siap Kasih Dana Darurat untuk Sobat dengan Biaya Rendah Cuma 0,9% p.a! 😇💸
Rabu, 01 April 2026
Emas
Pilh Investasi Emas atau Tanah, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Rabu, 09 Agustus 2023
Tips Keuangan
Ciri Unik Zodiak Gemini Ketika Mengelola Uang, Apa Saja
Kamis, 18 Mei 2023